Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Danny Pomanto Hengkang dari NasDem ke PDIP, Ini Beberapa Kontroversi Wali Kota Makassar

image-gnews
Seorang bocah bersalaman dengan Walikota Makassar, Danny Pomanto saat mengunjungi rumah keluarga korban hilangnya AirAsia QZ 8501 di Jalan Baronang, Makassar, 30 Desember 2014. TEMPO/Iqbal lubis
Seorang bocah bersalaman dengan Walikota Makassar, Danny Pomanto saat mengunjungi rumah keluarga korban hilangnya AirAsia QZ 8501 di Jalan Baronang, Makassar, 30 Desember 2014. TEMPO/Iqbal lubis
Iklan

TEMPO.CO, JakartaDanny Pomanto telah menjadi perbincangan publik setelah memutuskan hengkang dari Partai NasDem dan bergabung dalam PDIP.

Wali Kota Makassar dua periode ini mengaku bahwa bergabungnya ia dengan partai berlambang banteng tersebut lantaran merasa selaras dengan gaya kepemimpinannya yang melakukan perjuangan rakyat kecil. Dalam sebuah wawancara saat ditemui di Makassar Senin, 28 Agustus 2023 lalu, ia mengaku bahwa untuk dirinya yang berawal dari rakyat kecil, PDIP menjadi tempat yang tepat untuk meneruskan perjuangan.

“Saya ini anak lorong, ketemu wong cilik, jadi memang alamnya seperti itu (PDIP). Hari ini kita pejuang petarung, saya kira dengan PDIP, saya selalu berada dalam kehidupan sehari-hari penuh perjuangan,” ujarnya.

Sebelum bergabung dalam dunia politik, pria bernama asli Mohammad Ramdhan Pomanto ini pernah menggeluti karir di bidang arsitek. Hal ini nampak pada latar belakang pendidikannya sebagai lulusan Teknik Arsitektur dari Universitas Hasanuddin. 

Saat pertama kali memasuki dunia politik, ia menggandeng Syamsu Rizal untuk mencoba peruntungan dalam Pilkada 2011 sebagai Gubernur Gorontalo. Namun, sayang seribu sayang Danny dan Syamsu Rizal harus menelan pahitkan kekalahan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan keduanya tidak lolos persyaratan minimal jumlah suara partai politik pengusung.

Tidak pantang menyerah, setelah menerima kekalahan pada tahun 2011 sebagai calon Gubernur Gorontalo, Danny kembali mencoba mengupayakan karir politiknya dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Makassar dua tahun kemudian.

Ia kembali menggandeng Syamsu Rizal sebagai wakilnya dan berhasil memenangkan Pilkada tersebut. Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali mencalonkan diri pada periode kedua dan berhasil memenangkan pemilihan. Pada periode keduanya ini, dirinya tak lagi menggandeng Syamsu Rizal, tetapi ia maju bersama Fatmawati Rusdi dan didukung oleh Partai NasDem, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang, dan Partai Gerindra.

Kasus-kasus Danny Pomanto

Selama Danny Pomanto menjadi Wali Kota Makassar, tentu tidak serta merta semua berjalan mulus-mulus saja. Dalam dua periode yang dijalaninya hingga hari ini, Danny banyak menemukan kerikil dan batu-batu yang menghadang langkahnya. Salah satunya, saat dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi PDAM yang menjerat Ilham Arief Sirajuddin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam kasus yang menjerat bekas Wali Kota Makassar terkait korupsi proyek rehabilitasi Perusahaan Daerah Air Minum Makassar 2006-2012 itu, Danny bahkan sempat diduga menerima asuransi dwiguna sejumlah Rp 600 juta. Kartia yang berprofesi sebagai Direktur Keuangan PDAM kala itu menyampaikan dalam keterangannya menjadi saksi, bahwa Wali kota dan Wakilnya pernah menerima uang tersebut sedikitnya satu kali.

Selain kasus korupsi PDAM tersebut, diketahui beredar rekaman suara Danny Pomanto yang menyebutkan bahwa ada peran Jusuf Kalla dibalik penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK. Ia menyebutkan bahwa yang paling diuntungkan dari penangkapan tersebut adalah JK.

Danny Pomanto sempat menyebut bahwa Jusuf Kalla (JK) merupakan dalang dibalik penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Hal ini pernah disampaikan oleh juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah.

Lebih lanjut Husain menerangkan, bahwa selama ini, pasca tak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Jusuf Kalla lebih aktif pada kegiatan-kegiatan sosial. Atas kejadian ini, Husain menegaskan, bahwa Danny Pomanto akan berhadapan dengan hukum. Pihaknya juga telah meminta kepada KPK untuk memanggil Danny Pomanto agar mengklarifikasi fitnah tersebut. 

Bagi Husain, masalah yang dimunculkan Danny Pomanto ini juga telah merendahkan KPK atas prestasinya menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Ia juga menilai, dalam kasus ini Danny Pomanto telah mengadu-domba tokoh-tokoh nasional yang ada.

SHARISYA KUSUMA RAHMANDA  I  TIM TEMPO.CO 

Pilihan Editor: Wali Kota Makassar Danny Pomanto Gabung PDIP, Lalu Bicara Soal Wong Cilik

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


FX Hadi Rudyatmo PDIP Bilang Pemerintahan Hari Ini Neo-Orde Baru Plus

13 menit lalu

Mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat menghadiri Kongkow Bareng Relawan Ganjar di Balai Rakyat Beji, Kecamatan Beji, Depok, Kamis, 22 Juni 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
FX Hadi Rudyatmo PDIP Bilang Pemerintahan Hari Ini Neo-Orde Baru Plus

Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo menyebut pemerintahan hari ini sebagai Neo-Orde Baru Plus. Ia menyebut kekuasaan digunakan secara tak beretika.


FX Hadi Rudyatmo Ungkap Alasan Jokowi Pisah Jalan dengan PDIP

9 jam lalu

Cawapres Mahfud MD (kiri) bertemu dengan Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Solo, Selasa, 14 November 2023. Keduanya menikmati sarapan pagi di Hotel Alana Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Dokumentasi DPC PDIP Kota Solo
FX Hadi Rudyatmo Ungkap Alasan Jokowi Pisah Jalan dengan PDIP

Rudy bercerita, keluarga Jokowi kini tak sejalan dengan PDIP bukan semata lantaran sakit hati dengan sebutan petugas partai.


Soal Kasus Kementan Mangkrak 3 Tahun, MAKI Nilai Sepenuhnya Tanggung Jawab Pimpinan KPK

10 jam lalu

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyerahkan pengajuan berkas uji materi di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin, 31 Mei 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Soal Kasus Kementan Mangkrak 3 Tahun, MAKI Nilai Sepenuhnya Tanggung Jawab Pimpinan KPK

MAKI mengatakan mangkraknya dugaan perkara rasuah Kementan sejak 2020 di KPK sepenuhnya tanggung jawab pimpinan lembaga antirasuah itu.


Hasyim Asyari Akui Tahu Informasi Ada Data Milik KPU yang Dijual pada Senin Lalu

11 jam lalu

Ketua KPU Hasyim Asy'ari (kanan) dan Anggota KPU Idham Holik (kiri) berbincang saat mengumumkan penetapan pasangan Capres dan Cawapres di Kantor KPU, Jakarta, Senin, 13 November 2023. KPU menetapkan tiga pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yaitu; Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, serta Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming untuk Pemilu serentak 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Hasyim Asyari Akui Tahu Informasi Ada Data Milik KPU yang Dijual pada Senin Lalu

Ketua KPU Hasyim Asyari mengakui adanya peretasan situs KPU. Pembobolan itu terjadi pada Senin lalu. Informasi yang mereka dapat data itu dijual.


FX Hadi Rudyatmo Bilang Megawati Sayang Jokowi Sebelum Ketahuan Bobroknya

11 jam lalu

Kepsen:Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta Gibran Rakabuming Raka mundur dari PDIP dan mengembalikan KTA ke DPC Kota Solo, saat ditemui wartawan di Pucang Sawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Oktober 2023.TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
FX Hadi Rudyatmo Bilang Megawati Sayang Jokowi Sebelum Ketahuan Bobroknya

FX Hadi Rudyatmo mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencalonkan Joko Widodo sebagai presiden sebelum ketahuan bobroknya.


KPK Geledah Satu Rumah di Kasus Dugaan Korupsi Eddy Hiariej Kemarin Malam

12 jam lalu

Wamenkumham Eddy Hiariej foto bersama Helmut Hermawan seusai makan malam di Restoran Jepang di Kawasan Jakarta Pusat. Istimewa
KPK Geledah Satu Rumah di Kasus Dugaan Korupsi Eddy Hiariej Kemarin Malam

KPK sebelumnya telah menetapkan Eddy Hiariej beserta 3 orang lainnya sebagai tersangka.


Bawaslu DKI Gelar Sidang Dugaan Pemilih Gaib di DPT Jakarta Selatan

12 jam lalu

Ilustrasi Bawaslu. dok.TEMPO
Bawaslu DKI Gelar Sidang Dugaan Pemilih Gaib di DPT Jakarta Selatan

Pergerakan Seluruh Advokat Indonesia melaporkan KPU Jakarta Selatan ke Bawaslu DKI. Laporkan nama Tan Eng Ho dan Tan Eng Shiong dalam DPT.


Politikus PDIP FX Hadi Rudyatmo Bilang Buzzer Jokowi Salah Persepsi soal Petugas Partai

13 jam lalu

Cawapres Mahfud MD (kiri) bertemu dengan Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Solo, Selasa, 14 November 2023. Keduanya menikmati sarapan pagi di Hotel Alana Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Dokumentasi DPC PDIP Kota Solo
Politikus PDIP FX Hadi Rudyatmo Bilang Buzzer Jokowi Salah Persepsi soal Petugas Partai

Megawati mengaku bingung karena dianggap sombong ketika menyebut Presiden Jokowi sebagai petugas partai.


Begini Kronologi Data 204 Juta DPT Pemilu 2024 Milik KPU Bocor Dibobol Hakcer

13 jam lalu

Data KPU diduga diretas dan dijual di Breachforums
Begini Kronologi Data 204 Juta DPT Pemilu 2024 Milik KPU Bocor Dibobol Hakcer

Situs KPU dengan tautan kpu.go.id kembali menjadi sasaran serangan siber oleh hacker


Politikus PDIP FX Hadi Rudyatmo Mengaku Sakit Hati dengan Iriana Jokowi

14 jam lalu

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah) memberi pertanyaan kepada pelajar saat kunjungan kerja di SDN Pakis III, Surabaya, Jawa Timur, Kamis 26 Oktober 2023. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Politikus PDIP FX Hadi Rudyatmo Mengaku Sakit Hati dengan Iriana Jokowi

Rudy mengatakan, jika mengingat Iriana Jokowi tak menghormati mertuanya, pihaknya tak perlu sakit hati.