Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Kerusuhan di Babarsari Yogya

Reporter

Anggota polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kericuhan di Babarsari, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 4 Juli 2022. Kepolisian setempat melaporkan bahwa insiden tersebut terjadi lantaran sempat terjadi saling ejek antara beberapa kelompok orang. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

TEMPO.CO, Yogyakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus kekerasan kerusuhan di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, sehingga total tersangka menjadi lima orang.

Dirreskrimum Polda DIY Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi menyebutkan dari lima orang tersangka, dua di antaranya berkaitan dengan keributan di Kafe MG di Seturan, Caturtunggal, Kecamatan Depok dan tiga tersangka lainnya terkait kekerasan di Jambusari, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu 2 Juli 2022.

"Untuk (kerusuhan) di TKP Babarsari sedang kami lakukan penyelidikan. Beberapa saksi sudah kami periksa," ujar Ade saat jumpa pers di Mapolda DIY, Yogyakarta, Jumat, 8 Juli 2022.

Dari lima tersangka itu, polisi menahan empat orang berinisial RB alias D, JNEE alias O, AL alias L, dan YDM alias B. Satu tersangka lainnya berinisial R masih dilakukan pengejaran. "Satu masih kami lakukan pengejaran dan pencarian," kata dia.

Ade menjelaskan bahwa RB alias D dan JNEE alias O merupakan tersangka kasus kekerasan di Kafe MG atau tempat karaoke di kawasan Seturan pada Sabtu dini hari 2 Juli.

Di Kafe MG, mula-mula terjadi keributan antara korban E dan kelompok pelaku yang mengakibatkan beberapa peralatan rusak, termasuk komputer. Di lokasi itu, kata dia, RB alias D melakukan keributan dengan cara mendorong korban.

"Dia juga membawa senjata tajam berbentuk parang sepanjang 40 cm, kemudian membacok salah satu korban mengenai bahu kanan," kata dia.

Sementara itu, JNEE alias O, lanjut Ade, menusuk pinggang kanan korban, salah satu korban terkena di dada kiri, dan satu korban lainnya terluka di tangan kiri.

Polisi menjerat dua tersangka itu dengan Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang, serta penganiayaan terhadap orang dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

"Kami melakukan penyitaan barang bukti berupa kaus korban, kemudian alat-alat untuk melakukan kejahatan dan kami terus melakukan pencarian senjata tajam berbentuk parang," ujarnya.

Adapun AL alias L dan YDM alias B merupakan tersangka kasus kekerasan di Jambusari yang merupakan buntut dari keributan di Kafe MG.

Dalam peristiwa kekerasan pada hari Sabtu 2 Juli sekitar pukul 04.30 WIB itu, menurut dia, setidaknya tiga orang mengalami luka-luka.

Tersangka AL alias L mendatangi lokasi itu dengan membawa senjata tajam berbentuk parang, kemudian menghasut 50 orang yang datang bersamanya untuk melakukan penyerangan. "Mengatakan serang di TKP Jambusari," ucapnya.

Berikutnya, tersangka YDM alias B melakukan pembacokan terhadap salah satu korban. "Ada dugaan tersangka YDM ini membawa senjata tajam. Ada yang bilang parang, ada yang bilang berbentuk pedang," ujar Ade.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 170 KUHP juncto Pasal 55 KUHP subsider Pasal 351 KUHP serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam tanpa hak.

Khusus untuk tersangka AL alias L, polisi juga mengenakan Pasal 160 KUHP tentang perbuatan menghasut orang untuk berbuat kejahatan.

Pelaku berinisial R yang hingga kini masih diburu polisi. Sebelumnya, yang bersangkutan ditetapkan tersangka untuk kasus di Jambusari dengan dugaan melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang dan pelanggaran Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kerusuhan di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (4/7) siang, menyebabkan sejumlah ruko dan sepeda motor rusak.

Peristiwa itu diduga dipicu kasus kekerasan terhadap tiga orang di Jambusari, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (2/7) pagi, yang merupakan buntut dari kericuhan di Kafe MG atau tempat karaoke di kawasan Seturan, Sleman.

Baca: Tiga Kelompok Warga Minta Maaf soal Kerusuhan Babarsari






Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

3 jam lalu

Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

Menengok penghulu di balik Kaesang Pangarep-Erina menikah. Ada 2 juta pernikahan berlangsung tiap tahun maka jumlah penghulu saat ini masih kurang.


Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

1 hari lalu

Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

JAFF selalu menjadi titik temu para pembuat dan pemain film dengan para penontonnya. Selain itu, beragam Special Program JAFF17 juga menjadi ajang belajar dan diskusi yang diikuti oleh mereka yang tertarik dengan berbagai profesi di industri film


Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

1 hari lalu

Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

Ada beberapa hal yang disoroti terkait kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego Imogiri ada Februari lalu.


Kaesang dan Erina 10 Desember Menikah: Begini Tugas dan Wewenang Penghulu di Pernikahan

1 hari lalu

Kaesang dan Erina 10 Desember Menikah: Begini Tugas dan Wewenang Penghulu di Pernikahan

Penghulu dalam pernikahan Kaesang Pangarep, putra Jokowi itu tidaklah orang asing melainkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Depok, Sleman.


Dishub DIY Ungkap 5 Ruas Jalan yang Paling Rawan Terjadi Kecelakaan

2 hari lalu

Dishub DIY Ungkap 5 Ruas Jalan yang Paling Rawan Terjadi Kecelakaan

Dinas Perhubungan DIY mengungkapkan bahwa jumlah kasus kecelakaan di wilayahnya cukup tinggi.


Yogyakarta Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Dua Agenda Utama Ini Disiapkan

2 hari lalu

Yogyakarta Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Dua Agenda Utama Ini Disiapkan

Kelancaran penyelenggaraan G20 di Indonesia lalu menjadi salah satu panduan untuk turut mensukseskan gelaran Asean Tourism Forum di Yogyakarta.


Tak Perlu ke Hutan, Belajar Ragam Burung Bisa dari Area Kampus Yogyakarta ini

2 hari lalu

Tak Perlu ke Hutan, Belajar Ragam Burung Bisa dari Area Kampus Yogyakarta ini

Di Yogyakarta, dari area kampus, ternyata masih bisa melihat dan mempelajari berbagai ragam burung dan perilakunya di alam lepas.


Daftar 10 Provinsi dengan UMP Terendah, Yogyakarta Tidak Lagi di Peringkat 1

2 hari lalu

Daftar 10 Provinsi dengan UMP Terendah, Yogyakarta Tidak Lagi di Peringkat 1

Peringkat pertama provinsi dengan UMP terendah tidak lagi ditempati Provinsi Yogyakarta. Berikut daftar 10 provinsi dengan UMP terendah.


Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

2 hari lalu

Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

Ikon di kampung wisata Kota Yogyakarta itu perlu ditemukan, di-branding lalu dijual kepada wisawatan.


5 Tempat Healing Murah Meriah Searah Gunung Merapi, Yogyakarta yang Berkesan

4 hari lalu

5 Tempat Healing Murah Meriah Searah Gunung Merapi, Yogyakarta yang Berkesan

Kawasan obyek wisata yang letaknya bisa ditempuh satu arah perjalanan tak lain Yogyakarta bagian utara yang searah menuju kawasan Gunung Merapi.