Sempat Kesulitan Deteksi Varian Baru Covid-19, Menkes Bakal Perbanyak Tes Genome

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengecek vaksinasi di Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengecek vaksinasi di Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah menggalakkan strategi pelacakan dan pengetesan varian baru Covid-19 sejak Januari lalu. Budi mengakui pemerintah sempat kesulitan mengidentifikasi varian baru Covid-19 ini karena masih minimnya tes genome di Tanah Air.

    "Sebelumnya dalam satu tahun kita baru melakukan 172 testing genomic, sehingga kalau ada varian baru sulit teridentifikasi padahal beberapa negara setahun bisa 10 ribu testing," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 15 Maret 2021.

    Namun menurut dia, pemerintah saat ini sudah meningkatkan upaya deteksi dengan membentuk jaringan laboratorium bersama Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional pada 8 Januari lalu. Dia mengatakan dengan kerja sama ini tes genome meningkat cukup pesat.

    "Sesudah meningkat sudah kita temui adanya varian baru yang sebenarnya sudah masuk di awal tahun," ujarnya.

    Dua kasus Covid-19 varian baru B117 pertama berasal dari pekerja migran Indonesia dari Arab Saudi dan empat kasus Covid-19 B117 dari transmisi lokal. Kasus ini masing-masing diumumkan pada 2 Maret dan 8 Maret lalu.

    Budi Gunadi mengatakan pemerintah akan memperbanyak dan memperketat whole genome sequencing (WGS) terkait varian baru Covid-19 dengan memanfaatkan seluruh jaringan laboratorium yang ada di Kemenristek/BRIN. "Kami sudah menindaklanjuti untuk tracing-nya dan alhamdulilah sampai sekarang semuanya masih negatif," ucap Budi.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: Menkes Budi Gunadi: Kendala Laju Penyuntikan karena Ketersediaan Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.