Komnas Perempuan: Ada 299.911 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Sepanjang 2020

Reporter

Editor

Amirullah

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dalam acara peluncuran Catatan Tahunan (Catahu) 2020 di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020. TEMPO/Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Komnas Perempuan mencatat terdapat 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020. Angka tersebut menurun signifikan dibandingkan laporan tahun lalu yang tercatat sebanyak 431.471 kasus.

“Penurunan tajam data kasus yang dapat dicatatkan pada Catahu (catatan tahunan) 2020 ini lebih merefleksikan kapasitas pendokumentasian daripada kondisi nyata kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi yang cenderung meningkat,” kata Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani dalam keterangannya, Jumat, 5 Maret 2021.

Berkurangnya kompilasi keseluruhan jumlah data yang dilaporkan, kata Andy, teradi karena kuesioner yang dikembalikan menurun hingga hanya 50 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan, Komnas Perempuan tidak mendapatkan informasi mengenai kondisi kasus kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Dari 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan, kasus yang ditangani pengadilan sejumlah 291.677 kasus, lembaga layanan mitra Komnas Perempuan sejumlah 8.234 kasus, dan Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR) Komnas Perempuan sebanyak 2.389 kasus.

Dari 8.234 kasus yang ditangani oleh lembaga layanan mitra Komnas Perempuan, jenis kekerasan terhadap perempuan tercatat kekerasan terhadap istri (KTI) menempati peringkat pertama dengan 3.221 kasus, kekerasan dalam pacaran 1.309 kasus, kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 954 kasus, dan sisanya kekerasan oleh mantan pacar, mantan suami, serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga.

Bentuk kekerasan yang paling menonjol di ranah pribadi ini adalah kekerasan fisik 2.025 kasus (31 persen) menempati peringkat pertama disusul kekerasan seksual sebanyak 1.983 kasus (30 persen), psikis 1.792 (28 persen), dan ekonomi 680 kasus (10 persen).

Di ranah publik, kasus paling menonjol adalah kekerasan seksual sebesar 962 kasus (55 persen) yang terdiri dari dari kekerasan seksual lain (atau tidak disebutkan secara spesifik) dengan 371 kasus, diikuti oleh perkosaan 229 kasus, pencabulan 166 kasus, pelecehan seksual 181 kasus, persetubuhan sebanyak 5 kasus, dan sisanya adalah percobaan perkosaan 10 kasus. 

Catahu Komnas Perempuan juga mendapati adanya kenaikan kasus dalam perdagangan orang dibandingkan tahun sebelumnya, dari 212 menjadi 255, dan terdapat penurunan pada kasus kekerasan terhadap perempuan pekerja migran dari 398 menjadi 157.

Di ranah pelaku negara, kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan sejumlah 23 kasus. Kekerasan ini meliputi perempuan berhadapan dengan hukum 6 kasus, kekerasan terkait penggusuran 2 kasus, kebijakan diskriminatif 2 kasus, kekerasan dalam konteks tahanan dan serupa tahanan 10 kasus, serta 1 kasus dengan pelaku pejabat publik.

Sepanjang 2020 juga tercatat 77 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan disabilitas dan perempuan dengan disabilitas intelektual merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan sebesar 45 persen.

Sementara itu tercatat 13 kasus kekerasan terhadap lesbian, biseksual, transgender (LBT), bertambah 2 kasus dari tahun 2019 (11 kasus), dengan kekerasan yang mendominasi adalah kekerasan psikis dan ekonomi. Selain itu, terdapat kenaikan angka luar biasa kasus perempuan dengan HIV AIDS yakni sebanyak 203 dibandingkan tahun 2019 yang hanya 4 kasus.

Selanjutnya kekerasan yang dialami oleh Perempuan Pembela HAM (Women Human’s Rights Defender – WHRD) di tahun 2020 sebanyak 36 kasus, naik dari tahun lalu yang hanya dilaporkan sebanyak 5 kasus.

Data Lembaga Penyedia Layanan menunjukkan bahwa KBGS (Kekerasan Berbasis Gender Siber) meningkat dari 126 kasus di 2019 menjadi 510 kasus pada tahun 2020. Bentuk kekerasan yang mendominasi KBGS adalah kekerasan psikis 49% (491 kasus) disusul kekerasan seksual 48 persen (479 kasus) dan kekerasan ekonomi 2 persen (22 kasus). 






Pejabat Polisi China Dipecat Menyusul Serangan Terhadap Perempuan di Restoran

13 hari lalu

Pejabat Polisi China Dipecat Menyusul Serangan Terhadap Perempuan di Restoran

Seorang wakil direktur polisi di China dipecat setelah serangan terhadap sekelompok wanita di sebuah restoran di China utara memicu kemarahan publik


Pelapor Hotman Paris Gelar Aksi di Komnas Perempuan, Minta Setop Pelecehan

16 hari lalu

Pelapor Hotman Paris Gelar Aksi di Komnas Perempuan, Minta Setop Pelecehan

Forum Batak Intelektual (FBI) pernah melaporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda Metro Jaya


Karyawan Wanita di Google Bakal Terima Penyesuaian Gaji Rp 1,7 Triliun

23 hari lalu

Karyawan Wanita di Google Bakal Terima Penyesuaian Gaji Rp 1,7 Triliun

Tiga karyawan wanita Google mengajukan class-action diskriminasi gender. Proses gugatan telah berjalan lima tahun sebelum ada penyelesaian ini.


Serang Sekelompok Wanita di Restoran, 9 Pria Ditangkap Polisi China

23 hari lalu

Serang Sekelompok Wanita di Restoran, 9 Pria Ditangkap Polisi China

Kepolisian China menangkap sembilan pria atas serangan brutal terhadap sekelompok wanita di sebuah restoran di Cina utara


B20: Semakin Banyak Perempuan Terlibat Akan Lesatkan Pertumbuhan PDB Global

25 hari lalu

B20: Semakin Banyak Perempuan Terlibat Akan Lesatkan Pertumbuhan PDB Global

B20 mengemukakan dengan semakin banyak keterlibatan perempuan dalam bisnis dan manajerial bakal lebih melesatkan pertumbuhan PDB Global.


Eva Mendes dan Ryan Gosling Berbagi Tugas Besarkan Anak Tanpa Stereotip Gender

31 hari lalu

Eva Mendes dan Ryan Gosling Berbagi Tugas Besarkan Anak Tanpa Stereotip Gender

Eva Mendes mengatakan Ryan Gosling menyiapkan makan malam dan memberikan contoh yang baik bahwa tak ada peran khusus gender.


Pembunuhan Dini, Ahli Psikologi Forensik: Jika Tidak Membunuh, Dia Bunuh Diri

50 hari lalu

Pembunuhan Dini, Ahli Psikologi Forensik: Jika Tidak Membunuh, Dia Bunuh Diri

Menurut ahli psikologi forensik itu semestinya Komnas Perempuan turun tangan dalam kasus pembunuhan Dini Nurdiani yang berlatar cinta segitiga.


Soal Penentangan LGBT, Sejuk: Banyak Kebijakan Diskriminatif untuk Komunitas Ini

56 hari lalu

Soal Penentangan LGBT, Sejuk: Banyak Kebijakan Diskriminatif untuk Komunitas Ini

Menanggapi sikap publik terhadap isu LGBT yang viral di media sosial, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) mengatakan sikap publik Indonesia yang kontra terhadap keberadaan LGBT mulai menguat sejak 2016.


Seven Progressive Pesantren

6 Mei 2022

Seven Progressive Pesantren

This year, stories from Islamic boarding schools or pesantrens that progressively emphasize the importance of conserving environment, ...


Megan Fox Terapkan Pengasuhan Tidak Konvensional dan Biarkan Anak Pakai Dress

27 April 2022

Megan Fox Terapkan Pengasuhan Tidak Konvensional dan Biarkan Anak Pakai Dress

Megan Fox membiarkan Noah pakai dress saat dia dan mantan suami mencoba menunjukkan identitas gender dengan cara yang bijak.