Harlah NU ke-95, Wapres Ma'ruf Amin: Tugas Menyebarkan Aswaja Semakin Berat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menemui Wakil Presiden KH Maruf Amin pada Jumat 11 September 2020. Foto Istimewa

    Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menemui Wakil Presiden KH Maruf Amin pada Jumat 11 September 2020. Foto Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan selamat atas hari lahir Nahdlatul Ulama ke-95. Ia berharap NU terus konsisten mengemban amanah untuk menyebarkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

    "Saat ini, tugas tersebut semakin berat seiring berkembangnya paham-paham keagamaan yang lain. Karena itu, mengawal Ahlussunnah Wal Jamaah pada masa sekarang menjadi sangat penting," ujar Ma'ruf Amin lewat akun Instagram @kyai_marufamin, Ahad, 31 Januari 2021.

    NU juga diharapkan terus memegang teguh amanah kebangsaan. "Sesuai dengan posisi NU sebagai Jamiyah Diniyah Islamiyah, para ulama dari dulu hingga sekarang selalu konsisten mengembangkan misi bagaimana membangun Islam damai dalam bingkai NKRI," tutur Ma'ruf.

    Baca: Megawati: PDIP dan NU Sangat Dekat dan Selalu Beriringan

    ADVERTISEMENT

    Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU lahir 95 tahun silam, tepatnya tanggal 31 Januari 1926. Pendirian NU digagas para kiai ternama dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang menggelar pertemuan di kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya. Salah satu pemrakarsanya adalah KH Hasyim Asy’ari.

    Dikutip dari laman nu.or.id, NU awalnya dibentuk untuk merespons kondisi rakyat yang sedang terjajah, problem keagamaan, dan problem sosial di Tanah Air saat itu. Selain itu, juga mempertahankan warisan-warisan kebudayaan dan peradaban Islam yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

    Dalam perjalanan riwayatnya, NU berkembang pesat dan amat terjaga secara tradisional hingga saat ini telah berhasil memberikan sumbangsih terhadap kehidupan beragama yang ramah di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.