Jokowi Beri Keluarga Miskin Sembako Senilai Rp 600 Ribu Per Bulan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan akan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Bantuan yang akan diberikan akibat Wabah Covid-19 itu, akan diserahkan dalam bentuk sembako.

    "Akan ada bansos khusus dari presiden untuk Jabodetabek, yaitu paket sembako dengan nilai Rp 600 ribu per keluarga," kata Menteri Sosial Juliari Batubara, saat teleconference, Selasa, 7 April 2020.

    Bantuan ini disebut Juliari akan diberikan untuk 3 bulan ke depan dan akan dimulai sejak bulan April ini. Ia mengatakan bantuan akan diberikan pada warga yang terdaftar di data Kementerian Sosial.

    Para penerima nantinya adalah keluarga yang ada dalam data terpadu Kementerian Sosial, ditambah masukan data dari Pemerintah Daerah. "Saat ini kami sudah memegang data masukan dari Pemda DKI, baru kemarin kami terima," kata Juliari.

    Juliari mengatakan pembagian bantuan berupa sembako ini baru bisa dimulai dua pekan sejak hari ini. Daerah-daerah tersebut dipilih karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

    Jokowi sebelumnya menegaskan bahwa sejumlah program jaring pengaman sosial yang telah ditetapkan pemerintah dalam rangka menjaga daya beli masyarakat di tengah tanggap darurat Covid-19 harus benar-benar tepat sasaran. Data-data kelompok penerima manfaat program tersebut harus dapat merinci penerima manfaat sehingga dapat dijamin keakuratannya. Keterlibatan pemerintah daerah dan desa juga diminta Jokowi untuk diperhatikan.

    "Karena program-program ini penting bagi rakyat, saya ingin menekankan bahwa pelaksanaannya harus betul-betul tepat sasaran," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.