Hati-hati, Wabah Virus Corona Memasuki Gelombang 2

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penyebaran virus Corona di dunia memasuki gelombang kedua.

    Yurianto, yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, meminta masyarakat tetap waspada penyebaran virus Corona di gelombang kedua ini.

    Meski begitu angka kematian akibat penyakit ini dilaporkan menurun.

    "Kalau sebelumnya angka kematian 3 persen, sekarang 2 persen," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Menurut dia, situasi pada gelombang pertama(first wave) berbeda dengan gelombang kedua. First wave terjadi sejak wabah virus Corona meledak di Wuhan, Cina.

    Yurianto menjelaskan pada gelombang 1 angka penularan di daratan Cina sangat tinggi sedangkan di negara lain rendah.

    Adapun pada gelombang 2 ini yang terjadi sebaliknya.

    "Kemarin saya lihat ada 20 negara yang baru melaporkan ada kasus. Artinya nyebarnya cepat sekali."

    Selain itu, terjadi perubahan gambaran klinis dari infeksi ini.

    Yurianto menerangkan, bila di gelombang 1 ada masa inkubasi selama 14 hari, penderita mengalami gejala demam, batuk, dan sesak nafas.

    Nah, di gelombang 2 penyebaran virus Corona ini masa inkubasi bisa lebih lama. Walhasil publik menganggap terjadi kebobolan dalam diagnosa.

    "Dianggap 14 hari (observasi) sudah negatif, boleh pulang, ternyata munculnya di hari ke-20 atau ke-21 dan menular ke mana-mana," tuturnya.

    Ada pula kasus di gelombang 2 dengan gejala yang minimal, bahkan asimtomatis alias tanpa gejala. Yurianto mencontohkan penularan terhadap 2 WNI positif virus Corona.

    "Ini bisa dipakai menjelaskan kenapa sumber kontak di klaster (klub dansa) Amigos itu tidak ke-detect di bandara karena (WNA asal Jepang) tanpa keluhan," tuturnya.

    Meski begitu Yurianto meminta publik tidak khawatir. Tapi dia mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh terjaga sehingga tidak tertular virus Corona alias Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.