Tragedi Sungai Sempor, Sultan HB X: Sekolah Tanggung Jawab

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upaya pencarian siswa SMPN 1 Turi yang hanyut terseret arus banjir Sungai Sempor di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Sementara enam siswa dilaporkan tewas. ANTARA/HO-Rony Arya

    Upaya pencarian siswa SMPN 1 Turi yang hanyut terseret arus banjir Sungai Sempor di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Sementara enam siswa dilaporkan tewas. ANTARA/HO-Rony Arya

    TEMPO.CO, Yogyakarta: Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyesalkan tragedi Sungai Sempor yang dialami ratusan siswa SMP N 1 Turi Sleman di Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman pada hari Jumat, 21 Februari 2020. 

    Hingga malam ini, sebanyak 6 siswa dinyatakan tewas, 2 di antaranya belum dapat diidentifikasi. Peristwai ini berawal ketika sedikitnya 250 siswa SMPN 1 Turi melakukan susur sungai sebagai bagian dari kegiatan pramuka. 

    Mendadak[ sungai meluap saat para siswa menjalankan aktivitas pramuka menyusur jalan di sungai Sempor. 

    Sultan menilai, musibah yang menelan sedikitnya enam korban jiwa itu seharusnya tak perlu terjadi bilamana di musim hujan ini sekolah mengantisipasi tak mengizinkan kegiatan di dekat sungai yang rawan bahaya banjir.

    Namun yang terjadi sekolah justru membiarkan ratusan siswanya melakukan kegiatan susur sungai. 

    "Saya minta pimpinan sekolah bisa bertanggungjawab atas musibah ini," ujar Sultan HB X.

    Sultan pun menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa itu.

    "Saya ikut berduka cita atas meninggalnya beberapa anak saat beraktivitas menyusuri sungai," ujar Sultan.

    Sultan HB X merasa prihatin dan menyesalka, mengapa aktivitas susur sungai itu bisa dilakukan pihak sekolah saat musim hujan sehingga dampaknya membawa korban para siswa.

    "Kenapa, saat sedang musim hujan ada aktivitas menyusuri sungai?" ujar Sultan.

    Sultan pun berharap, sekolah apapun tingkatannya, tidak melakukan aktivitas apapun berdekatan dengan sungai saat puncak penghujan seperti bulan Februari ini.

    "Apalagi kegiatan menyusuri sungai, itu jelas sangat berbahaya," ujar Sultan.

    Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi menuturkan dengan masih berlangsungnya pencarian korban hilang susur sungai itu oleh para relawan, pemerintah DIY akan mengerahkan berbagai langkah.

    Salah satunya membangun dapur umum untuk logistik para relawan yang bekerja maraton mencari korban tragedi Sungai Sempor.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara