KPK Klaim 36 Kasus yang Dihentikan adalah Penyelidikan Tertutup

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberikan keterangan terkait ditetapkannya Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberikan keterangan terkait ditetapkannya Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim sebanyak 36 kasus yang dihentikan merupakan penyelidikan tertutup.

    "Sebetulnya 36 kasus penyelidikan yang dihentikan itu semuanya adalah penyelidikan tertutup. Bukan penyelidikan terbuka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Februari 2020.

    Alex berujar kebanyakan dari 36 kasus yang dihentikan itu berkaitan dengan dugaan suap, seperti pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, hingga pengurusan perkara. Proses pencarian alat bukti pun, kata Alex, berdasarkan penelusuran informasi terkait adanya proses transaksi pemberian uang.

    Namun, KPK membuka kemungkinan bahwa penyelidikan 36 kasus ini bisa kembali dilanjutkan. Alex menuturkan hal tersebut dapat dilakukan jika ada informasi atau bukti baru terkait kasus tersebut.

    "Nanti kalau ada laporan masyarakat masuk lagi, masih berkaitan dengan proses penyelidikan, ya, kami buka lagi. Penyidikan saja masih bisa dibuka, apalagi proses penyelidikan," kata Alex.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara