Djarot: Saat Dipenjara, Pak Ahok Marah kepada Semua Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat bertemu menjelang acara Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat bertemu menjelang acara Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membenarkan bahwa kawannya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memang marah kepada semua orang ketika pertama masuk tahanan.

    "Waktu itu, saya bertemu Pak Ahok di Cipinang, saya bilang 'Pak banyak yang demo di luar mendukung Bapak'," kata Djarot menceritakan ulang kisah ini di acara peluncuran buku "Panggil Saya BTP di acara "Ngobrol Bareng Tempo" di kantor Tempo pada Senin, 17 Februari 2020.

    Lalu, Djarot menuturkan Basuki berkata, "Biarain aja biar dibakar sekalian, biar dirobohin sekalian."

    Basuki mengatakan di masa awal penahanan ia marah kepada semua orang. Di bagian pengantar buku ini, Basuki sedikit menceritakan apa yang ia rasakan di hari-hari pertama di tahanan. 

    “Awal masuk penjara merupakan masa terberat yang pernah dialami oleh saya. Luar biasa. Marah karena berasa dikhianati oleh orang-orang dan merasa ditinggalkan. Gubernur (yang masih) menjabat, langsung dimasukkan ke dalam penjara.,” kata Basuki seperti dikutip dari buku “Panggil Saya BTP”.

    Lantas apakah juga termasuk marah ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi, partnernya saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta?

    Ketika ditanya soal ini oleh moderator diskusi Wayan Agus Purnomo, yang merupakan redaktur politik Majalah Tempo, Basuki Tjahaja Purnama menjawab, "Saya marah kepada semua orang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.