Yasonna Ingin Tim Pencari Fakta Harun Masiku Independen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat menjadi keynote speaker di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 27 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat menjadi keynote speaker di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 27 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan ingin membuat tim pencari fakta kepulangan Harun Masiku yang independen. Tim bentukan Yasonna itu terdiri dari Unit Cyber Crime Markas Besar Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN), serta Ombudsman. 

    Yasonna bahkan mencopot Ronny Sompie dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Imigrasi agar tim itu bisa bekerja tanpa intervensi. "Kalau tim saya nanti orang enggak percaya. Supaya betul-betul independen, maka dirjen imigrasi difungsionalkan dan sekarang ditunjuk Plh," ujar Yasonna.

    Empat unsur ini, kata Yasonna, akan menelisik kejanggalan keterangan imigrasi yang menyebut tak tahu tersangka kasus suap Harun Masiku sudah pulang ke Indonesia. Imigrasi beralasan ada keterlambatan data.

    "Jadi sekali lagi, keempat unsur ini akan melihat, supaya terjadi betul-betul hal independen dalam penelitian, supaya jangan ada conflict of interest, jadi saya sudah memfungsionalkan Dirjen Imigrasi dan Sisdik Keimigrasian siang ini," ujar politikus PDIP itu.

    Harun Masiku merupakan kader PDIP yang menjadi tersangka atas dugaan suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari lalu, keberadaan Harun tidak diketahui.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.