3 Instruksi Jokowi untuk Atasi Banjir Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan sampah pasca banjir yang melanda Kompleks IKPN Bintaro, Jakarta Selatan, Ahad, 5 Januari 2020. Banjir awal tahun 2020 di sejumlah daerah khususnya di ibukota menyisakan tumpukan sampah yang ditutupi lumpur. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tumpukan sampah pasca banjir yang melanda Kompleks IKPN Bintaro, Jakarta Selatan, Ahad, 5 Januari 2020. Banjir awal tahun 2020 di sejumlah daerah khususnya di ibukota menyisakan tumpukan sampah yang ditutupi lumpur. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan tiga instruksi untuk mengatasi banjir di wilayah Jabodetabek. Instruksi ini dijelaskan dalam rapat di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020, bersama kepala daerah dari wilayah yang terdampak banjir pada awal tahun ini, dan bersama sejumlah menterinya.

    "Presiden sampaikan agar, pertama, reforestasi penghijauan segera dilakukan. Tak hanya tanaman keras, namun tanaman yang pencegah erosi, vetiver," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, saat konferensi pers usai rapat.

    Kedua, Basuki mengatakan Jokowi menginstruksikan agar pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi bagian hulu, dipercepat. Ketiga, adalah meminta agar sodetan Ciliwung Kanal Banjir Timur bisa selesai selesai di tahun ini.

    Khusus untuk pembangunan sodetan Ciliwung BKT, Basuki mengatakan masalah yang tersisa adalah pembebasan tanah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata Basuki, telah turun ke masyarakat untuk menyelesaikan urusan ini.

    "Normalisasi dan naturalisasi segera diselesaikan. Dan ini tak hanya di Ciliwung, masih ada 13 sungai, ada Pesanggrahan, Angke, Sunter, Mookervart, belum lagi yang kecil-kecil. Ini arahan jelas presiden menyangkut pekerjaan saya," kata Basuki.

    Basuki mengatakan kementeriannya tak hanya akan berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Namun ia juga akan melibatkan pemprov lain yang juga terlibat, untuk melaksanakan penanganan banjir jangka panjang lebih cepat.

    "Kami komitmen untuk Bekasi. Kali Bekasi belum ditangani secara sistem. Mulai tahun ini akan ditangani secara sistem. Mudah-mudahan 2-3 tahun ada perkembangan lebih baik," kata Basuki.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.