Selain Wiranto, Ini 8 Anggota Wantimpres Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Agung Laksono, politikus PDIP Sidarto Danusubroto, pengusaha Arifin Panigoro, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pengusaha Putri Kuswisnu Wardani, politikus PPP Mardiono, dan pengusaha Dato Sri Tahir akan dilantik sebagai Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, 13 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    Politikus Partai Golkar Agung Laksono, politikus PDIP Sidarto Danusubroto, pengusaha Arifin Panigoro, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pengusaha Putri Kuswisnu Wardani, politikus PPP Mardiono, dan pengusaha Dato Sri Tahir akan dilantik sebagai Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, 13 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019. Berikut profil singkat anggota Wantimpres di periode kedua Jokowi.

    1. Sidarto Danusubroto

    Politikus PDIP ini pernah menjadi Wantimpres pada pemerintahan Jokowi periode pertama. Kali itu, ia dilantik pada 19 Januari 2015. Sidarto pernah menjabat sebagai Ketua MPR pada 8 Juli 2013 hingga 1 Oktober 2014. 

    2. Agung Laksono

    Agung merupakan politikus Partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    3. Putri Kuswisnuwardhani

    Putri merupakan anak dari Mooryati Soedibyo, pendiri sekaligus perintis PT Mustika Ratu yang kini dikenal sebagai perusahaan kosmetika ternama. Wanita 60 tahun ini aktif sebagai pengusaha dengan memimpin PT Mustika Ratu.

    4. Wiranto

    Politikus Hanura ini merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di periode pertama pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. Wiranto pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1987-1991. Karier militernya melesat hingga akhirnya menjadi Panglima ABRI (sekarang Panglima TNI) pada Maret 1998.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.