Kata Nusron Pujian Jokowi ke Airlangga Bukan Berarti Merestui

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nusron Wahid saat menghadiri pengumuman kepengurusan baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. Nusron Wahid menjabat sebagai Korbid Pemenangan Pemilu Jawa Kalimantan di Partai Golkar. TEMPO/Subekti.

    Nusron Wahid saat menghadiri pengumuman kepengurusan baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. Nusron Wahid menjabat sebagai Korbid Pemenangan Pemilu Jawa Kalimantan di Partai Golkar. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid meyakini Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak merestui siapa pun kandidat ketua umum Golkar di musyawarah nasional Desember mendatang. Nusron optimistis Jokowi tak akan ikut-ikutan dalam agenda internal partainya.

    "Saya yakin tidak ada restu-merestui kepada satu atau dua orang kandidat dari Pak Presiden, termasuk kepada Pak Airlangga," kata Nusron kepada wartawan, Jumat, 8 November 2019.

    Nusron juga menilai Jokowi adalah orang yang demokratis. Menurut dia, Jokowi akan menghargai mekanisme internal Partai Golkar dalam pemilihan ketua umum. Pemilihan ketua umum merupakan hak pemilik suara di dalam munas, yakni Dewan Pimpinan Daerah tingkat I dan II.

    Loyalis Bambang Soesatyo ini pun menganggap wajar jika sebelumnya Jokowi memuji ketua umumnya, Airlangga Hartarto. Pujian itu disampaikan Jokowi saat berpidato di acara HUT Partai Golkar ke-55 di Hotel Sultan, Rabu lalu, 6 November 2019.

    Jokowi kala itu memuji kiprah Airlangga sebagai menteri dan sebagai ketua umum Golkar. "Saya yakin Golkar ke depan akan terus melejit, karena ketuanya top," kata Jokowi di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

    Namun menurut Nusron, malah aneh jika Jokowi tak memuji menterinya sendiri. Dia lagi-lagi menegaskan pujian itu bukan berarti Jokowi menjatuhkan restu untuk Airlangga.

    "Memuji menteri bukan berarti merestui dan ikut-ikutan dalam munas atau agenda internal partai. Pak Jokowi pasti mengharapkan pelaksanaan munas berjalan dengan demokratis, fair play, dan tidak gaduh, serta menghargai berbagai pendapat yang ada," kata Nusron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.