Jokowi Sebut Penajam Paser Utara Minim Bencana, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat konferensi pers tentang pemindahan ibu kota di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat konferensi pers tentang pemindahan ibu kota di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. TEMPO/Subekti.

    Pada April 2018, bencana tanah longsor terjadi di Desa Telemow sekitar pukul 04.00 WITA. Akibatnya, 51 unit rumah warga di RT 06 dan RT 07 rusak. “Longsor terjadi sekitar Rabu pagi, sehingga banyak rumah warga yang rusak, termasuk rumah yang kami tinggal,” kata salah seorang korban, Mufsitin, seperti dikutip dari Antara.

    Hingga 7 Mei 2019, BPBD rupanya masih mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana longsor susulan. Kepala Badan Sub Bagian Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila mengatakan longsor susulan berpotensi terjadi karena tanah di wilayah ini mudah mengalami pergerakan dan keretakan.

    Di saat yang tak jauh berbeda, pada 11 Mei 2019, bencana longsor terjadi tepat di SD Negeri 07, Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, akibat hujan deras yang terus berlangsung. Untuk diketahui, di Kecamatan Sepaku inilah ibu kota persisnya akan dibangun, selain Kecamatan Semboja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.