Puisi Fadli Zon untuk Ahmad Dhani

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) hadir dalam sidang eksepsi kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 23 April 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) hadir dalam sidang eksepsi kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 23 April 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon menulis puisi untuk musikus Ahmad Dhani yang dijatuhi hukuman kurungan 1,5 tahun atas kasus ujaran kebencian. Puisi Fadli berisi tudingan bahwa pemerintah melakukan banyak persekusi dan melakukan kriminalisasi terhadap Ahmad Dhani.

    Menurut Fadli Zon, Dhani merupakan musikus yang dicemaskan oleh rezim. Karena lagu-lagu yang ia gubah, menurut Fadli, dapat membangunkan perlawanan. "Mereka cemas kata-katamu, melahirkan kesadaran, mereka gentar dengan lagumu, membangunkan perlawanan," tulis Fadli di bait kedua puisinya, yang diunggah ke akun Twitternya @fadlizon, Selasa 29 Januari 2019.

    Fadli melanjutkan, pemenjaraan Dhani adalah ulah rezim yang ingin penggawa grup musik Dewa 19 ini tunduk pada rezim. Selain itu, pemenjaraan ini juga ia nilai untuk membungkam sekaligus menebar teror ketakutan.

    Hakim memvonis Ahmad Dhani bersalah karena menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Kasusnya bermula pada saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Dhani mengunggah sebuah cuitan melalui akun @AHMADDHANIPRAST, yang belakangan dinyatakan terbukti mengandung ujaran kebencian.

    Dalam persidangan Hakim Ratmoho mengatakan Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Terdakwa diukum karena dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang dituju atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama ras dan antar golongan atau SARA. 

    Dhani dianggap melanggar pasal 45 huruf a junto pasal 28 ayat 2 undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia pun digelandang ke Lapas Cipinang usai dijatuhi hukuman oleh ketua majelis hakim Ratmoho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari kemarin.

    Berikut puisi lengkap karya Fadli Zon itu:

    AHMAD DHANI

    kau telah bersaksi
    tentang zaman penuh persekusi
    kau melihat dengan mata kepala sendiri
    teater kebiadaban rezim tirani
    kini kau korban kriminalisasi
    ruang gerakmu makin dibatasi
    kau telah didzalimi

    mereka cemas kata-katamu
    melahirkan kesadaran
    mereka gentar dengar lagumu
    membangunkan perlawanan
    menabuh genderang kebangkitan

    mereka bungkam kalimatmu
    sambil menebar teror ketakutan
    mereka hentikan nyanyianmu
    sambil mencari-cari kesalahan

    mereka ingin kau tunduk tersungkur
    tapi kau berdiri tegak pantang mundur
    mereka ingin kau berkhianat
    tapi kau kokoh menjunjung amanat
    membela umat
    membela rakyat

    perjalananmu kini menentukan
    kau bukan sekedar musisi pemberani
    kau penghela roda perubahan
    rezim ini harus segera diganti
    dan dimusnahkan

    Fadli Zon,
    Perjalanan Jakarta-Surabaya 29 Januari 2019

    #AhmadDhaniKorbanRezim
    #SaveAhmadDhani

    FIKRI ARIGI | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.