OTT Cirebon, KPK Ciduk 7 Orang dan Sita Uang Serta Bukti Transfer

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri), dalam konferensi pers OTT Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.  Zainudin merupakan adik kandung dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri), dalam konferensi pers OTT Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Zainudin merupakan adik kandung dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap 7 orang dalam OTT (operasi tangkap tangan) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 24 Oktober 2018. "Ada unsur kepala daerah yang diamankan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dihubungi, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Baca juga: KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan di Cirebon

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, dalam operasi itu KPK menyita barang bukti berupa uang tunai dan bukti transfer. Namun, Basaria belum menyebutkan jumlah uang yang disita.

    Basaria mengatakan, KPK menduga transaksi uang dalam operasi tersebut terkait dengan jual beli jabatan di Cirebon. Namun, belum dijelaskan mengenai detailnya. KPK berencana mengadakan konferensi pers.

    Berdasarkan catatan Tempo, ini merupakan kali kedua KPK menggelar OTT di wilayah Jawa Barat pada Oktober 2018. Sebelumnya, KPK membongkar dugaan kasus korupsi suap perizinan proyek Meikarta.

    Terkait OTT di Cirebon, Rabu malam, Rumah Dinas Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra tertutup dan dijaga Satuan Polisi Pamong Praja setelah adanya kabar OTT oleh KPK.

    Rumah dinas Bupati Cirebon yang terletak di Jalan Kartini, Kota Cirebon, biasanya terbuka. Setelah informasi yang menyebutkan adanya OTT, rumah dinas ini tertutup.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.