Fadli Zon: Tidak Tepati Janji, Jokowi Politik Kebohongan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Sejumlah anggota Partai Gerindra yang hadir belum mau memberikan pernyataan tentang cawapres pendamping Prabowo yang akan dideklarasikan malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di depan rumah Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Sejumlah anggota Partai Gerindra yang hadir belum mau memberikan pernyataan tentang cawapres pendamping Prabowo yang akan dideklarasikan malam ini. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak bisa memenuhi janji-janji selama memimpin. Ia mengatakan janji-janji Jokowi selama empat tahun memerintah yang belum terpenuhi.

    Baca: Ma'ruf Amin: Ada yang Bilang Saya Diperalat Jokowi, Ini Isu Kejam

    "Yang banyak melakukan kebohongan siapa? Kebohongan itu adalah orang yang membuat janji-janji kemudian janji itu tidak ditepati, itu namanya politik kebohongan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

    Fadli mengatakan, politik kebohongan sudah banyak dilakukan Jokowi selama empat tahun pemerintahannya. Dia pun menyebut Jokowi tengah menyindir dirinya sendiri ketika berbicara soal politik kebohongan itu. "Menurut saya Pak Jokowi sedang menyindir dirinya sendiri," kata dia.

    Baca juga: Fadli Zon Mencibir Gelar Menteri Terbaik yang Diraih Sri Mulyani

    Pernyataan ihwal politik kebohongan ini disampaikan Jokowi saat menghadiri perayaan hari ulang tahun Partai Golkar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Ahad kemarin, 21 Oktober 2018. Jokowi mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri politik kebohongan dan politik yang merasa paling benar sendiri.

    Simak: 4 Tahun Jokowi - JK, Luhut: Ada Kurang, Tapi Semua On Track

    "Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri. Dan mari kita perkuat politik pembangunan, politik kerja, politik berkarya," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.