Kejaksaan Agung Perpanjang Penahanan Karen Agustiawan 40 Hari

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan (tengah) mengenakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin, 24 September 2018.  Karen ditahan setelah menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi investasi perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. ANTARA/Humas Kejagung

    Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan (tengah) mengenakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin, 24 September 2018. Karen ditahan setelah menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi investasi perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. ANTARA/Humas Kejagung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan memperpanjang masa penahanan tersangka kasus rasuah eks Direktur Pertamina, Karen Agustiawan. Karen akan ditahan hingga 40 hari ke depan. 

    Baca: Kasus Karen Agustiawan, Kejaksaan Usut Aliran Dana

    “Perpanjangan masa penahanan dihitung sejak 14 Oktober sampai 22 November 2018,” Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Mukri, Jumat, 19 Oktober 2018. Seharusnya, masa penahanan Karen berakhir pada 13 Oktober 2018. Namun penyidik membutuhkan waktu untuk penyempurnaan berkas perkara. 
     
    Sebelumnya, Karen telah ditahan selama 20 hari sejak 24 September 2018. Penahanan Karen ini merupakan buntut dari penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi investasi Pertamina di Blok Master Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Karen ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2018.
     
     
    Penetapan Karen sebagai tersangka tertuang dalam Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018. Surat itu dikeluarkan pada 22 Maret 2018.
     
    Rekam jejak Karem di perusahaan minyak dan gas bumi milik negara itu bermula pada 2009. Ia menjabat sebagai orang nomor satu di Pertamina selama 6 tahun. Karen mengundurkan diri pada Oktober 2014 dan memilih menjadi pengajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.