Minggu, 25 Februari 2018

Fadli Zon Tegaskan Prabowo Subianto Bukan Militer Lagi

Reporter:

Chitra Paramaesti

Editor:

Rina Widiastuti

Sabtu, 3 Februari 2018 17:08 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon Tegaskan Prabowo Subianto Bukan Militer Lagi

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Prabowo Subianto berkomintmen mengikuti pemilihan presiden 2019 (Pilpres 2019). Hal itu, kata Fadli, untuk menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu tunduk kepada supremasi sipil.

    “Pak Prabowo kan bukan militer lagi, dia sudah purnawirawan, dia sipil dari puluhan tahun yang lalu,” kata Fadli, seusai pembukaan musyawarah nasional Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) di Hotel Royal Kuningan, Sabtu, 3 Februari 2018.

    Baca: Survei: Prabowo Peringkat Atas Penantang Jokowi di Pilpres 2019

    Fadli mengatakan tidak masalah dengan manuver Presiden Joko Widodo yang melibatkan banyak purnawirawan TNI. Dia mengtakan partainya juga memiliki wadah untuk para purnawirawan yang ingin terjun ke politik. “Namanya Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya,” ucap Wakil Ketua DPR itu.

    Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang menampung para purnawirawan TNI yang ingin berpolitik. Fadli beralasan, para purnawirawan tersebut masih sangat bernergi, maka disediakan wadah oleh Partai Gerindra untuk menyalurkan pemikirannya.

    Fadli berujar, dalam Pilpres 2019 nanti partainya akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Dia mengklain Prabowo dapat mengubah Indonesia ke haluan yang baru.

    Baca: Jika Prabowo Subianto Capres 2019, PKS Cawapres, Kata Hidayat...

    Menurut Fadli, saat kampanye pemilihan presiden 2014 lalu, Jokowi menyampaikan 100 janjinya yang akan diselesaikan dalam waktu lima tahun. Namun, Fadli menilai, janji-janji tersebut masih sedikit yang terealisasi. Karena itu, dia menganggap Jokowi lebih baik memimpin satu periode saja.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.