Muhaimin Tak Ingin Buru-buru Mendeklarasikan Diri untuk 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar berbicara kepada wartawan usai acara perayaan ulang tahun PKB yang ke-18 di kompleks parlemen, Jakarta, 25 Oktober 2017. TEMPO/Putri

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar berbicara kepada wartawan usai acara perayaan ulang tahun PKB yang ke-18 di kompleks parlemen, Jakarta, 25 Oktober 2017. TEMPO/Putri

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan banyaknya dukungan dari masyarakat agar ia mencalonkan diri menjadi presiden atau wakil presiden menjadi motivasi dan pemicu semangatnya.

    "Semakin bergairah melakukan yang terbaik, nanti kita lihat perkembangannya," kata Muhaimin Iskandar, saat ditemui setelah membuka acara Nusantara Mengaji di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat, 8 Desember 2017.

    Muhaimin mengatakan tak akan buru-buru mendeklarasikan diri. Saat ini, kata pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut, masih saatnya bekerja terlebih dulu. Menurut dia, belum terpikirkan apakah ia akan mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden pada 2019. "Lihat bagaimana perkembangan tahun depan," ujarnya.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari PKB, Jazilul Fawaid, menyebut partainya belum memutuskan apakah akan mengusung Muhaimin Iskandar dalam pemilihan presiden 2019. Menurut Jazilul, dalam daftarnya sudah ada 75 kelompok massa yang mendukung Muhaimin Iskandar.

    "Ke-75 pihak itu yang melakukan konferensi pers dan menyatakan ke publik, sedangkan yang tidak menyatakan ke publik jumlahnya ratusan, kira-kira 250-an pihak," katanya.

    Menurut Jazilul, mereka menunggu momentum yang tepat untuk mendeklarasikan Muhaimin Iskandar maju di pilpres 2019. "Saya yakin Cak Imin juga menunggu momentum yang tepat untuk memastikan pencalonannya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.