Ali Masykur Musa Pesimis Panja Pemilu Bisa Selesaikan Tugasnya Akhir Januari

Reporter

Editor

Selasa, 15 Juli 2003 14:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Panitia Kerja Pemilu, Ali Masykur Musa, mengaku pesimis dengan cara kerja Panitia Kerja (Panja) Pemilu kali ini. Kinerja mereka dinilai tidak efektif karena hanya mengulang apa yang sudah ada pada Pansus Pemilu. Akibatnya, out put-nya bukan rumusanrumusan alternatif tetapi masih berupa rumusan-rumusan yang membuka peluang terjadinya perbedaan pendapat. Yang terjadi itu hanya mengulang apa yang ada di Pansus sehingga kinerja Panja belum menemukan perubahan efektif. Kalau begini terus, saya pesimis akan selesai akhir Januari ini, kata dia, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya gedung DPR/MPR, Rabu (15/1). Menurut Ketua DPP PKB ini masih banyak daftar inventarisasi masalah yang belum terselesaikan, termasuk tentang sistem pelaksanaan pemilu: apakah memakai proporsional tertutup atau terbuka. Kemudian, soal penentuan kursi: berdasar atas perimbangan penduduk atau ada unsur perwakilannya. Itu masih banyak yang ditunda, katanya. Siang tadi, pembahasan Panja berkisar pada masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu, yaitu dari pendaftaran hingga kampanye, dan soal Komisi Pemilihan Umum. Menurut Ali, kampanye berkaitan dengan tiga hal krusial, yaitu siapa yang kampanye, dana kampanye, dan bagaimana berkampanye. Dijelaskan, para pejabat publik seharusnya tidak lagi melakukan kampanye demi partainya. Alasannya, hal itu akan mengganggu kinerjanya sebagai pejabat. Selain itu, juga menghindarkan kemungkinan pejabat itu menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye. Kami menyetujui dalam RUU, yaitu pejabat publik sejak Presiden hingga Lurah tidak diperkenankan terlibat proses kampanye, kata Ali. Berkaitan dengan dana kampanye, pihaknya menyarankan agar ada pembatasan. Dalam urusan ini, KPU harus melakukan pembatasan dana kampanye, meski besarnya pembatasan itu sendiri masih relatif. Yang penting, menurut Ali, ada pengaturan dan transparansi. Hal itu penting untuk menghindari sumbangan dari institusi, perorangan, atau perusahaan yang tidak jelas. Perusahaan boleh menyumbang, tapi harus jelas dan transparansinya harus diaudit oleh akuntan independen, katanya, sembari menyebut persoalan ini sudah terefleksi dalam pembahasan walaupun masih terjadi pro-kontra. Hal lain yang menjadi sorotan anggota Panja berkait dengan pertanyaan, Apakah kampanye boleh dilakukan di luar daerah pemilihan seorang calon atau tidak? Misalnya seseorang mewakili daerah Jakarta, bisakah dia berkampanye di daerah luar Jakarta, bahkan luar pulau Jawa? Itu juga sudah dibahas, tapi belum diputuskan: apakah boleh berkampanye di daerah lain. Atau, bagi calon yang berkampanye secara nasional, konsekuensinya tidak boleh mencalonkan diri, tandas Ali. (Andi Dewanto Tempo News Room)

Berita terkait

Belum Terbitkan Sprindik Baru Eddy Hiariej, KPK Bantah Ada Intervensi Mabes Polri

1 jam lalu

Belum Terbitkan Sprindik Baru Eddy Hiariej, KPK Bantah Ada Intervensi Mabes Polri

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak membantah ada tekanan dari Mabes Polri sehingga belum menerbitkan sprindik baru untuk Eddy Hiariej.

Baca Selengkapnya

11 Tersangka Kasus Judi Online di Teluknaga Raup Keuntungan 10 Miliar dalam Waktu 4 Bulan

2 jam lalu

11 Tersangka Kasus Judi Online di Teluknaga Raup Keuntungan 10 Miliar dalam Waktu 4 Bulan

Untuk membongkar kasus judi online di di Teluknaga, Kabupaten Tangerang ini, tim patroli siber Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan 20 hari.

Baca Selengkapnya

KPK Sempurnakan Administrasi Sebelum Terbitkan Sprindik Baru Eddy Hiariej

2 jam lalu

KPK Sempurnakan Administrasi Sebelum Terbitkan Sprindik Baru Eddy Hiariej

KPK akan menyempurnakan proses administrasi sebelum menerbitkan sprindik baru untuk eks Wamenkumham Eddy Hiariej.

Baca Selengkapnya

Red Sparks Perpanjang Kontrak Megawati Hangestri untuk Kompetisi V-League 2024-2025

2 jam lalu

Red Sparks Perpanjang Kontrak Megawati Hangestri untuk Kompetisi V-League 2024-2025

Red Sparks memperbarui kontrak Megawati Hangestri Pertiwi untuk mengarungi V-League 2024-2025. Berapa nilai kontraknya?

Baca Selengkapnya

Erick Thohir Konfirmasi Proses Naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven Sedang Berjalan

2 jam lalu

Erick Thohir Konfirmasi Proses Naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven Sedang Berjalan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan Calvin Verdonk dan Jens Raven diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Baca Selengkapnya

KPK: Potensi Korupsi di Sektor Pengadaaan Barang Jasa dan Pelayanan Publik di Daerah Masih Tinggi

2 jam lalu

KPK: Potensi Korupsi di Sektor Pengadaaan Barang Jasa dan Pelayanan Publik di Daerah Masih Tinggi

Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK memprioritaskan lima program unggulan untuk mencegah korupsi di daerah.

Baca Selengkapnya

5 Fakta Prabowo Dikenalkan Ke PM Singapura Terpilih Lawrence Wong

3 jam lalu

5 Fakta Prabowo Dikenalkan Ke PM Singapura Terpilih Lawrence Wong

Wakil Perdana Menteri sekaligus pengganti PM Singapura Lawrence Wong mengajak Prabowo Subianto untuk foto bersama di Istana Bogor, Senin.

Baca Selengkapnya

Han So Hee dan Jeon Jong Seo akan Membintangi Drakor Bergenre Noir, Project Y

3 jam lalu

Han So Hee dan Jeon Jong Seo akan Membintangi Drakor Bergenre Noir, Project Y

Han So Hee dikabarkan akan membintangi drama bergenre noir bersama Jeon Jong Seo

Baca Selengkapnya

Hunter x Hunter Diadaptasi Menjadi Game Bergenre Pertarungan

3 jam lalu

Hunter x Hunter Diadaptasi Menjadi Game Bergenre Pertarungan

Hunter x Hunter Nen Impacgame pertarungan yang diadaptasi dari manga dan anime karya Yoshihiro Togashi

Baca Selengkapnya

Aplikasi Tes Sempat Mati Massal, Peserta UTBK di Unpad Dibuat Menunggu 2 Jam

3 jam lalu

Aplikasi Tes Sempat Mati Massal, Peserta UTBK di Unpad Dibuat Menunggu 2 Jam

Pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini mengalami gangguan teknis pada hari pertama yang digelar serentak secara nasional pada Selasa, 30 April 2024.

Baca Selengkapnya