Kemen LH Selisik 16 Perusahaan Pembakar Hutan di Riau

Reporter

Selasa, 20 Oktober 2015 04:19 WIB

Warga tetap melaksanakan aktivitas olahraga di kompleks stadion utama Riau, meski kabut asap pekat kembali menyelimuti daerah Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di Pekanbaru memburuk. TEMPO/Riyan Nofitra

TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepala Badan Lingkungan Hidup Riau Yulwirawati Moesa mengaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah melakukan penyelidikan terhadap 16 perusahaan di Riau yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan di atas konsesinya. Namun, sejauh ini, baru enam perusahaan yang telah di verifikasi di lapangan untuk pembuktian adanya titik api. "Masih dalam proses verifikasi," katanya pada Senin, 19 Oktober 2015.

Menurut Yulwirawati, proses verifikasi di lapangan perlu dilakukan untuk memperkuat aspek hukum kehutanan dan lingkungan hidup. Hal itu dilakukan untuk membuktikan, apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian. Begitu pula perlu diverifikasi berapa kerugian ekologi dan kerusakan lingkungan akibat adanya kebakaran lahan.

Yulwirawati mengatakan, melalui teknologi Karhutla Monitoring System, telah terpantau adanya indikasi titik panas di area 39 perusahaan di sejumlah wilayah Riau. Namun titik panas yang terpantau satelit belum dapat dipastikan, apakah itu sebuah titik api.

Untuk itu, ujar Yulwirawati, perusahaan diperintahakan segera melakukan verifikasi di lapangan dan melaporkan temuan itu kepada pemerintah. "Jika terjadi kebakaran lahan, segera dipadamkan."

Dia mengaku, pemerintah akan memberi tindakan tegas berupa sanksi administrasi bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Yulwirawati membantah pernyataan Kuasa Hukum Kemen LHK Umar Suyudi yang menyebutkan pemerintah daerah takut mengambil langkah hukum untuk menggugat perusahaan pembakar lahan dengan alasan mengganggu investasi. "Tidak benar itu, kami tidak takut," katanya.

Menurut Yulwirawati, pihaknya bersama Kementerian LHK perlu melakukan verifikasi terlebih dulu untuk membuktikan kebenaran kasus kebakaran di atas lahan konsesi. "Kita sama-sama memutuskan. Ada dasar hukum yang perlu kita bahas bersama. Kita sama-sama bekerja. Tidak ada yang takut," ucap dia membantah.

RIYAN NOFITRA



Berita terkait

Amerika Perkuat Infrastruktur Transportasinya dari Dampak Cuaca Ekstrem, Kucurkan Hibah 13 T

9 hari lalu

Amerika Perkuat Infrastruktur Transportasinya dari Dampak Cuaca Ekstrem, Kucurkan Hibah 13 T

Hibah untuk lebih kuat bertahan dari cuaca ekstrem ini disebar untuk 80 proyek di AS. Nilainya setara separuh belanja APBN 2023 untuk proyek IKN.

Baca Selengkapnya

Pertama di Dunia, Yunani Berikan Liburan Gratis sebagai Kompensasi Kebakaran Hutan 2023

18 hari lalu

Pertama di Dunia, Yunani Berikan Liburan Gratis sebagai Kompensasi Kebakaran Hutan 2023

Sebanyak 25.000 turis dievakuasi saat kebakaran hutan di Pulau Rhodes, Yunani, pada 2023, mereka akan mendapat liburan gratis.

Baca Selengkapnya

BNPB Ingatkan Banyaknya Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera

43 hari lalu

BNPB Ingatkan Banyaknya Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera

Dari data BNPB, kasus kebakaran hutan dan lahan mulai mendominasi di Pulau Sumatera sejak sepekan terakhir.

Baca Selengkapnya

Risiko Karhutla Meningkat Menjelang Pilkada 2024, Hotspot Bermunculan di Provinsi Rawan Api

46 hari lalu

Risiko Karhutla Meningkat Menjelang Pilkada 2024, Hotspot Bermunculan di Provinsi Rawan Api

Jumlah titik panas terus meningkat di sejumlah daerah. Karhutla tahun ini dinilai lebih berisiko tinggi seiring penyelenggaraan pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Penugasan Jokowi, BMKG Bentuk Kedeputian Baru Bernama Modifikasi Cuaca

47 hari lalu

Penugasan Jokowi, BMKG Bentuk Kedeputian Baru Bernama Modifikasi Cuaca

Pelaksana tugas Deputi Modifikasi Cuaca BMKG pernah memimpin Balai Besar TMC di BPPT. Terjadi pergeseran SDM dari BRIN.

Baca Selengkapnya

Tentang Musim Kemarau yang Menjelang, BMKG: Mundur dan Lebih Basah di Banyak Wilayah

47 hari lalu

Tentang Musim Kemarau yang Menjelang, BMKG: Mundur dan Lebih Basah di Banyak Wilayah

Menurut BMKG, El Nino akan segera menuju netral pada periode Mei-Juni-Juli dan setelah triwulan ketiga berpotensi digantikan La Nina.

Baca Selengkapnya

Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Susun Regulasi Terkait Karhutla

48 hari lalu

Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Susun Regulasi Terkait Karhutla

Regulasi dinilai penting karena akan mempengaruhi perumusan program dan anggaran penanganan kebakaran.

Baca Selengkapnya

Para Menteri Sudah Rapat Kebakaran Hutan dan Lahan, Ancang-ancang Hujan Buatan

48 hari lalu

Para Menteri Sudah Rapat Kebakaran Hutan dan Lahan, Ancang-ancang Hujan Buatan

Saat banyak wilayah di Indonesia masih dilanda bencana banjir, pemerintah pusat telah menggelar rapat koordinasi khusus kebakaran hutan dan lahan.

Baca Selengkapnya

Suhu Udara Global: Bumi Baru Saja Melalui Februari yang Terpanas

52 hari lalu

Suhu Udara Global: Bumi Baru Saja Melalui Februari yang Terpanas

Rekor bulan terpanas kesembilan berturut-turut sejak Juli lalu. Pertengahan tahun ini diprediksi La Nina akan hadir. Suhu udara langsung mendingin?

Baca Selengkapnya

Kebakaran Hutan Kerap Terjadi di Sumatera dan Kalimantan, Ini Cara Antisipasi Karhutla

59 hari lalu

Kebakaran Hutan Kerap Terjadi di Sumatera dan Kalimantan, Ini Cara Antisipasi Karhutla

Kebakaran hutan kerap terjadi di beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Bagaimana cara mengantisipasinya?

Baca Selengkapnya