Curiga Ada Motif Politik, Buruh Jateng Tak Turun ke Jalan  

Reporter

Editor

Grace gandhi

Selasa, 1 September 2015 14:12 WIB

Ribuan buruh berbaris menuju Istana di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, 1 September 2015. Massa buruh direncanakan akan berdemo di depan Istana. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Semarang - Buruh di Jawa Tengah tak ikut turun ke jalan memprotes kebijakan pemutusan hubungan kerja. Buruh di Jateng memilih mengkritisi tanpa turun ke jalan karena khawatir aksi mereka ditungangi kepentingan politik.

“Kami tak ikut turun jalan karena ada agenda terselubung,” kata Koordinator Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng Nanang Setiyono, Selasa ,1 September 2015.

Meski begitu, ia mendukung tuntutan buruh yang saat ini turun jalan agar pemerintah tanggap terhadap kondisi perekonomian yang melemah. “Kami berharap aksi dilakukan secara murni. Kondisi ekonomi ini kami sepakat kita hadapi bersama,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, organisasinya secara resmi telah menyampaikan ke pemerintah agar melakukan langkah kongkrit terhadap dunia industri. Salah satunya perlindungan tenaga kerja dan harus mengontrol kebijakan PHK yang dilakukan oleh perusahaan.

Nanang juga memprotes informasi Dinas Tenaga Kerja Jawa Tengah yang membenarkan adanya PHK hingga 1.305 buruh. Ia meminta agar pemerintah Jateng tak sepenuhnya percaya alasan PHK yang dilakukan oleh pengusaha.

Ia menilai kondisi ekonomi yang terpuruk atas kenaikan harga bahan baku dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa diatasi oleh perusahaan dengan cara efesiensi. Gerbang juga meminta agar Pemerintah Jawa Tengah ikut membantu mengatasi hambatan sektor usaha di Jateng dengan cara memebrikan insentif di dunia usaha.

“Kami mempertanyakan PHK terhadap 1.000 buruh di 11 daerah itu dilakukan oleh berapa perusahaan,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang, menyatakan PHK ribuan buruh yang diinformasikan instansinya akibat melemahnya ekonomi. “PHK itu dari sektori industri garmen, tekstil, dan plastik,” kata Wika.

Menurut Wika, perusahaan terbebani biaya belanja bahan baku yang rata-rata masih diimpor dan dibeli dengan mata uang asing. PHK buruh itu dilakukan oleh 23 perusahaan di 11 daerah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Wika menyatakan sudah berupaya mencegah PHK buruh dengan cara mengimbau perusahaan agar semaksimal mungkin melakukan efesiensi. “Kalau memang ada kesulitan-kesulitan yang mendesak bisa dikomunikasikan atau dikonsultasikan dengan kami," kata Wika menjelaskan .

Saat ini Dinas Tenaga Kerja Jateng menyiapkan pelatihan keterampilan untuk kepentingan alih profesi korban PHK agar mampu bekerja mandiri. Dinas juga siap memfasilitasi korban PHK di perusahaan lain yang masih memerlukan tenaga kerja.

“Saat ini ada perusahaan garmen di Boyolali yang masih membutuhkan 1.000 tenaga kerja, korban PHK bisa pindah kesana," katanya.

EDI FAISOL

Berita terkait

Aliansi Perempuan Indonesia akan Turun Aksi di Hari Buruh Sedunia

1 hari lalu

Aliansi Perempuan Indonesia akan Turun Aksi di Hari Buruh Sedunia

Mereka akan bergabung dengan kelompok-kelompok buruh lainnya yang juga melakukan aksi Hari Buruh di tempat yang sama.

Baca Selengkapnya

Partai Buruh Dukung Demonstrasi Tolak Kenaikan UMP 2024 di Bawah 15 Persen di Berbagai Daerah

15 Desember 2023

Partai Buruh Dukung Demonstrasi Tolak Kenaikan UMP 2024 di Bawah 15 Persen di Berbagai Daerah

Partai Buruh menilai kenaikan UMP 2024 tak sesuai dengan biaya hidup di DKI Jakarta menurut data BPS yang mendekati angka Rp 15 juta per bulan

Baca Selengkapnya

Mulai Pekan Depan, Ratusan Ribu Buruh di 38 Provinsi akan Demo Bergantian Tolak UU Cipta Kerja

24 Mei 2023

Mulai Pekan Depan, Ratusan Ribu Buruh di 38 Provinsi akan Demo Bergantian Tolak UU Cipta Kerja

Ratusan ribu buruh dari berbagai wilayah akan melakukan aksi demonstrasi untuk menolak Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja atau omnibus law.

Baca Selengkapnya

Antisipasi Efek Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, BRIN Gelar Operasi TMC

24 Februari 2023

Antisipasi Efek Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, BRIN Gelar Operasi TMC

BRIN dan BMKG menggelar Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah untuk mengantisipasi efek Cuaca Ekstrem.

Baca Selengkapnya

Ada Demo Buruh, Polisi Tutup Jalan di Patung Kuda Arah Harmoni

14 Januari 2023

Ada Demo Buruh, Polisi Tutup Jalan di Patung Kuda Arah Harmoni

Polda Metro Jaya melakukan penutupan jalan di Kawasan Patung Kuda arah Harmoni pada pagi ini pukul 8.35 WIB imbas rencana demo buruh

Baca Selengkapnya

Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Ribu Buruh Akan Terus Demo hingga Puncaknya 4 Oktober

17 September 2022

Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Ribu Buruh Akan Terus Demo hingga Puncaknya 4 Oktober

Serikat buruh akan kembali menggelar aksi tolak kenaikan harga BBM hingga 4 Oktober mendatang. Jika tidak digubris, mereka mengancam mogok nasional.

Baca Selengkapnya

1.231 Personel Gabungan Disiagakan dalam Demo Buruh Hari Ini

6 September 2022

1.231 Personel Gabungan Disiagakan dalam Demo Buruh Hari Ini

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan demo buruh serentak menolak kenaikan harga BBM dilakukan di 34 provinsi

Baca Selengkapnya

May Day Fiesta, Ribuan Buruh Padati Kawasan GBK dan DPR RI

14 Mei 2022

May Day Fiesta, Ribuan Buruh Padati Kawasan GBK dan DPR RI

Dalam May Day Fiesta ini, massa buruh membagi dua konsentrasi massa di dua tempat.

Baca Selengkapnya

Polisi Imbau Warga Tak Olahraga di GBK Sabtu Ini, Ada Demo Buruh

12 Mei 2022

Polisi Imbau Warga Tak Olahraga di GBK Sabtu Ini, Ada Demo Buruh

Puluhan ribu buruh diprediksi memadati Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu besok dalam acara May Day Fiesta

Baca Selengkapnya

KSPSI Kasih Batas Waktu Pemerintah 7 Hari untuk Penuhi Tuntutan Buruh

12 Mei 2022

KSPSI Kasih Batas Waktu Pemerintah 7 Hari untuk Penuhi Tuntutan Buruh

Perwakilan dari KSPSI telah menemui Deputi II dan IV KSP untuk menyampaikan tuntutan para buruh

Baca Selengkapnya