Pasca-Rusuh Tolikara, Pemerintah Janji Beri Bantuan Modal

Reporter

Minggu, 19 Juli 2015 15:14 WIB

Wakil presiden Jusuf Kalla (tengah) berfoto bersama kerabat dan keluarga saat menggelar open house di kediaman pribadinya di Jalan Haji Bau, Makassar, 19 Juli 2015. Jusuf Kalla menggelar open house untuk warga dan sejumlah tokoh masyarakat dalam perayaan lebaran Idul Fitri. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Makassar - Pemerintah pusat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah Papua untuk memperbaiki sejumlah bangunan yang rusak akibat kerusuhan di Tolikara. Termasuk, memberi bantuan modal usaha bagi para korban yang kiosnya terbakar.

”Pemerintah daerah membantu pembangunan masjid dan kios yang terbakar. Sedangkan pemerintah pusat membantu dari segi modal usaha bagi para korban,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menggelar open house di rumahnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 19 Juli 2015.

Bentrok terjadi di Kabupaten Tolikara, sekitar empat jam dari Kabupaten Wamena, Papua, Jumat lalu, 17 Juli 2015. Ironisnya, bentrok yang berujung kerusuhan tersebut terjadi saat sejumlah warga menggelar salat Idul Fitri pada pukul 07.00 waktu setempat. Sebuah musala dilempar dan dibakar. Saat diserang, warga yang sedang menjalankan salat berhamburan keluar. Akibat peristiwa itu, enam rumah dan sebelas kios yang berada sekitar terbakar.

Ihwal kondisi terakhir di Tolikara, Kalla mengatakan, pemerintah terus memantau. Menurut dia, berdasarkan laporan Kepolisian RI kondisinya terkendali. Menurut Kalla, aparat penegak hukum telah bertindak sesuai kewenangannya dalam menyelesaikan keadaan di Tolikara.

Terkait dengan informasi adanya warga yang terluka akibat tindakan aparat, Kalla mengatakan bahwa hal yang dilakukan aparat merupakan salah satu standar operasional keamanan. Ini sekaligus membuktikan bahwa aparat bertindak tegas. ”Aturannya kan memang ada. Termasuk jika aparat terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan terhadap masyarakat yang membakar kios dan musala,” ujar Kalla.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah provinsi terus berkoordinasi untuk pengamanan warga Sulawesi Selatan di Tolikara. Menurut Gubernur Syahrul, warga Sulawesi Selatan yang tinggal di Tolikara sebanyak 38 kepala keluarga. ”Semua berada dalam kendali penuh, terutama masalah keamanan. Kepolisian dan TNI selalu siap siaga,” ujar Syahrul seusai menghadiri open house di kediaman Kalla.

Ihwal kekhawatiran kerusuhan Tolikara merembet dan berdampak hingga ke Sulawesi Selatan, Syahrul yakin hal itu tidak akan terjadi. ”Warga Bugis-Makassar tidak pernah membawa pulang konflik ke kampung halaman,” ujar Syahrul.

IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI

Berita terkait

Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

2 hari lalu

Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

Menurut Jusuf Kalla, pandangan masyarakat Papua seakan-akan Indonesia merampok Papua, mengambil kekayaan alamnya.

Baca Selengkapnya

Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

3 hari lalu

Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

Pendeta Gilbert Lumoindong dilaporkan ke polisi atas ceramahnya yang dianggap menghina sejumlah ibadah umat Islam.

Baca Selengkapnya

Digagas JK pada 2016, Ini Beda Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Indonesia-Cina

5 hari lalu

Digagas JK pada 2016, Ini Beda Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Indonesia-Cina

Presiden Jokowi mendiskusikan rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya dengan Menlu Cina, pernah akan dibangun pada 2018.

Baca Selengkapnya

Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

6 hari lalu

Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

"Saya tidak ada niat, saya mencintai umat Muslim. Saya minta maaf," kata Gilbert Lumoindong

Baca Selengkapnya

Jusuf Kalla Gelar Open House, Ada Anies Baswedan Hingga Figur Koalisi Perubahan yang Gantian Bertandang

17 hari lalu

Jusuf Kalla Gelar Open House, Ada Anies Baswedan Hingga Figur Koalisi Perubahan yang Gantian Bertandang

Open house yang diadakan oleh JK dihadiri oleh Anies Baswedan, Hamdan Zoelva, hingga Tom Lembong selaku perwakilan koalisi perubahan.

Baca Selengkapnya

Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Minta Hormati Proses di MK

17 hari lalu

Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Minta Hormati Proses di MK

Jusuf Kalla menilai positif kunjungan Roeslan Roeslani ke rumah Megawati Soekarnoputri. Soal rekonsiliasi nasional, ia menilai ada banyak waktu lain.

Baca Selengkapnya

Anies Baswedan Silaturahmi ke Rumah Jusuf Kalla: Banyak Foto-Foto

17 hari lalu

Anies Baswedan Silaturahmi ke Rumah Jusuf Kalla: Banyak Foto-Foto

Anies Baswedan bersamuh dengan Jusuf Kalla pada hari pertama Lebaran. Mengaku tak bicara soal politik.

Baca Selengkapnya

Usai Salat Id di Masjid Al Azhar, JK Terima Kunjungan Tokoh di Rumahnya Besok

18 hari lalu

Usai Salat Id di Masjid Al Azhar, JK Terima Kunjungan Tokoh di Rumahnya Besok

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) akan merayakan hari raya Idul Fitri 1445 H atau 2024 M di Jakarta. Rencananya, JK juga akan menerima kunjungan para kolega di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya

Lebaran, Anies Baswedan Gelar Open House di Rumahnya hingga Sowan ke JK

18 hari lalu

Lebaran, Anies Baswedan Gelar Open House di Rumahnya hingga Sowan ke JK

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, bakal merayakan lebaran tahun ini di Jakarta. Rencananya, Anies akan salat id di masjid dekat rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh partai politik pengusungnya dan para politikus senior.

Baca Selengkapnya

Arti 9 Pilar di Gedung MK, Begini Sejarah Pembangunannya 17 Tahun Lalu

35 hari lalu

Arti 9 Pilar di Gedung MK, Begini Sejarah Pembangunannya 17 Tahun Lalu

Di depan Gedung MK terdapat 9 pilar besar, apa artinya? Ini riwayat pembangunannya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta.

Baca Selengkapnya