Jokowi Tawari Posisi 7 Menteri ke Golkar Kubu Ical?  

Reporter

Editor

Zed abidien

Minggu, 10 Mei 2015 15:26 WIB

Ketum Partai Golkar versi Munas di Bali, Aburizal Bakrie, melambaikan tangan ke arah wartawan sebelum menemui Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 13 Januari 2015. Aburizal menyatakan salah satu agenda pertemuan tersebut yaitu terkait upaya islah Partai Golkar. ANTARA/Andika Wahyu

TEMPO.CO, Jakarta - Bendahara Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo, mengatakan partainya mendapat tawaran khusus dari Presiden Joko Widodo untuk bergabung di kabinet. Jokowi, kata Bambang, menawarkan tujuh kursi menteri untuk Golkar kubu Ical, yang hingga kini bergabung di kelompok oposisi pemerintah.

"Saat pertemuan di Istana Bogor beberapa waktu lalu, Jokowi tantang Golkar untuk gabung di pemerintahan," kata Bambang seusai diskusi buku karyanya Republik Komedi 1/2 Presiden di Warung Komando, Jakarta, Ahad, 10 Mei 2015.

Sejak pemilihan presiden tahun lalu, partai politik terbelah menjadi partai koalisi dan nonkoalisi. Setelah dilantik, Jokowi hanya memberi jatah menteri kepada partai pengusungnya. PDI Perjuangan mendapat jatah 4 menteri, PKB memperoleh 4 menteri, dan Partai NasDem mendapat 3 menteri. Partai Hanura mendapat 2 kursi menteri, dan PPP Romy dengan 1 menteri. Sedangkan PKPI pimpinan Sutiyoso tak mendapat jatah satu pun.

Bambang mengatakan Jokowi sempat menawarkan jatah menteri kepada pimpinan partai nonkoalisi jauh sebelum isu reshuffle menghangat. "Ada keinginan Presiden Jokowi agar KMP dukung Jokowi, nanti KMP akan dimasukkan ke kabinet," kata dia. "Itulah yang membuat KIH galau."

Saat ini, sejumlah partai koalisi justru mendorong pemerintah merombak kabinet dengan mengganti menteri di bidang ekonomi. Ketua Bidang Perekonomian PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan kinerja kementerian bidang ekonomi patut mendapat sorotan publik dan sasaran tembak reshuffle. "Koordinasi mereka lemah, kebijakan kurang antisipatif," kata Hendrawan saat dihubungi kemarin. "Ibu Mega sudah mengantongi nama-nama calonnya," kata dia.

Sementara Golkar, kata Bambang, memilih terus jadi oposisi. "Walaupun oposisi buktinya kami tetap dukung pemerintah. Misalnya saat pengesahan APBN dan Kapolri," kata Bambang.

PUTRI ADITYOWATI

Berita terkait

Gibran Hadiri Halalbihalal Golkar Solo

6 hari lalu

Gibran Hadiri Halalbihalal Golkar Solo

"Ya semuanya teman, halalbihalal yo ditekani kabeh (ya didatangi semua)," ujar Gibran.

Baca Selengkapnya

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

16 hari lalu

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

Setelah hari pertama Idul Fitri di Jakarta, Jokowi terbang ke Medan untuk merayakan hari ke-2 Lebaran. Buat amankan tiket Bobby Nasution ke Pilgub?

Baca Selengkapnya

Pengamat Sebut Pilkada 2024 Jadi Batu Loncatan Golkar untuk Pemilu 2029

25 hari lalu

Pengamat Sebut Pilkada 2024 Jadi Batu Loncatan Golkar untuk Pemilu 2029

Ujang pun menyampaikan bahwa para tokoh itu memiliki modal yang cukup untuk dikatakan sebagai calon unggulan di Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Airlangga Klaim Didukung Seluruh DPD untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

26 hari lalu

Airlangga Klaim Didukung Seluruh DPD untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

Menurut Airlangga, dukungan dari ormas merupakan salah satu kunci agar dirinya dapat kembali terpilih untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Baca Selengkapnya

Airlangga Bicara Peluang Aklamasi Pemilihan Ketua Umum di Munas Golkar

26 hari lalu

Airlangga Bicara Peluang Aklamasi Pemilihan Ketua Umum di Munas Golkar

Airlangga menyatakan dukungan itu merupakan amanah yang harus dijaga.

Baca Selengkapnya

Airlangga Targetkan Partai Golkar Menang 60 Persen di Pilkada 2024

27 hari lalu

Airlangga Targetkan Partai Golkar Menang 60 Persen di Pilkada 2024

Ketua Umum Golkar menargetkan partainya mampu menang lebih dari 50 persen dalam kontestasi Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Disebut Sempat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum PDIP, Apa Tanggapan Presiden Jokowi?

29 hari lalu

Disebut Sempat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum PDIP, Apa Tanggapan Presiden Jokowi?

Presiden Jokowi membantah dirinya sempat ingin merebut posisi Ketua Umum Partai Golkar maupun Ketua Umum PDI Perjuangan.

Baca Selengkapnya

Prabowo Ingin Bentuk Kepemimpinan Kolegial Terdiri dari Para Sahabat

35 hari lalu

Prabowo Ingin Bentuk Kepemimpinan Kolegial Terdiri dari Para Sahabat

Menurut Prabowo, keinginan itu bisa dilakukan bila ada dukungan untuk memberi nasihat. Prabowo meminta Golkar mendukungnya membangun pemerintahan.

Baca Selengkapnya

Prabowo Sebut Golkar Punya Peran Besar di Pilpres 2024

35 hari lalu

Prabowo Sebut Golkar Punya Peran Besar di Pilpres 2024

Prabowo meminta maaf karena belum sempat mendatangi semua kader-kader Golkar di daerah dalam tahapan kampanye pemilu.

Baca Selengkapnya

Partai Golkar Menang di Sumut, Peran Musa Rajekshah Disorot

41 hari lalu

Partai Golkar Menang di Sumut, Peran Musa Rajekshah Disorot

Partai Golkar dan kadernya mengambil langkah tepat memilih Ijeck

Baca Selengkapnya