Alasan TNI AL Tak Penuhi Permintaan Menteri Susi

Reporter

Editor

Bobby Chandra

Sabtu, 20 Desember 2014 20:30 WIB

Lukisan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karya Hari Budiono. twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, menyatakan pihaknya tidak bergerak menangkap 13 kapal asing yang terdeteksi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebabnya, kata Manahan, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti belum meminta institusinya untuk melakukan penangkapan. (Baca: Lindungi Kapal Vietnam, Menteri Susi Diprotes)

"Saya baru tahu ada 13 kapal asing yang ditemukan Kementerian kelautan. Bu Susi belum menyampaikan baik lisan maupun tulisan," ujar Manahan saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 19 Desember 2014. Seharusnya, kata dia, Susi tidak hanya mengatakan di media massa terkait dengan temuannya itu.

Kamis, 18 Desember 2014, Susi mengungkapkan kementeriannya berhasil menangkap keberadaan 13 kapal asing melalui satelite Automatic Identification System (AIS) di kawasan perairan Indonesia. Susi mengatakan, dirinya akan meminta TNI AL untuk menangkap kapal-kapal itu. (Baca juga: Menteri Susi Piloti Pesawatnya Keliling Sumatera)

Manahan mengakui institusinya pernah terlambat menangkap 22 kapal asing di Laut Arafuru pada 8 Desember 2014. Alasannya, petugas TNI AL saat itu tengah mengawal delapan kapal asing menuju Ambon, Maluku. TNI AL baru menerima informasi tersebut saat di Ambon. Namun, untuk kembali ke Arafuru, TNI AL memerlukan waktu dalam mempersiapkan bahan bakar dan logistik seperti air tawar.

Selain itu, Manahan menduga informasi mengenai keberadaan 22 kapal asing itu lebih dulu diketahui oleh para awak kapal. Sehingga kapal-kapal asing itu kabur sebelum TNI AL berhasil menangkapnya. "Butuh dua hari dua malam untuk kembali ke Arafuru," ujarnya. (Simak: Menteri Susi Intai 13 Kapal, TNI Tak Bergerak)

Ada pun juru bicara Badan Keamanan Laut TNI AL, Kolonel Edi Fernandi, mengatakan Badan Keamanan tidak dilibatkan dalam penangkapan 13 kapal nelayan asing yang terdeteksi satelit milik Kementerian Kelautan. Dia menduga saat KKP mendeteksi adanya nelayan asing, petugas Bakamla tidak sedang berada di daerah tersebut.

Walhasil, katanya, Kementerian Kelautan tidak meminta Bakamla menindak temuannya. "Petugas mana yang terdekat, itu yang akan dimintai bantuan," kata Edi, saat dihubungi Tempo, Jumat, 19 Desember 2014. Menurut Edi, hingga saat ini Bakamla belum mendapat informasi terkait dengan legalitas 13 kapal nelayan itu. (Baca: Susi Kesal Jutaan Ton Ikan Dirampok Tiap Tahun)

PERSIANA GALIH

Baca Berita Terpopuler
Kasus Lumpur Lapindo, Desmond: Jokowi Sandera Ical
FPI Siap Amankan Natal, Asalkan...
Syafii Maarif Tiap Tahun Ucapkan Selamat Natal
UGM Galang Dukungan Lawan Massa Anti-Film Senyap
Syafii Maarif: Selamat Natal seperti Selamat Pagi
Jokowi Bantu Lapindo, Ruhut: Ical Harus Tahu Diri
Jokowi Talangi Lapindo, Soekarwo: Saya Lega Sekali
Kasus Lapindo, Duit Negara Rp 10 T, Ical Rp 3,8 T
Atribut Natal di Mal, FPI: Kami Tak Ikut Campur
KPK Telusuri Asal Uang di Rekening Gendut Foke



Berita terkait

Trenggono Sebut Perbankan Ogah Danai Sektor Perikanan karena Rugi Terus

2 hari lalu

Trenggono Sebut Perbankan Ogah Danai Sektor Perikanan karena Rugi Terus

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa sektor perikanan kurang mendapat dukungan investasi dari perbankan. Menurut dia, penyebabnya karena perbankan menghindari resiko merugi dari kegiatan investasi di sektor perikanan itu.

Baca Selengkapnya

Menteri KKP Ajak Investor Asing Investasi Perikanan

2 hari lalu

Menteri KKP Ajak Investor Asing Investasi Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP mengajak investor untuk investasi perikanan di Indonesia.

Baca Selengkapnya

KKP Tangkap Kapal Malaysia Pencuri Ikan yang Tercatat sudah Dimusnahkan tapi Masih Beroperasi

5 hari lalu

KKP Tangkap Kapal Malaysia Pencuri Ikan yang Tercatat sudah Dimusnahkan tapi Masih Beroperasi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal pencuri ikan berbendera Malaysia. Kapal itu tercatat sudah dimusnahkan tapi masih beroperasi

Baca Selengkapnya

DFW Desak Pemerintah Usut Dugaan Kejahatan Perikanan di Laut Arafura

13 hari lalu

DFW Desak Pemerintah Usut Dugaan Kejahatan Perikanan di Laut Arafura

Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mendesak pemerintah untuk mengusut dugaan kejahatan perikanan di laut Arafura.

Baca Selengkapnya

Kementerian Kelautan dan Perikanan Buka Pendaftaran Taruna 2024, Simak Jalur dan Syaratnya

23 hari lalu

Kementerian Kelautan dan Perikanan Buka Pendaftaran Taruna 2024, Simak Jalur dan Syaratnya

Kementerian Kelautan dan Perikanan buka pendaftaran peserta didik 2024. Cek di sini caranya.

Baca Selengkapnya

Sejumlah Permasalahan Perikanan Jadi Sorotan dalam Hari Nelayan Nasional

24 hari lalu

Sejumlah Permasalahan Perikanan Jadi Sorotan dalam Hari Nelayan Nasional

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mengungkap sejumlah permasalahan nelayan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Sri Mulyani Tanggapi Ramai Barang Bawaan ke Luar Negeri, THR Jokowi dan Ma'ruf Amin

37 hari lalu

Terpopuler: Sri Mulyani Tanggapi Ramai Barang Bawaan ke Luar Negeri, THR Jokowi dan Ma'ruf Amin

Berita terpopuler bisnis pada Senin, 25 Maret 2024, dimulai dari respons Sri Mulyani Indrawati soal ramai pembahasan barang bawaan ke luar negeri.

Baca Selengkapnya

Terkini: Nilai THR Jokowi dan Ma'ruf Amin, Kisah Sri Mulyani Dirayu Susi Pudjiastuti Pulang ke Indonesia

37 hari lalu

Terkini: Nilai THR Jokowi dan Ma'ruf Amin, Kisah Sri Mulyani Dirayu Susi Pudjiastuti Pulang ke Indonesia

Berita terkini: Berapa nilai THR yang diterima Jokowi dan Ma'ruf Amin? Kisah Sri Mulyani saat dirayu Susi Pudjiastuti untuk pulang ke Indonesia.

Baca Selengkapnya

Cerita Sri Mulyani Dibujuk Susi Pudjiastuti Pulang ke Indonesia Menjadi Menkeu

37 hari lalu

Cerita Sri Mulyani Dibujuk Susi Pudjiastuti Pulang ke Indonesia Menjadi Menkeu

Sri Mulyani bercerita pertemuan dia dengan Susi Pudjiastuti yang membujuknya pulang ke Indonesia menjadi Menteri Keuangan.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Sri Mulyani Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen, Bahlil Debat dengan Luhut

43 hari lalu

Terkini Bisnis: Sri Mulyani Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen, Bahlil Debat dengan Luhut

Sri Mulyani masih yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bisa mencapai 5,2 persen pada tahun ini.

Baca Selengkapnya