Pimpinan PPATK Dicecar 27 Pertanyaan Soal Century  

Reporter

Senin, 27 Januari 2014 19:46 WIB

Agus Santoso, Wakil ketua PPATK. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Agus Santoso dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kaitan dengan dana bailout Bank Century. Menurut Agus, pertanyaan penyidik berkaitan dengan jabatannya saat itu, yaitu sebagai Direktur Hukum Bank Indonesia.


“Tadi saya ditanyai perihal proses pengusutan peraturan Bank Indonesia,” kata dia di lobi gedung KPK, Senin, 27 Januari 2014.
Agus dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya, mantan Deputi Gubernur BI yang membidangi pengelolaan moneter dan devisa. Tersangka lain dalam kasus ini adalah bekas Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan Perbankan, Siti Chalimah Fadjriyah.


Dia mengatakan penyidik sangat detail menanyakan soal pemberian bailout tersebut selama sekitar 10 jam. “Pertanyaan awal memang terkait data diri,” katanya. Namun dia enggan menjelaskan substansi pertanyaan penyidik. Menurut dia, penyidik memintanya tidak memberi tahu awak media demi kepentingan pengusutan kasus tersebut.


Toh, dia bersedia mencontohkan salah satu pertanyaan penyidik KPK, yakni mengenai ketentuan mengenai proses pembuatan peraturan Bank Indonesia. Menurut dia, pembuatan peraturan BI harus melalui rapat dewan gubernur karena merupakan kebijakan strategis dan bersifat prinsipil. “Ini menyangkut kondisi ekonomi Indonesia,” kata Agus.


Setelah berbicara kepada wartawan selama lima menit, Agus naik ke atas mobilnya, Toyota Camry hitam bernomor polisi B-1163-RFJ.


Advertising
Advertising

AMRI MAHBUB




Berita terpopuler
Jenderal Ini Menangis Saat Kunjungi Korban Banjir
Gempa Kebumen, Ada Ular Berjalan di Bawah Tanah
Klaim Ical Soal Pak Harto dan Golkar Berlebihan
Di Survei Ini, Prabowo Subianto Selalu Jadi Juara




Berita terkait

Tak Hanya Naikkan BI Rate, BI Rilis 5 Kebijakan Moneter Ini untuk Jaga Stabilitas Rupiah

2 hari lalu

Tak Hanya Naikkan BI Rate, BI Rilis 5 Kebijakan Moneter Ini untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan lima aksi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Selengkapnya

Bos BI Yakin Rupiah Terus Menguat hingga Rp 15.800 per Dolar AS, Ini 4 Alasannya

2 hari lalu

Bos BI Yakin Rupiah Terus Menguat hingga Rp 15.800 per Dolar AS, Ini 4 Alasannya

Gubernur BI Perry Warjiyo yakin nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat sampai akhir tahun ke level Rp 15.800 per dolar AS.

Baca Selengkapnya

Inflasi April Hanya 0,25 Persen, BI Ungkap Pemicunya

2 hari lalu

Inflasi April Hanya 0,25 Persen, BI Ungkap Pemicunya

BI menyebut inflasi IHK pada April 2024 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,51 persen, yakni 0,25 persen mtm.

Baca Selengkapnya

Ekonomi NTB Tumbuh Positif, Ekspor Diprediksi Meningkat

5 hari lalu

Ekonomi NTB Tumbuh Positif, Ekspor Diprediksi Meningkat

Perkembangan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2023 tumbuh positif.

Baca Selengkapnya

Meski BI Rate Naik, PNM Tak Berencana Naikkan Suku Bunga Kredit

5 hari lalu

Meski BI Rate Naik, PNM Tak Berencana Naikkan Suku Bunga Kredit

PNM menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga dasar kredit meskipun BI telah menaikkan BI Rate menjadi 6,25 persen.

Baca Selengkapnya

BRI Klaim Kantongi Izin Penggunaan Alipay

6 hari lalu

BRI Klaim Kantongi Izin Penggunaan Alipay

Bank Rakyat Indonesia atau BRI mengklaim telah mendapatkan izin untuk memproses transaksi pengguna Alipay.

Baca Selengkapnya

Suku Bunga Acuan Naik Jadi 6,25 Persen, BCA Belum akan Ikuti

6 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik Jadi 6,25 Persen, BCA Belum akan Ikuti

BCA belum akan menaikkan suku bunga, pasca BI menaikkan suku bunga acuan ke angka 6,25 persen.

Baca Selengkapnya

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

7 hari lalu

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6,25 persen bisa berdampak pada penyaluran kredit.

Baca Selengkapnya

BI Perluas Cakupan Sektor Prioritas KLM untuk Dukung Pertumbuhan Kredit

7 hari lalu

BI Perluas Cakupan Sektor Prioritas KLM untuk Dukung Pertumbuhan Kredit

BI mempersiapkan perluasan cakupan sektor prioritas Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Baca Selengkapnya

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Naik 4,7-5,5 Persen Tahun Ini

7 hari lalu

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Naik 4,7-5,5 Persen Tahun Ini

BI sedang mempersiapkan instrumen insentif agar mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Selengkapnya