Puncak Mogok Buruh DKI Akan Terpusat di HI

Reporter

Editor

Pruwanto

Selasa, 29 Oktober 2013 03:42 WIB

Massa dari Konfedrasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) saat melakukan aksi damai berjalan kaki menuju Istana Negara melalui jalan MH. Thamrin, Jakarta (17/10). Dalam aksinya buruh menuntut soal upah buruh yang belum sesuai. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan buruh akan melakukan aksi mogok nasional pada 31 Oktober hingga 1 November 2013. Ketua Forum Buruh DKI Jakarta Muhamad Thoha mengatakan saat ini masih dibahas titik-titik mana saja yang akan menjadi konsentrasi massa.

"Secara riil masih dikaji karena untuk membawa massa sebanyak itu. Kemungkinan ke Bundaran Hotel Indonesia, Balai Kota, dan Istana Negara," kata Thoha di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2013. Namun, jika tidak memungkinkan untuk longmarch, kata dia, buruh akan tetap terkonsentrasi di kawasan industri masing-masing.

Thoha menuturkan tuntutan utamanya adalah penentuan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar 3,7 juta. Sedangkan ke Istana Negara, menyampaikan aspirasi agar pemerintah merevisi Inpres Nomor 9 Tahun 2013. "Inpres itu intinya tentang pembatasan kenaikan upah minimum. Itu yang selama ini mengganjal penentuan UMP DKI," kata dia.

Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Dedi Hartono, mengatakan demo secara massif ini dilakukan terkait dengan keputusan secara sepihak Dewan Pengupahan yang menetapkan Kebutuhan Hidup Layak DKI sebesar Rp 2,299 juta. "Angka ini dirata-ratakan penghitungannya," kata Dedi.

Berita terkait

Bupati Langkat Diduga Lakukan Praktik Perbudakan

24 Januari 2022

Bupati Langkat Diduga Lakukan Praktik Perbudakan

Setidaknya ada tujuh buah dugaan perbudakan yang dilakukan oleh Terbit kepada pekerja yang menggarap kebun sawit miliknya.

Baca Selengkapnya

Polisi Siapkan 8.500 Personel di Aksi Buruh di Depan Istana Besok

6 Oktober 2017

Polisi Siapkan 8.500 Personel di Aksi Buruh di Depan Istana Besok

Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan 8.500 personel mengamankan aksi buruh yang diadakan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, besok.

Baca Selengkapnya

Agustus 2017, Upah Buruh Tani Naik

15 September 2017

Agustus 2017, Upah Buruh Tani Naik

BPS mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2017 mengalami kenaikan.

Baca Selengkapnya

Juni 2017 Upah Buruh Harian Tani Meningkat Tipis 0,26 Persen

17 Juli 2017

Juni 2017 Upah Buruh Harian Tani Meningkat Tipis 0,26 Persen

BPS mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni
2017 meningkat sebesar 0,26 persen.

Baca Selengkapnya

KSPI Bantah Said Iqbal Bangun Rumah Mewah dari Iuran Buruh  

5 Mei 2017

KSPI Bantah Said Iqbal Bangun Rumah Mewah dari Iuran Buruh  

Juru bicara KSPI menjelaskan ihwal isu rumah mewah yang menghantam Said Iqbal, Ketua KSPI.

Baca Selengkapnya

Peringatan May Day, Buruh Indonesia Usung Tema HOSJATUM

30 April 2017

Peringatan May Day, Buruh Indonesia Usung Tema HOSJATUM

Said mengkritik sistem outsourcing sebgaai bentuk perbudakan modern.

Baca Selengkapnya

Komite Aksi Perempuan Tuntut Upah Layak Bagi Buruh

29 April 2017

Komite Aksi Perempuan Tuntut Upah Layak Bagi Buruh

Penghasilan yang tak mencukupi ternyata diperparah dengan beban kerja yang tinggi.

Baca Selengkapnya

Sambut Mayday, Pemkot Tangerang dan SPSI Siapkan Pentas Seni

21 April 2017

Sambut Mayday, Pemkot Tangerang dan SPSI Siapkan Pentas Seni

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) akan menggelar acara perlombaan hingga gelar seni

Baca Selengkapnya

BPS: Upah Buruh Tani Naik Jadi Rp 49.473,00 Per Hari

18 April 2017

BPS: Upah Buruh Tani Naik Jadi Rp 49.473,00 Per Hari

Upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2017 naik
0,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Baca Selengkapnya

Acuhkan Imbauan Menteri Hanif, KPBI Tetap Demo pada Hari Buruh  

15 April 2017

Acuhkan Imbauan Menteri Hanif, KPBI Tetap Demo pada Hari Buruh  

KPBI tetap menginstruksikan seluruh anggotanya melakukan unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2017.

Baca Selengkapnya