Amir, Tokoh Kongres Pemuda II yang Dilupakan  

Reporter

Minggu, 28 Oktober 2012 11:39 WIB

Seorang anak memerhatikan diorama di Museum Perumusan Sumpah Pemuda di Jakarta,(26/10). TEMPO/Tri Handiyatno

TEMPO.CO, Jakarta - Amir Sjarifoeddin Harahap adalah Bendahara Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928. Meskipun hanya bertugas mengurus keuangan, keberadaan Amir sangat dipandang dalam pertemuan itu.

Bahkan, rumusan Sumpah Pemuda yang dirancang Muhammad Yamin, harus terlebih dulu disetujui Amir dan Ketua Kongres, Soegondo Djojopuspito. Amir pun aktif memimpin kongres.

Pada 1947, Amir Sjarifoeddin menjadi Perdana Menteri Indonesia kedua usai Sutan Sjahrir meletakkan jabatannya. Selama menjadi perdana menteri, Amir menandatangani Perjanjian Renville, 17 Januari 1948. Suatu persetujuan antara Indonesia dan Belanda, di atas geladak kapal perang Amerika, USS Renville.

Namun, perjanjian itu membuat Amir dimusuhi partai penyokongnya. Ia mundur sebagai wazir dan menjadi oposan pemerintah. (Baca: Amir, Dari Bendahara Kongres Pemuda Menjadi Wazir).

Di kemudian hari, Amir membentuk Front Demokrasi Rakyat, bersama partai garis kiri. Akan tetapi, riwayat Amir bersama partai itu tak langgeng. "Kala Peristiwa Madiun pecah, 18 September 1948, Amir dianggap bertanggung jawab," tulis majalah Tempo edisi 2 November 2008 dalam artikel "Makam Tak Bertanda di Ngalihan".

Sebabnya, ia mendukung Muso--seorang tokoh Partai Komunis Indonesia yang memproklamasikan Negara Republik Soviet Indonesia.

Pada 18 November 1948, Bendahara Kongres Pemuda II ini ditangkap di persembunyiannya, Desa Klambu, Purwodadi, Jawa Tengah. Atas perintah Gubernur Militer Surakarta Gatot Subroto, dia dikirim ke Solo.

Bersama 10 tahanan lainnya, Amir diseret ke Desa Ngalihan, pada 19 Desember 1948. Di sana Gatot Subroto memerintahkan eksekusi mati ke-11 orang itu. Sebelum ditembak, mereka sempat menyanyikan Indonesia Raya dan Internasionale.

Amir yang pertama kali ditembak, dengan menggenggam Alkitab.

Kesebelas jenazah itu hanya dikubur dalam gundukan tanah tak bernisan. Istri Amir, Djaenah, sempat mendatangi Presiden Soekarno pada 1950. Ia meminta jenazah suaminya dipindahkan ke Jakarta. "Tapi permintaan itu ditolak," kata putra keempat Amir, Damaris.

Alih-alih memindahkan jenazah, Bung Karno setuju pemakaman ulang untuk Amir. Namun, setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965, bangunan makam kesebelas kuburan itu raib tak berbekas. "Sejak itu kami tidak berani sering berziarah ke makam Bapak," ujarnya.

Pada 2008, keluarga Amir mendapat bantuan dari lembaga swadaya masyarakat Ut Omnes Unum Sint Institut, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Sokongan itu berupa izin pembangunan makam Amir. Hasilnya sejak Agustus 2008, makam Amir telah bernisan. Bukan lagi ditandai sebatang kayu seperti sebelumnya.

CORNILA DESYANA

Baca juga:
Edisis Khusus Tempo.co Sumpah Pemuda

Amir Sjarifoeddin, Sang Penentu Kongres Pemuda II

Wawancara A. Simanjuntak, Pengarang Bangun Pemudi Pemuda

Soegondo: Politikus, Birokrat, dan Wartawan

Soegondo Djojopoespito, Berpolitik Sejak Remaja

Soegondo, Indonesia Raya, dan Soempah Pemoeda

Berita terkait

Aktor Komedi Charlie Chaplin Pernah ke Garut, Dua Tahun Sebelum Sumpah Pemuda

16 hari lalu

Aktor Komedi Charlie Chaplin Pernah ke Garut, Dua Tahun Sebelum Sumpah Pemuda

Aktor komedi Charlie Chaplin pernah mengunjungi Garut pada 1926. Bahkan ia melanjutkan petualangannya ke Yogyakarta dan Bali.

Baca Selengkapnya

Aksi Sumpah Pemuda 2023 Nilai Jokowi Tak Taat Konstitusi

22 November 2023

Aksi Sumpah Pemuda 2023 Nilai Jokowi Tak Taat Konstitusi

Ketua BEM UI Melki Sedek Huang menilai Jokowi tak taat konstitusi pada akhir masa kepemimpinannya.

Baca Selengkapnya

Kompetisi Video Pendek KEMENPORA Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

8 November 2023

Kompetisi Video Pendek KEMENPORA Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

Kompetisi Video Pendek KEMENPORA Meriahkan Hari Sumpah Pemuda.

Baca Selengkapnya

Menpora Dito Ariotedjo Sebut Spirit Anak Muda di Politik Tinggi, tapi Ada yang Anti Partai

29 Oktober 2023

Menpora Dito Ariotedjo Sebut Spirit Anak Muda di Politik Tinggi, tapi Ada yang Anti Partai

Menpora Dito Ariotedjo ungkap soal spirit anak muda di bidang politik yang tinggi, tapi ada juga yang antipati terhadap partai politik.

Baca Selengkapnya

Cara Siswa SMA di Palembang Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pakai Seragam Profesi

28 Oktober 2023

Cara Siswa SMA di Palembang Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pakai Seragam Profesi

Kegiatan memperingati hari Sumpah Pemuda itu juga dilakukan langsung pemilihan ketua OSIS.

Baca Selengkapnya

Soegondo Djojopoespito Ketua Kongres Pemuda Saat Berusia 23 tahun, Pencetus Sumpah Pemuda

28 Oktober 2023

Soegondo Djojopoespito Ketua Kongres Pemuda Saat Berusia 23 tahun, Pencetus Sumpah Pemuda

Soegondo Djojopoespito pada usia 23 tahun memimpin Kongres Pemuda yang kemudian mencetuskan Sumpah Pemuda.

Baca Selengkapnya

Telkomsel Semangat Indonesia: Inspirasi untuk Berkontribusi

28 Oktober 2023

Telkomsel Semangat Indonesia: Inspirasi untuk Berkontribusi

Telkomsel Semangat Indonesia" lebih dari sebuah manifesto, hal ini juga menjadi langkah nyata dari komitmen Telkomsel untuk konsisten berkontribusi bagi bangsa dan negara

Baca Selengkapnya

Peringatan Sumpah Pemuda, Presiden BEM Unair Ajak Anak Muda Tak Apatis terhadap Politik

28 Oktober 2023

Peringatan Sumpah Pemuda, Presiden BEM Unair Ajak Anak Muda Tak Apatis terhadap Politik

Berkaca pada sejarah Hari Sumpah Pemuda, sebagai mahasiswa seharusnya berperan tidak hanya sebagai objek politik.

Baca Selengkapnya

Rapat-rapat Sebelum Kongres Pemuda 1928, Pencetus Sumpah Pemuda

28 Oktober 2023

Rapat-rapat Sebelum Kongres Pemuda 1928, Pencetus Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta yang dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito, melahirkan deklarasi Sumpah Pemuda.

Baca Selengkapnya

Tokoh-tokoh Muda Penggerak Kongres Pemuda 1928, Pencetus Sumpah Pemuda

28 Oktober 2023

Tokoh-tokoh Muda Penggerak Kongres Pemuda 1928, Pencetus Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda ditetapkan dengan adanya Kongres Pemuda. Berikut para tokoh muda yang berperan di dalamnya.

Baca Selengkapnya