Surakarta Akan Tertibkan Parkir di Jalan Protokol

Reporter

Editor

Rabu, 4 Agustus 2010 13:25 WIB

TEMPO Interaktif, Surakarta - Dinas Perhubungan Kota Surakarta akan melakukan penertiban tempat parkir yang berada di sepanjang jalan protokol. Selama ini banyak gedung perkantoran dan tempat belanja yang memanfaatkan lahan trotoar dan jalur lambat sebagai tempat parkir kendaraan.

"Kami telah melayangkan surat teguran terhadap sembilan pengelola perkantoran dan pusat belanja," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Herman Yosca Soedrajad. Menurutnya, surat tersebut telah dikirimnya sejak bulan lalu. Jika masih membandel, pihaknya akan segera melayangkan surat peringatan pada akhir bulan ini.

Jangka waktu antara surat teguran dan surat peringatan yang berselang hingga satu bulan tersebut menurutnya bukan merupakan sikap ketidaktegasan pemerintah. Menurutnya, pengelola gedung membutuhkan waktu untuk menyiapkan lokasi parkir di dalam gedung. Jika mereka masih membandel setelah surat peringatan dilayangkan, Dinas Perhubungan berjanji bakal menutup akses jalan masuk. "Penutupan akses itu merupakan kewenangan milik Dinas Perhubungan," kata dia.

Herman mengakui ketersediaan lahan parkir di bahu jalan protokol yang disediakan oleh pemerintah sudah overload. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, daya tampung tempat parkir di bahu jalan protokol hanya mampu digunakan oleh 2.500 kendaraan. "Kenyataannya, jumlah kendaraan yang parkir mencapai dua kali lipat," kata Herman. Hal itu yang membuat parkir kendaraan meluber hingga ke trotoar dan jalur lambat.

Dia berharap agar setiap gedung yang ada di sekitar jalan protokol membuat tempat parkir di dalam gedung. Bagi gedung yang sudah memiliki lahan parkir, dia meminta agar diperluas. "Sehingga tamu juga bisa parkir di dalam," kata Herman. Selama ini banyak gedung yang menyediakan lahan parkir dalam gedung hanya untuk karyawannya.

Guna menanggulangi penumpukan parkir di jalan protokol, saat ini pihaknya masih melakukan kajian untuk menerapkan retribusi parkir progresif. "Tarif parkir akan dibedakan menurut zona tertentu," kata dia. Tarif parkir di jalan protokol akan lebih mahal dibanding tarif parkir di lokasi lain. Sistem ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memilih parkir di dalam gedung.

Penerapan tarif parkir progresif tersebut diharapkan bisa mulai berlaku awal tahun depan. "Payung hukum dalam bentuk peraturan daerah baru disusun," kata Herman.

AHMAD RAFIQ

Berita terkait

Rincian Sanksi Bagi Pelanggar Bahu Jalan

25 Mei 2023

Rincian Sanksi Bagi Pelanggar Bahu Jalan

Berikut sanksi-sanksi yang akan diterima para pihak akibat pelanggaran penggunaan bahu jalan.

Baca Selengkapnya

Pengertian Bahu Jalan

24 Mei 2023

Pengertian Bahu Jalan

Untuk berhenti di bahu jalan, pengendara diharapkan hati-hati karena masih banyaknya kebiasaan salah yang sering dilakukan pengendara.

Baca Selengkapnya

Margonda Bakal Terapkan Sistem Parkir On Street, Titiknya di Mana Saja?

8 Maret 2023

Margonda Bakal Terapkan Sistem Parkir On Street, Titiknya di Mana Saja?

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana menerapkan sistem parkir on street atau parkir di bahu jalan. Simak selengkapnya di sini!

Baca Selengkapnya

Polisi Dorong Sanksi Sosial bagi Pengemudi Mobil Pelat RF Nakal, Apa Itu?

16 Desember 2022

Polisi Dorong Sanksi Sosial bagi Pengemudi Mobil Pelat RF Nakal, Apa Itu?

Pelanggaran yang paling banyak dilakukan pengemudi mobil pelat RF adalah menggunakan bahu jalan tol.

Baca Selengkapnya

Razia Parkir Liar di Jalan Margonda Depok, Mobil Digembok dan Motor Digembosi

31 Maret 2021

Razia Parkir Liar di Jalan Margonda Depok, Mobil Digembok dan Motor Digembosi

Sepanjang Jalan Margonda, mulai dari depan Bank BRI, BJB, hingga Apartemen Zam-zam sering menjadi tempat parkir liar.

Baca Selengkapnya

Langgar Perda Garasi, Pemilik Mobil Depok Terancam Denda Rp2 Juta

10 Januari 2020

Langgar Perda Garasi, Pemilik Mobil Depok Terancam Denda Rp2 Juta

Wakil Wali Kota Depok mengatakan pemilik mobil yang tak memiliki garasi sendiri akan kena denda maksimal Rp 2 juta berdasarkan Perda Garasi.

Baca Selengkapnya

Pemerintah DKI Bakal Tilang Ojek Online yang Bikin Macet

22 Maret 2019

Pemerintah DKI Bakal Tilang Ojek Online yang Bikin Macet

Dinas Perhubungan DKI Jakarta bakal menilang pengemudi ojek online yang masih mangkal di sembarang tempat dan menimbulkan kemacetan.

Baca Selengkapnya

Menelepon Anies Dipersoalkan, Ratna Sarumpaet: Apa Enggak Boleh?

9 April 2018

Menelepon Anies Dipersoalkan, Ratna Sarumpaet: Apa Enggak Boleh?

Saat petugas datang dan memasang alat derek, kata Ratna Sarumpaet, ia masih berada di belakang kemudi.

Baca Selengkapnya

Ajukan Somasi, Ratna Sarumpaet Tuntut Dishub DKI Minta Maaf

9 April 2018

Ajukan Somasi, Ratna Sarumpaet Tuntut Dishub DKI Minta Maaf

Aktivis Ratna Sarumpaet hari ini akan mengajukan somasi terhadap Dinas Perhubungan DKI terkait dengan peristiwa penderekan mobilnya di Taman Tebet.

Baca Selengkapnya

Parkir Sembarangan di Tangerang Selatan Ban Mobil Bakal Dikempesi

12 Juli 2017

Parkir Sembarangan di Tangerang Selatan Ban Mobil Bakal Dikempesi

Pemerintah Kota memasang rambu dilarang parkir dari pintu masuk hingga mendekati kawasan parkir. Tapi ada saja yang memarkir di bahu jalan.

Baca Selengkapnya