Semburan Lumpur dan Gas di Sampang Mengecil

Reporter

Editor

Rabu, 11 November 2009 12:02 WIB

TEMPO Interaktif, Sampang - Semburan lumpur dan gas akibat proses uji seismik yang dilakukan PT SPE Petrolium di Desa Robatal Kabupaten Sampang, Madura melemah.

Manager Operasional PT SPE Petrolium Ahmat Sabidi menjelaskan, pelemahan semburan itu bisa diukur dari berkurangnya bau menyengit gas di udara sekitar lokasi semburan. Sedangkan semburan lumpur telah berganti dengan air bening.

"Sekarang semburan cuma satu drum per hari, dulu bisa tiga sampai lima drum," katanya, Rabu (11/11).

Menurut Sabidi, berdasarkan uji laboratorium kandungan gas disumur sedalam 20 meter itu adalah gas metan yang dalam jumlah besar berbahaya karena bisa memicu munculnya api. Tapi, kata dia, sumber pasti semburan itu belum dipastikan karena gelembung akibat semburan menyulitkan penelitian.

"Dugaannya karena gas bumi," jelasnya.

Jika semburan gas dan lumpur terus melemah, Sabidi memperkirakan, dalam waktu sebulan semburan itu akan berhenti total. Meski, melemah, pihak SPE Petrolium tetap rutin memantau dan menempatkan sejumlah penjaga di lokasi tersebut. "Semburan ini sudah hampir dua bulan," ujarnya.

Sumburan itu terjadi saat perusahaan Amerika Serikat ini, melakukan uji seismik untuk meneliti kandungan gas di Desa Robatal, Sampang. Namun, kata Sabidi, setelah pengeboran mencapai 20 meter, mata bor mengenai sumber air dan gas.

MUSTHOFA BISRI

Berita terkait

Pertamina EP Tangani Semburan Gas di Blora

3 Desember 2020

Pertamina EP Tangani Semburan Gas di Blora

PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field menangani semburan gas yang muncul di sumur air di Desa Ngraho, Blora, Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

18 Keluarga di Balikpapan Mengungsi Akibat Semburan Gas

11 November 2017

18 Keluarga di Balikpapan Mengungsi Akibat Semburan Gas

Lima keluarga dengan 11 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat semburan gas itu. Empat orang di antaranya menderita luka bakar hingga 30 persen.

Baca Selengkapnya

Gunung Kerinci Semburkan Asap Hitam 600-800 Meter

22 April 2016

Gunung Kerinci Semburkan Asap Hitam 600-800 Meter

Masyarakat, terutama para pendaki, diminta agar tidak mendekati kawah aktif Gunung Kerinci dalam radius 300 meter, karena sangat berbahaya.

Baca Selengkapnya

Gunung Egon Semburkan Gas Beracun

18 Januari 2016

Gunung Egon Semburkan Gas Beracun

Selain mengembuskan asap beracun, aktivitas kegempaan Gunung Egon mencapai 10 kali sehari.

Baca Selengkapnya

Gas Beracun di Sawangan Bisa Disuling Jadi LPG

23 Juli 2015

Gas Beracun di Sawangan Bisa Disuling Jadi LPG

Petugas laboratorium menemukan gas metan dari lubang galian sumur di permukiman warga Sawangan, Kota Depok.

Baca Selengkapnya

Galian Sumur Keluarkan Gas Beracun, Tiga Orang Pingsan  

23 Juli 2015

Galian Sumur Keluarkan Gas Beracun, Tiga Orang Pingsan  

Setelah menggali sumur, keluar air bercampur lumpur berbau belerang.

Baca Selengkapnya

Total Tutup Lima Sumur di Blok Mahakam  

13 November 2013

Total Tutup Lima Sumur di Blok Mahakam  

Ditutup agar kebocoran tidak menyebar.

Baca Selengkapnya

Berkabut, Semburan Gas Mahakam Belum Bisa Distop

11 November 2013

Berkabut, Semburan Gas Mahakam Belum Bisa Distop

Gas metana masih terpancar.

Baca Selengkapnya

Gas Mahakam Bocor, SKK Migas Jamin Produksi Aman

11 November 2013

Gas Mahakam Bocor, SKK Migas Jamin Produksi Aman

Semburan gas belum bisa dihentikan.

Baca Selengkapnya

Atasi Kebocoran Gas, Total Datangkan Tim Asing

11 November 2013

Atasi Kebocoran Gas, Total Datangkan Tim Asing

Semburan gas Blok Mahakam belum bisa diatasi.

Baca Selengkapnya