Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto Kembali Datangi KPK Untuk Klarifikasi LHKPN

Editor

Febriyan

Senin, 22 Mei 2023 09:59 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, seusai memenuhi panggilan tim Direktorat PP Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara KPK, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Mei 2023. Reihana, menjalani proses pemeriksaan permintaan klarifikasi LHKPN 2021 dengan harta tercatat sebesar Rp 2,715 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana Wijayanto. Pemeriksaan itu merupakan klarifikasi lanjutan perihal Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Reihana yang dinilai janggal.

Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding membenarkan adanya agenda pemanggilan itu. Ia menyebut Reihana Wijayanto telah hadir ke Gedung KPK, Jakarta.

"Telah hadir memenuhi undangan KPK sekitar pukul 09.00 WIB," kata Ipi dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Mei 2023.

Ipi melanjutkan, Reihana kini tengah menjalani klarifikasi dengan Direktorat LHKPN KPK. Perkembangan selanjutnya akan segera diinformasikan kepada publik.

"Kegiatan klarifikasi berlangsung di Gedung KPK," ujar dia.

Reihana tak hadir Jumat lalu

Advertising
Advertising

Pemeriksaan Reihana Wijayanto pada hari ini merupakan klarifikasi kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada 8 Mei 2023. Reihana sebenarnya dijadwalkan melakukan pemeriksaan kedua pada Jum'at lalu, 19 Mei 2023, namun dia tak datang.

Ipi menjelaskan Reihana pada saat itu meminta adanya penjadwalan ulang. Alasannya, dia masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dokumen yang diperlukan.

"Informasi yang kami terima dari tim, beliau meminta penundaan jadwal," kata Ipi dalam keterangan tertulis pada Jum'at pekan lalu.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan klarifikasi kedua LHKPN terhadap Reihana dilakukan untuk melengkapi pemeriksaan. Ia menyebut pada pemeriksaan pertama, Reihana tak membawa sejumlah dokumen yang dibutuhkan.

"Mungkin pada saat panggilan pertama untuk klarifikasi, beberapa dokumen tidak dibawa, ditanyakan yang bersangkutan menjanjikan bahwa akan dilengkapi dengan dokumen-dokumen yang diminta oleh temen-temen di Direktorat LHKPN," ujar Komisioner KPK dua periode tersebut pada 17 Mei 2023 lalu.

Reihana bungkam pada pemeriksaan pertama

Pada klarifikasi pertama, Reihana menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam. Usai menjalani pemeriksaan, Reihana irit bicara kepada awak media.

Dalam LHKPN yang dia setorkan ke KPK pada 2022, Reihana mengaku memiliki kekayaannya sebesar Rp 2,7 miliar. Kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan, kas, harta bergerak, dan kendaraan bermesin.

Reihana Wijayanto menjadi sorotan setelah foto-fotonya mengenakan tas bermerek seperti Louis Vuitton dan Hermes beredar di internet. Salah satu tas Hermes milik Reihana disebut bernilai ratusan juta rupiah. Hal itu dianggap tak wajar mengingat dia hanya berstatus sebagai pegawai golongan IV D dengan gaji sekitar Rp 5 juta belum termasuk tunjangan.

Berita terkait

Nurul Ghufron Laporkan Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho, Ini Tugas Dewas KPK

8 jam lalu

Nurul Ghufron Laporkan Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho, Ini Tugas Dewas KPK

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melaporkan anggota Dewas KPK Albertina Ho. Berikut tugas dan fungsi Dewas KPK

Baca Selengkapnya

Kilas Balik Kasus Korupsi APD Covid-19 Rugikan Negara Rp 625 Miliar

9 jam lalu

Kilas Balik Kasus Korupsi APD Covid-19 Rugikan Negara Rp 625 Miliar

KPK masih terus menyelidiki kasus korupsi pada proyek pengadaan APD saat pandemi Covid-19 lalu yang merugikan negara sampai Rp 625 miliar.

Baca Selengkapnya

KPK Tak Kunjung Terbitkan Sprindik Baru Eddy Hiariej, Terhambat di Direktur Penyelidikan KPK atas Perintah Polri

10 jam lalu

KPK Tak Kunjung Terbitkan Sprindik Baru Eddy Hiariej, Terhambat di Direktur Penyelidikan KPK atas Perintah Polri

Sprindik Eddy Hiariej belum terbit karena Direktur Penyelidikan KPK Brijen Endar Priantoro tak kunjung meneken lantaran ada perintah dari Polri.

Baca Selengkapnya

Soal Sidang Etik Digelar pada 2 Mei, Nurul Ghufron Tuding Dewas KPK Tak Menghormati Hukum

11 jam lalu

Soal Sidang Etik Digelar pada 2 Mei, Nurul Ghufron Tuding Dewas KPK Tak Menghormati Hukum

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, mengatakan telah melaporkan dugaan pelanggaran etik anggota Dewas KPK Albertina Ho sejak bulan lalu.

Baca Selengkapnya

Laporkan Dewas KPK Albertina Ho, Nurul Ghufron Klaim Informasi Transaksi Keuangan Merupakan Data Pribadi

12 jam lalu

Laporkan Dewas KPK Albertina Ho, Nurul Ghufron Klaim Informasi Transaksi Keuangan Merupakan Data Pribadi

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengklaim informasi transaksi keuangan merupakan data pribadi yang bersifat rahasia.

Baca Selengkapnya

Konflik Nurul Ghufron dengan Anggota Dewas Albertina Ho, KPK: Tidak Ada Berantem

20 jam lalu

Konflik Nurul Ghufron dengan Anggota Dewas Albertina Ho, KPK: Tidak Ada Berantem

Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan laporan Nurul Ghufron tersebut murni pribadi.

Baca Selengkapnya

Pengamat dan Aktivis Antikorupsi Bicara Soal Seteru di Internal KPK, Nurul Ghufron Laporkan Albertina Ho

22 jam lalu

Pengamat dan Aktivis Antikorupsi Bicara Soal Seteru di Internal KPK, Nurul Ghufron Laporkan Albertina Ho

Aktivis dan pengamat antikorupsi turut menanggapi fenomena seteru di internal KPK, Nurul Ghufron laporkan Albertina Ho. Apa kata mereka?

Baca Selengkapnya

Laporan Dugaan Korupsi Impor Emas oleh Eko Darmanto Masih Ditindaklanjuti Dumas KPK

22 jam lalu

Laporan Dugaan Korupsi Impor Emas oleh Eko Darmanto Masih Ditindaklanjuti Dumas KPK

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, mengatakan laporan yang disampaikan bekas Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, masih ditindaklanjuti.

Baca Selengkapnya

Albertina Ho Tanggapi Pernyataan Nurul Ghufron soal Surat Edaran Dianggap Tak Berstatus Hukum

22 jam lalu

Albertina Ho Tanggapi Pernyataan Nurul Ghufron soal Surat Edaran Dianggap Tak Berstatus Hukum

"Ah biar sajalah. Kan Ketua PPATK sudah bilang, ada aturannya kan," kata Albertina Ho.

Baca Selengkapnya

Dewas KPK Mulai Sidang Etik Nurul Ghufron 2 Mei Mendatang karena Alat Bukti Sudah Cukup

23 jam lalu

Dewas KPK Mulai Sidang Etik Nurul Ghufron 2 Mei Mendatang karena Alat Bukti Sudah Cukup

Dewas KPK akan memulai sidang dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron soal penyalahgunaan wewenang dalam kasus korupsi di Kementan.

Baca Selengkapnya