Profil KSAL Yudo Margono, Calon Pengganti Panglima TNI Andika Perkasa?

Sabtu, 15 Oktober 2022 19:01 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) berbincang dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) dan Wakil KSAL Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono (kanan) saat kunjungan di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin, 22 November 2021. ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun dan melepas jabatannya pada 21 Desember 2022 saat berusia 58 tahun. Meski sudah dekat, Andika mengaku bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi belum mengajaknya untuk membahas soal pergantian Panglima TNI.

"Sejauh pengalaman saya, presiden itu enggak pernah jauh-jauh hari ngomong (soal pergantian panglima), enggak pernah. Beliau pasti mendadak," kata Andika Perkasa kepada Tempo pada 5 Oktober 2022 lalu.

Sementara itu, salah satu nama yang digadang-gadang menjadi calon kuat pengganti Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL Yudo Margono. Pasalnya, menurut Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, kandidat Panglima TNI berasal dari tiga kepala staf TNI.

Kepada Tempo, Yudo Margono mengaku bahwa persoalan penggantian panglima adalah hak prerogatif presiden. Namun, ia juga mengaku siap untuk mengemban tanggung jawab tersebut apabila ditugaskan.

“(Jabatan) Panglima TNI kan enggak ada pendaftarannya. Itu hak prerogratif presiden. Tentunya kalau diberikan tanggung jawab ke saya, ya kami laksanakan,” kata Yudo kepada Majalah Tempo pada 2 Oktober 2022. Lantas, bagaimana rekam jejak KSAL Yudo Margono?

Advertising
Advertising

Baca: Wawancara KSAL Yudo Margono Soal Calon Panglima TNI

Profil KSAL Yudo Margono

Berdasarkan catatan Tempo, Yudo Margono merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1998. Pria kelahiran Madiun, 26 November 1965 ini kemudian melanjutkan pendidikan militer ke Sekolah Staf Komando AL dan lulus pada 2003.

Pendidikan militernya berlanjut pada 2011 di Sekolah Staf Komando Tentara Nasional Indonesia. Tidak hanya urusan militer, Yudo Margono diketahui juga sempat mengenyam pendidikan sipil.

Pada 2013, ia lulus dari S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana. Satu tahun berselang, Yudo juga berhasil menuntaskan Program Pendidikan Reguler Lembaga Ketahanan Nasional. Lalu, melanjutkan kembali pendidikan sipil dan lulus dari S-2 di universitas yang sama sewaktu strata satu pada 2015.

Di lingkungan militer, Yudo Margono juga memiliki karier yang cukup mentereng. Pada masal awal-awal sebagai TNI AL, Yudo sempat menjadi komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pandrong-801, Komandan KRI Sutanto-877, dan Komandan KRI Ahmad Yani-351.

Kemudian, pada 2004 - 2008, ia memegang jabatan sebagai Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tual. Kemudian dirotasi dan memegang jabatan yang sama di Pangkalan Angkatan Laut Sorong pada 2008 - 2010.

Prospek karier militer Yudo Margono mulai menanjak pada 2015 - 2016 ketika dirinya ditunjuk menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan. Lalu, ia juga sempat menjadi Kepala Staf Komando Armada RI Wilayah Barat pada 2016 - 2017.

Sejak saat itu, Yudo Margono mulai menempati posisi-posisi strategis di lingkungan TNI, seperti Panglima Komando Lintas Laut Militer pada 2017 - 2018, Panglima Armada Barat pada 2018, Panglima Armada I pada 2018 - 2019, hingga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I pada 2019 - 2020. Barulah pada 2020 hingga sekarang, Yudo Margono menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Selain KSAL Yudo Margono, terdapat dua nama lain yang bisa masuk bursa calon Panglima TNI pada tahun ini adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Dudung Abdurachman dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Baca: Kata KSAL Yudo Margono Soal Panglima TNI, Kandidat Terkuat?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Berita terkait

Bedah Buku Karya KSAL, Bamsoet Tegaskan Dukung Peningkatan Alutsista

21 jam lalu

Bedah Buku Karya KSAL, Bamsoet Tegaskan Dukung Peningkatan Alutsista

Peningkatan Alutsista sangat diperlukan seturut posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Baca Selengkapnya

Menko Polhukam Rapat Koordinasi dengan Panglima TNI hingga Kapolri soal Situasi Papua, Ini yang Dibahas

2 hari lalu

Menko Polhukam Rapat Koordinasi dengan Panglima TNI hingga Kapolri soal Situasi Papua, Ini yang Dibahas

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas berbagai situasi terakhir di Papua.

Baca Selengkapnya

Bertemu Panglima TNI, Ketua Komnas HAM Sebut Tak Khusus Bahas Soal Papua

3 hari lalu

Bertemu Panglima TNI, Ketua Komnas HAM Sebut Tak Khusus Bahas Soal Papua

Pertemuan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Komnas HAM tidak secara khusus membahas konflik di Papua dan upaya penyelesaiannya.

Baca Selengkapnya

Bentrok TNI AL Vs Brimob di Sorong Berakhir Damai, Patroli Bersama Digalakkan Usai Baku Pukul

4 hari lalu

Bentrok TNI AL Vs Brimob di Sorong Berakhir Damai, Patroli Bersama Digalakkan Usai Baku Pukul

Pasca-bentrokan antara Brimob dan TNI AL di Pelabuhan Sorong, diketahui sebelumnya di beberapa daerah di Indonesia, konflik serupa pernah terjadi.

Baca Selengkapnya

Pengamat Sebut Bentrok TNI vs Polri di Sorong Tak Boleh Dianggap Hanya karena Salah Paham, Ini Alasannya

6 hari lalu

Pengamat Sebut Bentrok TNI vs Polri di Sorong Tak Boleh Dianggap Hanya karena Salah Paham, Ini Alasannya

Polda Papua Barat akan menyelidiki penyebab terjadinya bentrok TNI vs Polri di Sorong.

Baca Selengkapnya

Rangkulan Kapolri dan Panglima Pascabentrok Anggota Brimob vs TNI AL di Sorong

7 hari lalu

Rangkulan Kapolri dan Panglima Pascabentrok Anggota Brimob vs TNI AL di Sorong

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merangkul Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat ditanya soal bentrok personel Brimob dan TNI AL di Sorong

Baca Selengkapnya

Perubahan Istilah KKB Jadi OPM: Kronologi, Kritikan hingga Langkah Pendekatan TNI di Papua

7 hari lalu

Perubahan Istilah KKB Jadi OPM: Kronologi, Kritikan hingga Langkah Pendekatan TNI di Papua

Berikut kronologi perubahan istilah KKB menjadi OPM yang menuai kritik dari sejumlah pihak, serta pendekatan yang bakal dilakukan TNI di Papua.

Baca Selengkapnya

TNI Ubah Penyebutan Istilah KKB Jadi OPM, Apa Konsekuensinya?

8 hari lalu

TNI Ubah Penyebutan Istilah KKB Jadi OPM, Apa Konsekuensinya?

Perubahan istilah KST dan KKB menjadi OPM dianggap tidak akan menyelesaikan konflik, bahkan malah meningkatkan kekerasan

Baca Selengkapnya

Kapuspen Pastikan TNI Utamakan Operasi Teritorial di Papua Meski Ubah Istilah KKB

10 hari lalu

Kapuspen Pastikan TNI Utamakan Operasi Teritorial di Papua Meski Ubah Istilah KKB

Operasi teritorial merupakan pendekatan TNI yang dilakukan dengan mengajak semua pihak membangun dan mensejahterahkan masyarakat Papua.

Baca Selengkapnya

Begini Respons Komnas HAM soal Perubahan Istilah KKB Jadi OPM

10 hari lalu

Begini Respons Komnas HAM soal Perubahan Istilah KKB Jadi OPM

Komnas HAM perlu mempelajari implikasi dari kebijakan pemerintah dengan perubahan penyebutan dari KKB menjadi OPM.

Baca Selengkapnya