Wiranto Ungkit Kisah Rekayasa Oso Jadi Ketua Umum Hanura di 2016

Reporter

Dewi Nurita

Editor

Juli Hantoro

Rabu, 18 Desember 2019 18:15 WIB

Ketum Partai Hanura Wiranto (tengah) menghadiri kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltara Jusuf SK dan Marthin Billa di Tarakan, Kalimantan Utara, 4 Desember 2015. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Hanura, Wiranto blak-blakan menyatakan dirinya merasa tidak dihargai karena tidak diundang dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Hanura di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. Munas itu mengukuhkan kembali Oesman Sapta Odang atau Oso sebagai ketua umum.

Tersinggung akan sikap Oso, Wiranto kemudian mengungkit cerita terpilihnya Oso sebagai ketua umum pada 2016. Ketika itu, Wiranto mundur dari posisi Ketum Hanura lantaran dipilih Presiden Joko Widodo sebagai Menko Polhukam. Lalu, digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa Bambu Apus untuk memilih pengganti Wiranto.

"Kami mengundang saudara Oso untuk menjadi salah satu calon yang mengganti saya. Lalu, Saya merekayasa agar beliau terpilih secara aklamasi, maka jadilah dia ketum terpilih," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Rabu, 18 Desember 2019.

Kendati demikian, Wiranto mengingatkan bahwa terpilihnya Oso itu dengan beberapa catatan dan kesepakatan. Diantaranya; semua kekuasaan ketua umum di bawah ketua dewan pembina (dalam hal ini adalah Wiranto).

Selain itu, adapula pakta integritas yang diteken Oso bahwa dirinya hanya menjabat hingga 2020. Selama itu pula, Oso diwajibkan mematuhi AD/ART partai, menjamin soliditas partai, menjamin penambahan kursi Partai Hanura di DPR-RI, dan membawa gerbong Wiranto dalam kepemimpinannya. Jika pakta integritas tidak dipenuhi, maka kesepakatannya, Oso harus mengundurkan diri dari keanggotaan maupun pengurus dari partai.

Advertising
Advertising

Menurut Wiranto, Oso telah menyalahi semua pakta integritas itu dan meminta Oso dengan kesadaran dirinya mengundurkan diri sebagai ketua umum.

"Kami minta saudara Oso, agar secara kesatria, mundur sebagai ketua umum. Tapi ini bukannya mundur, malah menetapkan diri kembali sebagai ketua umum secara aklamasi," ujar Wiranto.

Berita terkait

Hanura Ingatkan Jangan Tertipu Narasi Pemilu 2024 Telah Usai

44 hari lalu

Hanura Ingatkan Jangan Tertipu Narasi Pemilu 2024 Telah Usai

Tahapan Pemilu baru dianggap selesai setelah presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 dilantik.

Baca Selengkapnya

SBY Termasuk Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Mengadili Prabowo dalam Kasus Penculikan Aktivis 1998

29 Februari 2024

SBY Termasuk Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Mengadili Prabowo dalam Kasus Penculikan Aktivis 1998

Prabowo dapat gelar Jenderal TNI Kehormatan dari Jokowi. Pada 1998, Dewan Kehormatan Perwira memberhentikannya dari TNI, SBY salah satu anggotanya.

Baca Selengkapnya

Jokowi Didampingi Wiranto Lakukan Kunjungan Kerja ke Kalimantan Timur

28 Februari 2024

Jokowi Didampingi Wiranto Lakukan Kunjungan Kerja ke Kalimantan Timur

Presiden Jokowi lepas landas dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, sekitar pukul 13.00 WIB menuju Kalimantan Timur

Baca Selengkapnya

SBY dan Luhut Pernah Jadi Menko Polhukam, Terakhir Hadi Tjahjanto Gantikan Mahfud Md di Kabinet Jokowi

21 Februari 2024

SBY dan Luhut Pernah Jadi Menko Polhukam, Terakhir Hadi Tjahjanto Gantikan Mahfud Md di Kabinet Jokowi

Jokowi melantik Hadi Tjahjanto sebagai Menko Polhukam menggantikan Mahfud Md. Berikut Menko Polhukam sejak era reformasi, termasuk SBY dan Wiranto.

Baca Selengkapnya

Sikapi Hasil Quick Count Pilpres 2024, Oso Hanura: Jangan Klaim Sudah Juara, Tuhan yang Menentukan

14 Februari 2024

Sikapi Hasil Quick Count Pilpres 2024, Oso Hanura: Jangan Klaim Sudah Juara, Tuhan yang Menentukan

Ketum Hanura Oso merespons hasil quick count Pilpres 2024 yang menempatkan pasangan Ganjar-Mahfud di urutan 3.

Baca Selengkapnya

Saat Capres Ganjar Pranowo Sindir 3 Purnawirawan Jenderal yang Disebutnya Mencla-mencle

8 Februari 2024

Saat Capres Ganjar Pranowo Sindir 3 Purnawirawan Jenderal yang Disebutnya Mencla-mencle

Ganjar Pranowo bilang ada purnawirawan jenderal yang menyebut jangan memilih calon tertentu karena latar belakangnya tapi kini berbalik arah mendukung

Baca Selengkapnya

Daftar Menko Polhukam Selama Pemerintahan Jokowi, Benarkah Mahfud MD Paling Lama Menjabat?

3 Februari 2024

Daftar Menko Polhukam Selama Pemerintahan Jokowi, Benarkah Mahfud MD Paling Lama Menjabat?

Jokowi sebut Mahfud MD merupakan Menko Polhukam paling lama menjabat dalam dua periode pemerintahannya. Betulkah? Siapa Menko Polhukam lainnya?

Baca Selengkapnya

Peristiwa Besar Mengiringi Lengsernya Soeharto, Termasuk 14 Menteri Mundur Bersama-sama

27 Januari 2024

Peristiwa Besar Mengiringi Lengsernya Soeharto, Termasuk 14 Menteri Mundur Bersama-sama

Beberapa peristiwa besar libatkan Soeharto hingga proses lengsernya, pada 21 Mei 1998. Termasuk kerusuhan Mei 1998 dan 14 menteri mundur bersama-sama.

Baca Selengkapnya

Ganjar Pranowo Klaim Partai Koalisi Pengusungnya Solid

15 Januari 2024

Ganjar Pranowo Klaim Partai Koalisi Pengusungnya Solid

Menurut Ganjar, kampanye all out yang dilakukan seluruh partai politik pengusung menunjukkan soliditas sebagai koalisi.

Baca Selengkapnya

Laporan Awal Dana Kampanye Partai Politik di DKI, Simak Besaran dan Distribusinya

14 Januari 2024

Laporan Awal Dana Kampanye Partai Politik di DKI, Simak Besaran dan Distribusinya

Sejumlah partai melaporkan dana kampanyenya Rp 0

Baca Selengkapnya