4 Fakta KRI Rencong-622 yang Terbakar dan Tenggelam di Sorong

Rabu, 12 September 2018 09:20 WIB
Asap membubung dari kapal KRI Rencong 622 yang terbakar di perairan Sorong, Papua Barat, Selasa, 11 September 2018. Belum diketahui penyebab kebakaran KRI Rencong 622 itu. ANTARA FOTO/Dok Basarnas/OM

TEMPO.CO, Jakarta - KRI Rencong-622 terbakar dan tenggelam di Perairan Sorong, Papua Barat pada Selasa, 11 September 2018, masih dicari penyebabnya. TNI Angkatan Laut akan membentuk tim investigasi guna mencari informasi lebih terperinci atas kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan Antara, pada saat kejadian cuaca cerah dan gelombang laut dalam kondisi landai. Artinya, ketika itu tidak ada gelombang laut besar yang membuat kapal terganggu. Peristiwa ini berlangsung saat KRI Rencong-622 bergerak menuju dermaga umum Sorong untuk mengisi bekal air tawar di Pelabuhan Sorong. Berikut ini 4 fakta peristiwa kebakaran yang menimpa KRI Rencong-622.

1. Berdekatan dengan HUT ke-73 TNI AL

Kebakaran dan tenggelamnya KRI Rencong-622 hanya sehari setelah TNI AL menggelar upacara peringatan HUT Ke-73 TNI Angkatan Laut di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara pada Minggu, 9 September 2018.

Dinas Penerangan TNI AL dalam keterangannya dari Jakarta menyatakan bahwa kapal perang tersebut membawa senjata utama sistem peluru kendali permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara MM-39 Exocet buatan Aerospatiale, Prancis. Status perjalanan kapal di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut Armada III TNI Angkatan Laut.

Kobaran Api Membesar Listrik Kapal Putus

Sekitar pukul 07.00 Waktu Indonesia Timur, KRI Rencong-622 menjalani pemanasan turbin gas. Dimulai dengan start sistem unit pendukung daya tambahan (APU) turbin gas sebagai bagian dari sistem propulsi utamanya. Turbin gas mesin kapal perang buatan Korea Selatan itu sempat hidup dan kemudian mati.

Kapal perang cepat, KRI Rencong 622 terbakar di perairan Sorong, Papua Barat. kapal perang dengan senjata utama sistem peluru kendali permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara, MM-39 Exocet buatan Aerospatiale, Prancis ini juga tenggelam usai terbakar. Foto/antaranews.com

Pada saat diperiska bagian panel kendali turbin gas, indikator tidak menunjukkan ada kelainan fungsi. Namun, ketika dicek ke ruang turbin gas, tiba-tiba muncul api. Menghadapi kondisi ini, personel kapal langsung melaksanakan "peran kebakaran" (perintah aksi penanggulangan kebakaran).

Sambil tetap berupaya mengatasi kebakaran, komandan mengarahkan kapal mendekat ke daratan dan melego jangkar dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong. Di sini kobaran pi semakin membesar dan semua aliran listrik kapal putus, serta api merambat mendekati gudang amunisi kapal.

Seluruh Awak KRI Rencong-622 Selamat

Guna menghindari korban jiwa --karena rawan terjadi ledakan amunisi-- maka Komandan KRI Rencong-622 memutuskan untuk melaksanakan "peran peninggalan" (perintah aksi meninggalkan kapal) kepada semua personel yang ada di KRI Rencong-622.

Pada saat proses kebakaran terjadi, menurut keterangan Dinas Penerangan TNI AL itu, komandan KRI Rencong-622 tetap berupaya melaksanakan penyelamatan kapal sesuai prosedu. Komandan juga melaporkan dan berkoordinasi dengan komando atas tentang kondisi yang dihadapi di lapangan.

Karena kebakaran makin membesar dan tidak dapat ditanggulangi lagi, komandan kapal memutuskan untuk seluruh anggota meninggal kapal. Akhirnya kapal tidak dapat terselamatkan dan tenggelam pada posisi lego jangkar dekat Pulau Yefdoi. Seluruh personel di KRI Rencong-622 selamat dan dievakuasi ke Pangkalan Armada III TNI AL di Sorong.

TNI AL Membentuk Tim Investigasi

Dalam waktu dekat TNI AL akan membentuk Tim Investigasi untuk mencari secara menyeluruh penyebab terjadinya kebakaran tersebut, dan diharapkan dari hasil investigasi ini dapat dijadikan bahan evaluasi guna mengantisipasi kejadian serupa.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Gig Jonias Mozes Sipasulta, menjelaskan KRI Rencong-622 sedang melaksanakan Operasi BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III di Perairan Sorong. "Investigasi akan dijadikan bahan evaluasi," kata Gig Jonias.

Gig Jonias menambahkan, "Pada saat kebakaran, Komandan KRI Rencong-622 tetap berupaya melaksanakan penyelamatan kapal sesuai dengan prosedur yang berlaku, juga melaporkan dan berkoordinasi terus dengan komando atas tentang kondisi yang dihadapi di lapangan".

Baca Juga