Bertemu Dandim, Kenapa Arzetti Tak Ngobrol di Lobi Hotel?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris cantik Arzetti Bilbina yang merupakan anggota Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi sambutan dikawasan Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, (9/4). Arzetti mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif dari PKB untuk daerah pemilihan Jawa Timur 6. Tempo/Fardi Bestari

    Aktris cantik Arzetti Bilbina yang merupakan anggota Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi sambutan dikawasan Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, (9/4). Arzetti mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif dari PKB untuk daerah pemilihan Jawa Timur 6. Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR, Arzetti Bilbina, mengatakan info perselingkuhannya yang beredar di media adalah cobaan dari Tuhan. "Mungkin saya sedang diuji agar memperbaiki diri lagi," kata Arzetti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2015.

    Ia mengaku memang bertemu Komandan Komando Distrik Militer Sidoarjo Letnan Kolonel Rizki Indra Wijaya, tapi konteks penggerebekan tidak tepat. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu mengklaim sedang membahas proposal kerja di daerah pemilihannya di Sidoarjo.

    BACA: Ini Alasan Arzetti Memilih Hotel Bertemu Dandim Rizky

    Indra, begitu Arzetti memanggil Sang Letnan Kolonel, membantu dirinya memfasilitasi penyaluran bantuan. Saat kejadian, Arzetti mengaku memilih hotel sebagai lokasi pertemuan dengan Indra lantaran dia sedang terburu-buru mengejar penerbangan.

    Arzetti mengaku harus segera pulang sehingga memilih lokasi yang mudah dijangkau ke bandara. Ia memilih tidak berbicara di lobi hotel karena khawatir malah akan lama. "Kalau ada keluarga saya datang, nanti ngajakin ngobrol atau foto, kan, malah lama."

    Menurut Arzetti, saat sejumlah polisi militer berpakaian sipil mendatangi hotel itu, ia tengah berbincang dengan Indra di teras kamar hotel. Di depan kamar pun ada ajudan yang sedang menunggu. Saat digerebek, menurut Arzetti, mereka hanya berbincang.

    BACA: Alibi Arzetti Bertemu Dandim di Hotel: Saksi hingga Dapil

    Ia berkukuh tidak merasa kedatangan polisi militer itu sebagai penggerebekan lantaran saat itu ia tidak melakukan tindak pidana apa pun. "Kecuali kalau mereka datang saya kedapatan minum alkohol, atau pakai serbuk, atau apa pun," ucap Arzetti.

    Arzetti mengatakan ia tidak berniat menginap di hotel. Pasalnya, ia sudah lama tidak pulang dan sedang mengejar penerbangan pesawat saat itu. Bahkan, Arzetti mengaku, saat kejadian pun sebenarnya Aditya Setiawan Wicaksono alias Didit, suaminya, berniat menjemputnya.

    Menurut pengakuan Arzetti, 20 menit setelah kedatangan polisi militer itu, Didit pun datang menjemput dia.

    Sebelumnya, beredar kabar lewat pesan pendek bahwa Arzetti kepergok berduaan bersama Letnan Kolonel Kavaleri Rizki Indra Wijaya di Hotel Arjuna oleh Detasemen Polisi Militer Divisi Infanteri II. Keduanya lantas dibawa ke Markas Denpom Divif II.

    Tidak lama setelah penggerebekan, suami Arzetti, Didit, mendatangi markas itu. Dari hasil koordinasi Asisten Intelijen Kodam V/Brawijaya dan Denpom V/3 Malang, Rizky, Arzetti, dan Didit dibawa ke Markas Denpom V/3 Malang untuk diperiksa.

    Letnan Kolonel Kavaleri Rizky Indra Wijaya mengaku bertemu dengan Arzetti Bilbina di sebuah hotel di Lawang, Kabupaten Malang. Menurut Rizki, pertemuan itu sebatas membahas dana bantuan pembangunan masjid di panti asuhan yang ia asuh.

    BACA: Kepergok Bareng Dandim Sidoarjo, Ini Curhat Arzetti Bilbina

    "Kabar di media yang menyebut ada penggerebekan itu tidak benar. Apalagi pertemuan itu di teras kamar dan ada sejumlah kader Muslimat NU (Nahdlatul Ulama)," ujar Rizki di kantornya, Markas Kodim 0816 Sidoarjo di Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin, 26 Oktober 2015.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI

    Artikel Menarik:
    Jose Mourinho Terpuruk Gara-gara Wanita Cantik
    Mourinho Terseruduk Kambing Hitamnya Sendiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe