Jokowi Ngamuk Soal Bongkar-Muat di Priok, Siapa Dicopot?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menerima Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengancam mencopot menteri dan semua pejabat di lapangan yang tak bisa membereskan masalah dwelling time atau waktu tunggu kontainer yang terlalu lama. Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok pagi ini, Rabu, 17 Juni 2015, Jokowi kesal karena tak diberi tahu masalah utama dwelling time.

    Berkali-kali, Jokowi bertanya, siapa instansi yang menyebabkan lamanya dwelling time. Namun tak ada jawaban jelas soal siapa penyebabnya. Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, pejabat Direktorat Bea-Cukai Kementerian Keuangan, dan Direktur Utama PT Pelindo R.J. Lino tak bisa memberikan jawaban pasti. "Siapa yang paling lama instansi urusan izin. Pasti ada yang paling lama. Enggak percaya saya (kalau tidak ada yang paling lama). Instansi mana yang terlama, itu yang saya kejar," ujar Jokowi, Rabu, 17 Juni 2015.

    Baca juga:
    Sadis, 9 Pemuda Gilir Anak Ingusan 17 Kali
    Heboh Ingin Lahirkan Bayi Alien, Wanita Ini Batal ke Mars

    Kekesalan Jokowi dimulai saat bertanya, "Berapa hari barang bisa keluar?” Seorang pejabat Direktorat Bea-Cukai Kementerian Keuangan menjelaskan, secara umum, ada tiga jalur yang jika dirata-rata akan menyebabkan dwelling time hingga 5,59 hari. Waktu tersebut turun dari tahun 2013, yang perlu 8,9 hari untuk kontainer menunggu di pelabuhan.

    Kemudian Jokowi bertanya lagi karena jawaban tersebut belum membuatnya puas. "Yang menentukan paling lama untuk urusan izin instansinya siapa?" Menteri Indroyono kemudian menjawab soal proses dwelling time, dari waktu izin bongkar, barang masuk dari kapal dan mengurus izin, kapal tersebut mengirim dokumen ke sistem Indonesia National Single Window (INSW), hingga keluar persetujuan dan barang keluar dari pelabuhan.

    Baca juga:
    Ramadan, Luna Maya dan Julia Perez Nyantri
    Kasus Angeline, Hotma Sitompul Jadi Pengacara Margriet

    Menanggapi jawaban Indroyono, Jokowi makin tak puas. "Iya, saya mengerti. Saya 28 tahun di (bidang) ini. Siapa yang paling lama mengurus, baik impor maupun ekspor?" Penjelasan Indroyono selanjutnya langsung dipotong Jokowi yang sudah sangat jengkel. "Kalau sulit, bisa saja dirjennya saya copot. Pelaku di lapangan saya copot. Bisa juga menterinya yang saya copot," ucap Jokowi. Ruangan langsung hening.

    Jokowi menuturkan waktu tunggu kontainer ada yang sampai 25 hari. Dia berharap waktu tersebut bisa dipangkas hingga menyamai negara tetangga. "Jangan bilang semua bagus. Nyatanya, negara kita masih jauh, kok. Siapa, Bea-Cukai apa perdagangan, siapa yang saya tanya?" katanya.

    TIKA PRIMANDARI

    LIHAT: JADWAL IMSAK DAN SHOLAT RAMADAN 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.