Foto Peserta SBMPTN Bandung Bermasalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanda peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2014 berkebutuhan khusus menunggu waktu ujian di kampus ITB, Bandung, Jawa Barat (17/6). TEMPO/Prima Mulia

    Tanda peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2014 berkebutuhan khusus menunggu waktu ujian di kampus ITB, Bandung, Jawa Barat (17/6). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Sekitar seratus peserta ujian tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Bandung bermasalah dengan syarat foto kirimannya. Akibatnya, foto tidak muncul saat peserta mencetak kartu tanda peserta setelah membayar biaya pendaftaran di bank.   

    Panitia Lokal SBMPTN Bandung Subbidang Informasi dan Hubungan Masyarakat Soni A. Nulhaqim mengatakan kini sudah ada seratus peserta yang bermasalah dengan foto tanda identitas ujian. "Penyebabnya, ukuran foto terlalu besar, ketentuannya maksimal 100 kilobita," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2015. Pendaftaran telah dibuka 11 Mei lalu.

    Panitia meminta peserta yang bermasalah dengan fotonya untuk datang ke Sekretariat Panitia Lokal SBMPTN Bandung di kampus ITB di Jalan Ganesha sambil membawa file foto digitalnya. "Foto akan diedit oleh petugas jika ukurannya besar, dan kartu dicetak," katanya. 

    Ketentuan foto peserta SBMPTN adalah foto berwarna dengan ukuran 4 x 6 sentimeter beresolusi minimal 400 x 600 piksel dalam format digital JPEG atau PNG. Ukuran file pasfoto tidak boleh lebih dari 100 kilobita dan kualitas gambar harus tajam serta fokus.

    Pose pada foto adalah posisi badan dan kepala peserta tegak sejajar menghadap kamera, dengan proporsi wajah 25-50 persen dari ukuran foto. Selain itu, bagian kepala harus utuh tanpa terpotong dan wajah tidak boleh tertutup ornamen apa pun. 

    Sampai hari kesepuluh pendaftaran SBMPTN di Bandung, peserta berjumlah 20.217 orang. Sampai penutupan pendaftaran 29 Mei 2015, panitia memperkirakan peserta ujian SBMPTN mencapai 40 ribu orang.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.