Jumat, 16 November 2018

Pertama Kali, DPRD Jawa Barat Dipimpin Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota dewan tertidur saat pidato pelantikan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2014-2019 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 1 September 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Anggota dewan tertidur saat pidato pelantikan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2014-2019 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 1 September 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Politikus PDI Perjuangan Ineu Purwadewi Sundari ditetapkan sebagai Ketua DPRD Jawa Barat untuk periode 2014-2019. "Ini adalah Ketua DPRD perempuan pertama," kata Gubernur Ahmad Heryawan, selepas pengambilan sumpah pimpinan definitif DPRD Jawa Barat di Bandung, Rabu, 22 Oktober 2014.

    Gubernur yang sering disapa Aher itu berharap hadirnya pimpinan perempuan dalam lembaga legislatif itu akan mewarnai kebijakan pemerintah provinsi. "Mudah-mudahan isu-isu perempuan yang khas, yang oleh pikiran laki-laki tidak terpikirkan, akan terpikirkan oleh perempuan," kata dia.

    Aher mengatakan pemerintah provinsi dan DPRD bisa bersama-sama memperjuangkan hak-hak rakyat guna mensejahterakan masyarakat. "Semua, kita bertugas untuk mengakselerasi kesejahteraan rakyat. Kita harus mengoreksi bersama-sama kalau ada program-progam yang liar, program-program yang tidak pro-rakyat. Kita harus terbuka semuanya. Kita tidak ingin sama sekali, kecuali program-program itu untuk rakyat seluruhnya," kata dia.

    Sekretaris DPRD Jawa Barat Ida Hernida membenarkan Ineu merupakan perempuan pertama yang menjadi pimpinan DPRD Jawa Barat. "Selama DPRD Jawa Barat berdiri, ini adalah pertama kalinya perempuan menjadi ketua dan dia masih muda," katanya.

    Sidang Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat mengesahkan penetapan pimpinan definitif lembaga itu serta pengambilan sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Marni Emi Mustafa. Dalam sidang paripurna istimewa itu juga dibacakan petikan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 19 Oktober 2014 mengenai pengesahan penetapan pimpinan definitif DPRD Jawa Barat.

    Berbeda dengan DPR RI, pimpinan DPRD Jawa Barat berasal dari urutan partai pemenang pemilu legislatif. Seluruhnya terdapat delapan fraksi, yakni Fraksi Golkar Amanah gabungan Partai Golkar dan PAN (21 orang), Fraksi PDI Perjuangan (20 orang), Fraksi PKS (12 orang), Fraksi Partai Demokrat (12 orang), Fraksi Partai Gerindra (11 orang), Fraksi PPP (sembilan orang), Fraksi Restorasi Nurani Rakyat gabungan Partai Nasdem dan Hanura (delapan orang), serta Fraksi PKB (tujuh orang). (baca juga: DPRD Jawa Barat Didominasi Wajah Baru)

    AHMAD FIKRI

    Berita lain:
    Fahri Sebut Jokowi Presiden yang Tak Pandai Pidato
    Ketemu Kalla, Prabowo Minta Maaf Soal Pilpres
    Tokoh-tokoh Ini Dipanggil Jokowi ke Istana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.