20 Tahun Lagi Karawang Terancam Tenggelam

Reporter

Jumat, 31 Juli 2015 19:21 WIB

Ilustrasi pantai. REUTERS/Edgar Su

TEMPO.CO, Karawang - Pakar lingkungan hidup Universitas Indonesia memprediksi, dalam 20 tahun mendatang, pesisir di Kabupaten Karawang akan tenggelam. “Jika tidak segera ditangani, banyak sawah di tepi laut akan tenggelam,” ujar Jatna Supriatna, Kepala Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia, di gedung Singaperbangsa, kompleks pemerintah daerah Karawang, Jumat, 31 Juli 2015.

Menurut Jatna, permukaan tanah di Kabupaten Karawang relatif rendah. “Hanya satu meter di atas permukaan laut,” kata dia.

Karena itu, Jatna menyarankan Pemerintah Kabupaten Karawang segera membuat perencanaan untuk menangani masalah tersebut. "Kita jangan menabung masalah di masa depan," ujar dia.

Abimanyu T. Alamsyah, pakar ketinggian air laut dan mitigasi Universitas Indonesia, mengatakan bahwa naiknya permukaan air laut diakibatkan oleh pemanasan global. “Karawang mempunyai garis pantai sepanjang empat mil. Selain itu banyak terjadi degradasi tanah, kerusakan hutan mangrove dan alih fungsi lahan,” kata Abimanyu di tempat yang sama.

Ia mengatakan, jika masalah itu dibiarkan, dalam 20 sampai 30 tahun lagi, permukaan laut akan naik lima meter. “Jika laut meluas, maka daratan Karawang akan menyempit, Karawang akan kehilangan sumber daya daratan,” ujar Abimanyu.

Abimanyu menyarankan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menghentikan alih fungsi lahan. “Jangan sampai ada lagi penebangan mangrove dan pembangunan tambak-tambak yang tidak teratur,” kata Abimanyu.

Ia juga menyarankan Pemerintah Kabupaten Karawang membuat peraturan daerah berbasis penghijauan. “Industri di Karawang juga harus membayar kompensasi lingkungan setiap bulan. Selain itu mereka harus menyediakan CSR untuk biaya pelestarian alam dan lingkungan,” ujar Abimanyu.

Pelaksana tugas Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, menyambut baik masukan dari para pakar lingkungan ini. “Kerja sama ini akan menjadi pengetahuan baru bagi kami. Sehingga menjadi bahan dasar membentuk kebijakan pemda. Mudah-mudahan bisa memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan di Kabupaten Karawang,” ujar Cellica.

HISYAM LUTHFIANA

Berita terkait

Nasdem dan Gerindra Berkoalisi Usung Petahana Aep Syaepuloh di Pilkada Karawang

10 jam lalu

Nasdem dan Gerindra Berkoalisi Usung Petahana Aep Syaepuloh di Pilkada Karawang

Bakal calon bupati pendamping Aep Syaepuloh di Pilkada Karawang akan ditentukan oleh Gerindra.

Baca Selengkapnya

Walhi: Rencana Izin Usaha Pertambangan Bagi Ormas Bisa Perparah Kerusakan Lingkungan

6 hari lalu

Walhi: Rencana Izin Usaha Pertambangan Bagi Ormas Bisa Perparah Kerusakan Lingkungan

Walhi mengkritik rencana pemberian izin usaha pertambangan kepada ormas keagamaan bisa picu kerusakan lingkungan lebih berat

Baca Selengkapnya

Alasan Pemerintah Belanda Temui JATAM Kaltim hingga AMAN sebelum Investasi di IKN

12 hari lalu

Alasan Pemerintah Belanda Temui JATAM Kaltim hingga AMAN sebelum Investasi di IKN

Pemberintah Belanda mengaku ingin melihat langsung kondisi di IKN sebelum mereka berinvestasi.

Baca Selengkapnya

Korupsi Timah: Aturan Rujukan Penghitungan Kerugian Negara Rp 271 Triliun

44 hari lalu

Korupsi Timah: Aturan Rujukan Penghitungan Kerugian Negara Rp 271 Triliun

Kasus dugaan korupsi di PT Timah, yang melibatkan 16 tersangka, diduga merugikan negara sampai Rp271 triliun. Terbesar akibat kerusakan lingkungan.

Baca Selengkapnya

Konflik Buaya dan Manusia di Bangka Belitung Meningkat Akibat Ekspansi Tambang Timah

4 Maret 2024

Konflik Buaya dan Manusia di Bangka Belitung Meningkat Akibat Ekspansi Tambang Timah

BKSDA Sumatera Selatan mencatat sebanyak 127 kasus konflik buaya dan manusia terjadi di Bangka Belitung dalam lima tahun terakhir.

Baca Selengkapnya

Ketahuan Memainkan Suara Caleg, Lima Anggota PPK di Karawang Diberhentikan oleh KPU

4 Maret 2024

Ketahuan Memainkan Suara Caleg, Lima Anggota PPK di Karawang Diberhentikan oleh KPU

KPU Karawang menemukan bukti dan pengakuan terjadinya pemindahan perolehan suara dari satu caleg ke caleg lainnya.

Baca Selengkapnya

Walhi Beberkan Kerusakan Lingkungan Akibat Hilirisasi Nikel di Maluku Utara: Air Sungai Terkontaminasi hingga..

29 Januari 2024

Walhi Beberkan Kerusakan Lingkungan Akibat Hilirisasi Nikel di Maluku Utara: Air Sungai Terkontaminasi hingga..

Walhi mengungkapkan kerusakan lingkungan yang diakibatkan hilirisasi industri nikel di Maluku Utara.

Baca Selengkapnya

Penelitian Sebut Industri Nikel Merusak Hutan dan Lingkungan Indonesia

24 Januari 2024

Penelitian Sebut Industri Nikel Merusak Hutan dan Lingkungan Indonesia

Penelitian menyebutkan aktivitas industri nikel di Indonesia menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan secara masif.

Baca Selengkapnya

Greenpeace Kritik Gibran Glorifikasi Hilirisasi Nikel Jokowi: Faktanya Merusak Lingkungan

23 Januari 2024

Greenpeace Kritik Gibran Glorifikasi Hilirisasi Nikel Jokowi: Faktanya Merusak Lingkungan

Greenpeace mengkritik Gibran yang mengglorifikasi program hilirisasi nikel Presiden Jokowi. Industri ini dinilai banyak merusak lingkungan.

Baca Selengkapnya

Di Debat Cawapres, Mahfud Kutip Surat Ar-Rum Ayat 41 Ingatkan Soal Kerusakan Alam

21 Januari 2024

Di Debat Cawapres, Mahfud Kutip Surat Ar-Rum Ayat 41 Ingatkan Soal Kerusakan Alam

Dalam debat cawapres, calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud Md mengatakan kerusakan alam di bumi terjadi karena tingkah laku manusia.

Baca Selengkapnya