Lulus, Siswa Bertopeng Capres Copoti Paku Baliho  

Reporter

Minggu, 15 Juni 2014 03:59 WIB

Sejumlah siswa merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) dengan melakukan corat-coret seragam di sekitar sekolah mereka, Yogyakarta, (20/5/2014). Sebanyak 13 siswa dari total 44.952 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di DIY dinyatakan tidak lulus. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Sidoarjo - SMP Al-Muslim, Sidoarjo, Jawa Timur, menggelar perayaan kelulusan siswanya dengan cara yang unik, yaitu mencabuti paku dari pepohonan di sekitar alun-alun, Sabtu, 14 Juni 2014. Kepala SMP Al-Muslim Fatimatuz Zahro menjelaskan kegiatan itu dilakukan sebagai wujud rasa syukur karena siswanya lulus seratus persen

Usai menggelar acara pengumuman kelulusan di sebelah timur Alun-alun Sidoarjo, para siswa diajak mencopot paku bekas baliho kampanye partai politik pada pemilihan legislatif yang lalu di pohon-pohon sekitar Alun-alun Sidoarjo. "Di antara mereka ada yang memakai topeng calon presiden dan calon wakil presiden supaya para capres lebih peduli lingkungan," kata Fatimah.

Sebanyak 34 siswa dari dua kelas SMP Al-Muslim berhasil lulus dengan nilai di atas rata-rata. Sebagai sekolah yang berkarakter dan berbudaya lingkungan, SMP Al-Muslim memilih perayaan kelulusan dengan memelihara lingkungan. "Jadi, siswa kami tidak lantas corat-coret ketika lulus, tapi mereka mensyukurinya dengan memelihara lingkungan," kata dia. (Baca:Kelulusan-Ujian-Nasional-SMP-Meningkat)

Humas SMP Al-Muslim, Azam Afian Dinata, menjelaskan kegiatan ini memang terlihat aneh. Namun, pihak sekolah menganggapnya lebih bermanfaat bagi siswa. Selain itu, sekolah juga mengajak pengguna jalan turut berpartisipasi menjaga lingkungan. Menurut Azam, memaku baliho kampanye capres dan cawapres di pohon sudah termasuk pencemaran lingkungan karena pohon bisa mati karenanya. "Jadi, kami berharap jangan memasang baliho di pepohonan, apalagi di sekitar perkotaan. Sangat tidak pantas," kata dia.

Imbauan kepada pasangan capres untuk menjaga lingkungan disampaikan lewat empat siswa yang mencabuti paku dari pohon sambil mengenakan topeng capres dan cawapres. Hal itu juga menunjukan bahwa SMP Al-Muslim netral karena hanya empat siswa yang memakai topeng, yaitu topeng Prabowo Subianto selaku calon presiden nomor urut 1 dan topeng wakilnya, Hatta Rajasa; topeng Joko Widodo selaku calon presiden nomor urut 2 bersama topeng wakilnya, Jusuf Kalla.

"Jadi, mereka bersama-sama mencabuti paku dengan harapan siapa pun nanti presidennya harus tetap mengutamakan lingkungan," kata Azam. Baca: Ujian SMP/MTS, 2.335 Siswa Tak Lulus)

Odhie Wisnu Hanggara, siswa yang memakai topeng Jokowi, maupun Emirsyal Nuary, yang memakai topeng Prabowo, memiliki harapan yang sama. "Kami ingin presiden peduli lingkungan," ujar keduanya berbarengan. (Baca: 70 Siswa SMP di Sulawesi Tenggara Tidak Lulus UN)

MOHAMMAD SYARRAFAH

Terpopuler:
Sebulan Hilang, Polisi Duga Wisnu Tjandra Sembunyi

ABG Jadi Budak Syahwat Lapor ke Komnas Anak

SBY Berikan Beasiswa S2 ke Anak Tukang Becak

Keluarga Korban Penculikan Temui Pimpinan DPR

Ujian SMP/MTs, 2.335 Siswa Tak Lulus





Berita terkait

Penyelenggara Pesta di Depok Mengaku Ingin Rayakan Ulang Tahun

8 Juni 2022

Penyelenggara Pesta di Depok Mengaku Ingin Rayakan Ulang Tahun

Penjaga rumah menyebut peserta pesta di Perumahan Pesona Depok Estate 2, yang disebut sebagai pesta bikini, merupakan mahasiswa dan pelajar

Baca Selengkapnya

Harga Tiket Pesta Bikini di Depok Mencapai Rp 8 Juta

8 Juni 2022

Harga Tiket Pesta Bikini di Depok Mencapai Rp 8 Juta

Harga tiket untuk mengikuti pesta bikini di Perumahan Pesona Khayangan, Kota Depok, bisa mencapai lebih dari Rp8 juta per orang.

Baca Selengkapnya

Penggerebekan Party di Depok, Kasat Reskrim: Bukan Pesta Bikini, Hanya Joget

6 Juni 2022

Penggerebekan Party di Depok, Kasat Reskrim: Bukan Pesta Bikini, Hanya Joget

Polres Metro Depok buka suara soal penggerebekan pesta bikini di sebuah perumahan.

Baca Selengkapnya

Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Bikini di Depok, Peserta Hampir 200 Orang

6 Juni 2022

Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Bikini di Depok, Peserta Hampir 200 Orang

Polisi meminta keterangan penyelenggara pesta bikini di Depok karena mengadakan pesta di perumahan dengan jumlah massa banyak tanpa izin.

Baca Selengkapnya

Polda Jatim Selidiki Kolam Renang yang Ditutup karena Bikini

25 Februari 2016

Polda Jatim Selidiki Kolam Renang yang Ditutup karena Bikini

Polda Jatim menanyakan menanyakan kenapa kolam Gua Pote ditutup.

Baca Selengkapnya

Pesta Seks di Ritz-Carlton, Nomor Kontak Panitia Tak Aktif

21 Desember 2015

Pesta Seks di Ritz-Carlton, Nomor Kontak Panitia Tak Aktif

Polisi memastikan berita acara itu hoax.

Baca Selengkapnya

Pesta Seks di Ritz-Carlton? Polda Metro Jaya: Itu Hoax

21 Desember 2015

Pesta Seks di Ritz-Carlton? Polda Metro Jaya: Itu Hoax

Informasi soal pesta seks di Ritz-Carlton beredar melalui media sosial.

Baca Selengkapnya

Delapan Sekolah Cabut Laporan Soal Pesta Bikini  

1 Juli 2015

Delapan Sekolah Cabut Laporan Soal Pesta Bikini  

Ada dua sekolah lagi yang belum damai, yakni SMA Muhammadiyah Rawamangun dan SMA Alkamal.

Baca Selengkapnya

Baru Delapan Sekolah Cabut Laporan Pesta Bikini  

1 Juli 2015

Baru Delapan Sekolah Cabut Laporan Pesta Bikini  

Ada dua sekolah lagi yang belum mencabut laporannya.

Baca Selengkapnya

Pesta Bikini SMA, Polisi Periksa Kepala Sekolah  

5 Mei 2015

Pesta Bikini SMA, Polisi Periksa Kepala Sekolah  

Kasus pencemaran nama baik dalam iklan pesta bikini bisa diselesaikan secara damai.

Baca Selengkapnya