KPK: Setelah Andi Mallarangeng, Anas Menyusul  

Reporter

Kamis, 5 September 2013 14:31 WIB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad (kanan) bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo (tengah) dan Anggota BPK Ali Masykur Musa dalam sesi tanya jawab seusai menyerahkan hasil audit Hambalang di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad memberikan sinyal rencana penahanan dua tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang, Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Menurut Samad, penyidik akan menahan Andi terlebih dulu. Setelahnya, Anas-lah yang akan ditahan.

"Setelah Andy Mallarangeng ditahan, Anas menyusul," kata Samad usai kuliah perdana bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Kamis, 5 September 2013.

Menurut Samad, penyidik KPK bakal memeriksa Andi dalam waktu dekat. Namun, dia tidak mengetahui pasti tanggal pemeriksaannya. Sebab sejak Rabu sore, Samad berada di Yogyakarta. Namun setelah pemeriksaaan, Samad menegaskan, penyidik bakal menahan bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu. "KPK akan memeriksa dan menahan Anas setelah Andi Mallarangeng menjalani pemeriksaan serta ditahan."

Samad pun membantah spekulasi yang menuding KPK memperlambat proses penyidikan kasus Hambalang. Kata dia, banyak kasus lain yang juga berproses lebih dari satu tahun. Seperti perkara yang melibatkan Emir Moeis atau bekas Direktur Jendral Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar. "Jangan anggap KPK ada apa-apanya," kata dia.

Menurt Samad, penyidik KPK tidak pernah mengulur proses penyidikan kasus Hambalang. Hambatan penyidikan biasanya ada di persoalan teknis seperti menghitung kerugian negara. "Lama karena melibatkan dua lembaga, KPK dan BPK," ujar dia.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM

Berita Terpopuler

Istri Jaksa Pamer Pistol Juga Kerap Berulah
Jaksa MP 'Pamer' Pistol Pernah Tangani Buruh Panci
Jatah BLSM Diambil Orang, Kakek Ini Meninggal
2 Polisi Bernama Agus, Selamatkan Nyawa Warga
Ini Konsep Jokowi Tentang Peremajaan Metromini

Berita terkait

Khawatir Ada Titipan, Novel Baswedan Harap Unsur Masyarakat dalam Pansel KPK Diperbanyak

1 hari lalu

Khawatir Ada Titipan, Novel Baswedan Harap Unsur Masyarakat dalam Pansel KPK Diperbanyak

Novel Baswedan, mengomentari proses pemilihan panitia seleksi atau Pansel KPK.

Baca Selengkapnya

Pengacara Jelaskan Kondisi Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Usai Dilaporkan ke KPK

1 hari lalu

Pengacara Jelaskan Kondisi Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Usai Dilaporkan ke KPK

Bekas Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean disebut butuh waktu untuk beristirahat usai dilaporkan ke KPK

Baca Selengkapnya

Istri akan Dampingi Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Klarifikasi LHKPN di KPK

1 hari lalu

Istri akan Dampingi Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Klarifikasi LHKPN di KPK

KPK menjadwalkan pemanggilan Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendy Hutahaean, untuk memberikan klarifikasi soal kejanggalan LHKPN

Baca Selengkapnya

9 Mantan Komisioner KPK Kirim Surat ke Jokowi soal Kriteria Pansel KPK

1 hari lalu

9 Mantan Komisioner KPK Kirim Surat ke Jokowi soal Kriteria Pansel KPK

Pemilihan Pansel KPK patut menjadi perhatian karena mereka bertugas mencari figur-figur komisioner dan Dewan Pengawas KPK mendatang.

Baca Selengkapnya

Pansel KPK Tuai Perhatian dari Sejumlah Kalangan, Istana dan DPR Beri Respons

1 hari lalu

Pansel KPK Tuai Perhatian dari Sejumlah Kalangan, Istana dan DPR Beri Respons

Pembentukan Pansel Capim KPK menuai perhatian dari sejumlah kalangan. Pihak Istana dan DPR beri respons ini.

Baca Selengkapnya

Penjelasan Istri Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta soal Pinjaman Rp 7 Miliar yang jadi Polemik

1 hari lalu

Penjelasan Istri Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta soal Pinjaman Rp 7 Miliar yang jadi Polemik

Margaret Christina Yudhi Handayani Rampalodji, istri bekas Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean menjelaskan asal-usul Rp 7 miliar.

Baca Selengkapnya

Penyitaan Rumah dalam Kasus Korupsi, Terbaru Rumah Syahrul Yasin Limpo dan Tamron Raja Timah Bangka

1 hari lalu

Penyitaan Rumah dalam Kasus Korupsi, Terbaru Rumah Syahrul Yasin Limpo dan Tamron Raja Timah Bangka

Penyitaan rumah dalam dugaan kasus korupsi Syahrul Yasin Limpo dan Tamron Raja Timah Bangka. Apa landasan penyitaan aset tersangka korupsi?

Baca Selengkapnya

2 Selebritas Windy Idol dan Nayunda Nabila Diperiksa KPK, Tersangkut Kasus Korupsi Siapa?

1 hari lalu

2 Selebritas Windy Idol dan Nayunda Nabila Diperiksa KPK, Tersangkut Kasus Korupsi Siapa?

Windy Idol dan Nayunda Nabila Nizrinah terseret dalam dugaan kasus korupsi yang berbeda hingga diperiksa KPK. Apa sangkut pautnya?

Baca Selengkapnya

Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Diseret Urusan PT Cipta Mitra Agro, Pengacara: Itu Bisnis Istrinya

1 hari lalu

Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Diseret Urusan PT Cipta Mitra Agro, Pengacara: Itu Bisnis Istrinya

Pengacara eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy merasa heran kliennya diseret dalam kasus yang melibatkan perusahaan sang istri.

Baca Selengkapnya

KPK Periksa Kepala Bea Cukai Purwakarta Senin Mendatang soal LHKPN yang Janggal

2 hari lalu

KPK Periksa Kepala Bea Cukai Purwakarta Senin Mendatang soal LHKPN yang Janggal

KPK menjadwalkan pemanggilan Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean pada Senin pekan depan.

Baca Selengkapnya