Pertemuan Elite Politik Semakin Riuh

Reporter

Editor

Rabu, 11 Agustus 2004 10:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri yang akan bersaing pada putaran kedua pemilihan presiden semakin intensif melakukan pertemuan dengan para politikus. Para elite politik dari berbagai partai pun terus menggagas kemungkinan berkoalisi untuk mendukung mereka.Yudhoyono, pengumpul suara terbanyak pada putaran pertama, kemarin bertamu ke rumah Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid di Ciganjur, Jakarta Selatan. Yudhoyono menyebut acara itu bukan pertemuan politik, melainkan sekadar silaturahmi. "Saya bersyukur bisa bertemu Gus Dur (Wahid). Sejak pemilu legislatif praktis kami tidak bertemu," katanya seusai pertemuan 45 menit itu.Jusuf Kalla, calon wakil presiden Yudhoyono, secara terpisah juga terus bergerilya ke tubuh Partai Golkar. Setelah bertemu para pengurus pusat dan daerah, ia bertemu dengan para pengurus Angkatan Muda Partai Golkar, organisasi onderbouw Beringin, Selasa malam. Kalla mengakui, pertemuan itu dilakukan tanpa izin Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. "Masak, setiap orang datang harus lapor ke ketua? Itu kelewatan," katanya.Kepada wartawan di Palembang, pagi sebelum bertemu Wahid, Yudhoyono membantah pertemuannya dengan para tokoh politik akhir-akhir ini merupakan ajang politik "dagang sapi", termasuk menawarkan kursi menteri. Menurut dia, pertemuan hanya dilakukan untuk membangun konsensus karena, menurut dia, komunikasi harus dilakukan sebelum 20 September.Sementara itu, Megawati tadi malam bertamu ke rumah dinas Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amien Rais. Mega didampingi suaminya, Taufiq Kiemas, dan sejumlah pengurus PDI Perjuangan.Seusai pertemuan selama satu jam sejak pukul 20.30 WIB, Amien menyatakan tidak menjanjikan komitmen apa pun kepada Mega, seperti halnya ketika ia bertemu Yudhoyono, dua pekan silam. Ia mengatakan, pertemuan tadi malam tidak membicarakan pembagian kursi kabinet. Amien menilai, kualitas Mega dan Yudhoyono hampir sama. PAN, kata Amien, akan mengambil keputusan tentang kandidat yang akan didukung setelah 17 Agustus. "Saya tidak berani melangkah sebelum berbicara dengan teman-teman di partai," katanya. Sebelum bertemu Amien, Mega lebih dulu menerima politikus Golkar, Marwah Daud Ibrahim, di Istana Negara. Kepada wartawan, Marwah mengaku datang atas undangan tuan rumah melalui telepon pada Selasa siang. "Ini hanya silaturahmi biasa," katanya. Marwah menolak spekulasi yang menyebutkan bahwa ia ditawari posisi menteri.Lobi juga dilakukan Akbar Tandjung. Ia bertemu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Hamzah Haz di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (9/8). Hamzah kemarin menyebut pertemuan itu "untuk menjajaki kemungkinan koalisi antara PDI Perjuangan, Golkar, dan PPP".Hamzah mengatakan, koalisi sangat tergantung pada Golkar. Ia mengakui, kubu Beringin sangat heterogen dalam hal menentukan dukungan. Kendati begitu, ia mengaku telah sepakat dengan Akbar untuk "membangun demokrasi melalui pengembangan partai dan bukan menonjolkan seseorang". Setelah pertemuan itu, Hamzah mengaku langsung menemui Mega di rumah pribadinya di Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan. Akbar kemarin juga bertemu calon presiden Wiranto, calon wakil presiden Salahuddin Wahid, serta sejumlah pengurus Golkar dan PKB. Mereka membicarakan putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan klaim kehilangan suara Wiranto-Salahuddin. Dari Golkar hadir antara lain Agung Laksono, sedangkan dari PKB terlihat Ketua Umum Alwi Shihab dan wakilnya, Mahfud Md.Akbar mengakui, acara itu "perpisahan informal" antara Golkar, PKB, beserta Wiranto dan Salahuddin yang mereka dukung pada putaran pertama. Setelah kalah, Wiranto berjanji akan segera bertemu dengan Megawati dan Yudhoyono. Namun, ia mengaku belum menentukan kandidat yang akan ia dukung.Sementara Yudhoyono, Kalla, dan Mega menggarap Jakarta, pasangan Mega-Hasyim Muzadi mulai memperkuat basis massanya: Nahdlatul Ulama. Hasyim bersafari ke kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Kepada para penyambutnya, ia menjamin akan memenuhi aspirasi kaum nahdliyin jika terpilih. cahyo/istiqomatul/ecep/sapto/mahbub/arif a/yura/sunariyah

Berita terkait

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

9 hari lalu

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

Setelah hari pertama Idul Fitri di Jakarta, Jokowi terbang ke Medan untuk merayakan hari ke-2 Lebaran. Buat amankan tiket Bobby Nasution ke Pilgub?

Baca Selengkapnya

Pengamat Sebut Pilkada 2024 Jadi Batu Loncatan Golkar untuk Pemilu 2029

18 hari lalu

Pengamat Sebut Pilkada 2024 Jadi Batu Loncatan Golkar untuk Pemilu 2029

Ujang pun menyampaikan bahwa para tokoh itu memiliki modal yang cukup untuk dikatakan sebagai calon unggulan di Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Airlangga Klaim Didukung Seluruh DPD untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

19 hari lalu

Airlangga Klaim Didukung Seluruh DPD untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

Menurut Airlangga, dukungan dari ormas merupakan salah satu kunci agar dirinya dapat kembali terpilih untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Baca Selengkapnya

Airlangga Bicara Peluang Aklamasi Pemilihan Ketua Umum di Munas Golkar

19 hari lalu

Airlangga Bicara Peluang Aklamasi Pemilihan Ketua Umum di Munas Golkar

Airlangga menyatakan dukungan itu merupakan amanah yang harus dijaga.

Baca Selengkapnya

Airlangga Targetkan Partai Golkar Menang 60 Persen di Pilkada 2024

20 hari lalu

Airlangga Targetkan Partai Golkar Menang 60 Persen di Pilkada 2024

Ketua Umum Golkar menargetkan partainya mampu menang lebih dari 50 persen dalam kontestasi Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Partai Ummat dan Keluarga Bantah Kabar Amien Rais Meninggal: Pak Amien Sehat

20 hari lalu

Partai Ummat dan Keluarga Bantah Kabar Amien Rais Meninggal: Pak Amien Sehat

Pendiri sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais dikabarkan meninggal dunia.

Baca Selengkapnya

Disebut Sempat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum PDIP, Apa Tanggapan Presiden Jokowi?

22 hari lalu

Disebut Sempat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum PDIP, Apa Tanggapan Presiden Jokowi?

Presiden Jokowi membantah dirinya sempat ingin merebut posisi Ketua Umum Partai Golkar maupun Ketua Umum PDI Perjuangan.

Baca Selengkapnya

78 Tahun Sultan Hamengkubuwono X, Salah Seorang Tokoh Deklarasi Ciganjur 1998

24 hari lalu

78 Tahun Sultan Hamengkubuwono X, Salah Seorang Tokoh Deklarasi Ciganjur 1998

Hari ini kelahirannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak hanya sebagai figur penting dalam sejarah Yogyakarta, tetapi juga sebagai tokoh nasional yang dihormati.

Baca Selengkapnya

Prabowo Ingin Bentuk Kepemimpinan Kolegial Terdiri dari Para Sahabat

28 hari lalu

Prabowo Ingin Bentuk Kepemimpinan Kolegial Terdiri dari Para Sahabat

Menurut Prabowo, keinginan itu bisa dilakukan bila ada dukungan untuk memberi nasihat. Prabowo meminta Golkar mendukungnya membangun pemerintahan.

Baca Selengkapnya

Prabowo Sebut Golkar Punya Peran Besar di Pilpres 2024

28 hari lalu

Prabowo Sebut Golkar Punya Peran Besar di Pilpres 2024

Prabowo meminta maaf karena belum sempat mendatangi semua kader-kader Golkar di daerah dalam tahapan kampanye pemilu.

Baca Selengkapnya