Dosen Unsoed Dituding Tipu Calon Mahasiswa  

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Selasa, 16 Oktober 2012 13:27 WIB

Gedung Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. TEMPO/Aris Andrianto

TEMPO.CO, Purwokerto - Seorang dosen dengan inisial BB diduga menipu orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Calon mahasiswa dijanjikan bisa kuliah di Fakultas Kedokteran Unsoed dengan menyetorkan sejumlah uang ke dosen tersebut. Mereka dimintai uang sebesar Rp 95 juta hingga Rp 200 juta agar bisa kuliah di Unsoed. “Namun saat SPMB berakhir, anak kami tidak diterima,” kata TS, orang tua korban, Senin, 5 Oktober 2012.

Ia mengatakan sedikitnya 12 orang tua calon mahasiswa juga tertipu BB. Menurut dia, BB menjanjikan anaknya bisa diterima asalkan orang tua mau menyerahkan sejumlah uang. Hingga kini, kata dia, ia bersama orang tua lainnya masih menunggu pengembalian uang itu. Jika tak dikembalikan, mereka akan menempuh jalur hukum.

Ia mengatakan, setoran uang itu digunakan untuk berbagai kepentingan. Pada tahap pertama, orang tua diharuskan membayar uang sebesar Rp 45 juta. Calon mahasiswa juga diharuskan membayar biaya bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh BB. “Sisa uang pembayaran diberikan setelah pengumuman. Tapi kebanyakan sudah membayar sebelum ada pengumuman,” katanya.

Menurut dia, perbedaan besarnya uang pelicin yang diberikan orang tua calon mahasiswa, didasarkan pada latar belakang pendidikan SMA calon mahasiswa. Bila calon mahasiswa yang akan masuk merupakan lulusan jurusan IPA, hanya dikenakan biaya Rp 95 juta. Namun yang berasal dari jurusan IPS, dikenakan biaya Rp 200 juta.

Ketua Panitia SPMB Unsoed 2012, Satrijo Widi Purbojo, mengatakan pada pekan lalu telah kedatangan beberapa orang tua calon mahasiswa yang mengaku telah dirugikan dosen tersebut. “Mereka mendatangi kantor panitia SPMB, karena orang tua tersebut mengaku telah memberikan uang sebesar 10 persen kepada oknum dosen tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, dosen tersebut tidak masuk dalam panitia SPMB. Saat ini, kata dia, sudah ada empat orang tua yang sudah dikembalikan uangnya. Juru bicara Unsoed, Endang Istanti mengatakan, rektorat sudah mendengar informasi itu. “Pimpinan belum bisa mengambil tindakan karena belum ada laporan resmi dari korban,” katanya.

Menurut dia, laporan korban ke Panitia SPMB tidak bisa ditindaklanjuti karena Panitia SPMB 2012 saat ini sudah bubar. “Kami berharap korban bisa melaporkan secara resmi ke rektor,” kata dia.

Menurut sumber Tempo di lingkaran pejabat rektorat, praktek jual beli kursi tidak hanya terjadi di Fakultas Kedokteran. Di fakultas lain juga biasa terjadi praktek ini. Besar kecilnya tarif tergantung dari fakultas apa yang akan dimasuki.

Pembantu Rektor II Unsoed, Eko Hariyanto, mengatakan pimpinan universitas sudah bertemu dan membahas masalah itu. Saat ini, kata dia, pihaknya masih membahas persoalan itu. ''Kami masih akan memanggil Ketua Panitia SPMB dulu,'' katanya.

ARIS ANDRIANTO



Terpopuler:
Ingat Anak Istri, Teroris Menyerahkan Diri

Survei: PDIP Sekarang Partai Terpopuler

Kapolri Beri Kesempatan Novel Tuntaskan Tugasnya

Federasi Guru Protes Penambahan Jam Belajar Siswa

Begini Cara PPATK Mengendus Rekening Haram

Berita terkait

Kementerian Agama Integrasikan PMB PTKIN dengan LPDP

20 Januari 2024

Kementerian Agama Integrasikan PMB PTKIN dengan LPDP

Kementerian Agama mengintegrasikan PMB PTKIN dengan Beasiswa Indonesia bangkit (BIB) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

Baca Selengkapnya

Hasil SPMB PKN STAN Diumumkan, Berikut Cara Daftar Ulangnya

4 September 2023

Hasil SPMB PKN STAN Diumumkan, Berikut Cara Daftar Ulangnya

Bagi para peserta SPMB PKN STAN yang diterima harus melakukan daftar ulang.

Baca Selengkapnya

STAN Belum Terima Surat Gugatan Mahasiswa yang Terkena Drop Out

16 Juni 2021

STAN Belum Terima Surat Gugatan Mahasiswa yang Terkena Drop Out

Politeknik Keuangan Negara STAN belum menerima surat gugatan dari belasan mahasiswanya yang terkena drop out.

Baca Selengkapnya

4 Fakta STAN Buka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

29 Januari 2021

4 Fakta STAN Buka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN akan kembali membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru dalam waktu dekat.

Baca Selengkapnya

Terpopuler Bisnis: Kritik Budiman Sudjatmiko dan Anti Boncos ala Lo Kheng Hong

28 Januari 2021

Terpopuler Bisnis: Kritik Budiman Sudjatmiko dan Anti Boncos ala Lo Kheng Hong

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu, 27 Januari 2021, dimulai dari komentar Budiman Sudjatmiko yang mendapat kritik

Baca Selengkapnya

7 Fakta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2021

28 Januari 2021

7 Fakta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2021

Politeknik Keuangan Negara STAN akan menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) tahun 2021. Berikut tujuh fakta soal SPMB STAN.

Baca Selengkapnya

PKN STAN Buka Lagi Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Ini, Seperti Apa Seleksinya?

27 Januari 2021

PKN STAN Buka Lagi Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Ini, Seperti Apa Seleksinya?

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) kembali membuka pendaftaran untuk mahasiswa pada tahun ini setelah sebelumnya pada 2020 sempat ditiadakan.

Baca Selengkapnya

Penerimaan Siswa Baru, DPRD Bekasi Minta Jalur Miskin Ditambah

18 Mei 2017

Penerimaan Siswa Baru, DPRD Bekasi Minta Jalur Miskin Ditambah

Tumai mengatakan, jalur tersebut untuk mengakomodasi calon
siswa baru dari kalangan keluarga miskin dan yang berada di
sekitar sekolah.

Baca Selengkapnya

UI Sediakan Bangku 70 Persen Lewat SBMPTN

14 April 2017

UI Sediakan Bangku 70 Persen Lewat SBMPTN

Program studi Kedokteran, K3 dan Geologi paling diminati peserta Saintek 2016. Hukum, Manajemen dan Ilmu Komunikasi paing diminati peserta Soshum.

Baca Selengkapnya

SBMPTN, 10 Perguruan Tinggi Top: ITB Peringkat 1 UGM Nomor 2  

11 April 2017

SBMPTN, 10 Perguruan Tinggi Top: ITB Peringkat 1 UGM Nomor 2  

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menempatkan ITB dan UGM di peringkat satu dan dua pada 2016. Peserta SBMPTN perlu mempertimbangkan pilihannya.

Baca Selengkapnya