Rakyat Kebumen Punya Sertifikat Tanah Konflik  

Reporter

Editor

Minggu, 24 April 2011 14:13 WIB

Penjagaan oleh polisi di depan kantor dislitbang. TEMPO/Aris Andrianto
TEMPO Interaktif, Kebumen - Tim advokasi petani Urut Sewu Kebumen (Tapuk) mengaku memiliki bukti kepemilikan tanah warga Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah, yang menjadi pemicu bentrokan berdarah antara warga dan anggota TNI AD, Sabtu (16/4) lalu. Bukti kepemilikan berupa sertifikat dan Letter C. "Ternyata baik sertifikat maupun Letter C yang kami temukan, atas nama masyarakat," kata Teguh Purnomo, Koordinator Litigasi Tim Advokasi Petani Urut Sewu Kebumen, di sekretariat Tapuk, Ahad (24/4).

Menurut Teguh, bukti itu bisa digunakan sebagai pijakan penyelesaian konflik. Timnya akan mengumpulkan bukti yuridis administratif semua tanah Urut Sewu yang disengketakan agar tak selamanya simpang siur. Didampingi anggota tim, Yusuf Suramto, Kasran, dan Umi Mujiarti, Teguh menyayangkan pernyataan petinggi TNI yang reaktif. Pernyataan petinggi TNI dinilai tak berpijak pada data. Kesimpulan tak ada pelanggaran oleh tentara atas permasalahan di Urut Sewu dianggap tak berdasar.

Pernyataan petinggi TNI, menurut Teguh, akan berpengaruh pada proses penyidikan yang notabene ditangani bawahannya. Penyidik tak bisa bersikap obyektif karena sudah ada pernyataan dari panglimanya yang terang-terangan menyatakan tak ada pelanggaran dalam kasus berdarah itu. "Polres Kebumen juga reaktif dan tergesa-gesa menetapkan dan menahan orang-orang yang terlibat dalam aksi tanpa mempertimbangkan akar masalah dan status kepemilikan lahan," ujar Teguh.

Teguh berharap Polres Kebumen bisa melihat permasalahan secara utuh, sehingga tak tergesa-gesa menangkap dan menahan warga masyarakat yang terlibat dalam bentrokan. Dia minta permohonan penangguhan penahanan atau pengalihan penahanan menjadi penahanan kota dikabulkan polisi.

Soal sengketa lahan, Teguh minta Bupati dan DPRD Kebumen membantu proses kepemilikan tanah masyarakat menjadi permanen berdasar pada sertifikat maupun Letter C yang dimiliki warga. "Jangan hanya jadi fasilitator pasif karena masyarakat itu warga yang mereka pimpin," kata teguh.

Menurut Yusuf Suramto, anggota tim, TNI akan kalah jika berkeras membawa kasus itu ke ranah hukum. "Kami punya bukti kepemilikan tanah yang jelas dan kuat," katanya.

Yusuf berharap, Bupati, DPRD dan Kapolres Kebumen dapat membantu memulihkan kembali kegelisahan masyarakat. Menurut hasil investigasi Tapuk, masyarakat Setrojenar dan sekitarnya sekarang gelisah karena 3 hal, yaitu adanya TNI yang brutal dan melakukan sweeping, adanya potensi konflik masyarakat Ambal dan Buluspesantren, serta penangkapan dan penahanan masyarakat yang dilakukan Polres Kebumen.

ARIS ANDRIANTO


Berita terkait

Kasus Kades Tipu Dokter di Tangsel Disidangkan Hari Ini, Kerugian Rp 1,7 Miliar

6 Februari 2024

Kasus Kades Tipu Dokter di Tangsel Disidangkan Hari Ini, Kerugian Rp 1,7 Miliar

Ada empat bidang tanah yang dijual oleh Kades AB ternyata bermasalah, sehingga korban dirugikan hingga Rp 1,7 miliar.

Baca Selengkapnya

Mahfud MD Kritik Aparat saat Tangani Sengketa Tanah, 4 Masyarakat Adat Ini Terancam Digusur

23 Januari 2024

Mahfud MD Kritik Aparat saat Tangani Sengketa Tanah, 4 Masyarakat Adat Ini Terancam Digusur

Mahfud MD kritik aparat saat tangani sengketa tanah yang juga libatkan masyarakat adat

Baca Selengkapnya

Mahfud Md Bilang Akan Tertibkan Birokrasi Pemerintah dan Aparat untuk Hindari Konflik Masyarakat Adat

21 Januari 2024

Mahfud Md Bilang Akan Tertibkan Birokrasi Pemerintah dan Aparat untuk Hindari Konflik Masyarakat Adat

Menanggapi tingkah aparat, Mahfud Md mengatakan akan menertibkan birokrasi pemerintah dan aparat penegak hukum.

Baca Selengkapnya

Kapan Pendaftaran Akmil 2024 Dibuka? Ini Jadwal dan Persyaratannya

16 Januari 2024

Kapan Pendaftaran Akmil 2024 Dibuka? Ini Jadwal dan Persyaratannya

pendaftaran online Akademi Militer atau Akmil akan dibuka pada 1 Februari 2024

Baca Selengkapnya

Menteri ATR Harap Aset Kesultanan dan Keistimewaan Pengelolaan Pertanahan di DIY Terjaga

8 Desember 2023

Menteri ATR Harap Aset Kesultanan dan Keistimewaan Pengelolaan Pertanahan di DIY Terjaga

Hadi Tjahjanto menjamin keistimewaan pengelolaan pertanahan dan aset Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca Selengkapnya

Konflik Lahan di Seputaran Jakarta yang Tak Ingin Jadi Rempang Kedua, Bersengketa dengan Penguasa

7 Oktober 2023

Konflik Lahan di Seputaran Jakarta yang Tak Ingin Jadi Rempang Kedua, Bersengketa dengan Penguasa

Konflik lahan tidak hanya terjadi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau, tetapi juga di beberapa daerah. Ada yang bersengketa dengan TNI.

Baca Selengkapnya

Bentrokan di Lokasi Kebakaran Kapuk Muara, 130 Polisi Dikerahkan

5 September 2023

Bentrokan di Lokasi Kebakaran Kapuk Muara, 130 Polisi Dikerahkan

olres Jakarta Utara mengerahkan 130 anggotanya untuk berjaga di lokasi bekas kebakaran Kapuk Muara usai terjadi bentrokan

Baca Selengkapnya

Sengketa Tanah Dago Elos Bandung, Warga Lapor Lagi ke Polda Jabar

29 Agustus 2023

Sengketa Tanah Dago Elos Bandung, Warga Lapor Lagi ke Polda Jabar

Kuasa hukum mendampingi 4 warga Dago Elos yang melapor ke polisi. Materi serupa telah 3 kali disampaikan ke Polda Jabar dan Polrestabes Bandung.

Baca Selengkapnya

Sidang Sengketa Tanah, Paramount Land Kalah Gugatan Hampir 8000 Meter Persegi

31 Juli 2023

Sidang Sengketa Tanah, Paramount Land Kalah Gugatan Hampir 8000 Meter Persegi

Dua kelompok saling berhadap-hadapan saat sidang pembacaan sita jaminan yang digelar PN Tangerang di sebuah klaster perumahan milik Paramount Land.

Baca Selengkapnya

Kronologi Viralnya Warga Perumahan di Bekasi Terkungkung Pagar Beton, Pengembang Serobot Lahan

27 Juni 2023

Kronologi Viralnya Warga Perumahan di Bekasi Terkungkung Pagar Beton, Pengembang Serobot Lahan

Warga perumahan di Bekasi yang terkungkung pagar beton ternyata berawal dari penyerobotan lahan oleh pengembang.

Baca Selengkapnya