Donatur Kelompok Teror Termotivasi Wejangan Baasyir

Reporter

Editor

Kamis, 2 Desember 2010 17:10 WIB

Abu Bakar Ba\'asyir. TEMPO/ Amston Probel

TEMPO Interaktif, Jakarta - Haryadi Usman, pengusaha asal Bekasi yang dituduh sebagai donatur pelatihan militer di Aceh, mengaku memberikan infaq fisabilillah setelah mendengar wejangan Abu Bakar Baasyir. Pernyataan itu terungkap dalam persidangan kasus terorisme kelompok Aceh atas nama terdakwa Luthfi Haidaroh alias Ubaid, yang dituduh sebagai bendahara kelompok teror, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis 2 Desember 2010. Menurut Haryadi, motivasi untuk memberikan infaq fisabilillah datang dari wejangan Baasyir kepadanya saat bertemu di sebuah restoran di Jakarta.

Saat itu Baasyir mengatakan sebaik-baiknya amalan bagi orang yang memiliki harta adalah infaq fisabilillah. "Dari pernyataan itu kemudian terdorong untuk kemudian memberikan bantuan," ujarnya. Duit bantuan yang diserahkan itu disampaikan lewat Abdul Haris (Ketua Jamaah Anshorut Tauhid Jakarta). Kemudian berdasarkan laporan Abdul Haris pula diketahui bahwa sumbangan itu sudah diserahkan kepada Ustad Baasyir. "Besarnya Rp 150 Juta," ujarnya menjawab pertanyaan Ketua majelis Hakim Mutarto.

Pertanyaan hakim terkait pemeriksaan saksi terhadap terdakwa Ubaid yang dituduh jaksa sebagai bendahara kelompok teror. Diduga, Baasyir mengetahui lalu lintas dana yang digelontorkan ke pelatihan militer kelompok teror di pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar Nanggroe Aceh Darussalam. Namun saat hal ditanyakan kepada saksi, Hariyadi menjawab, "Saya tidak tahu."

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum, Maya Sari menanyakan pula apakah Hariyadi mengetahui peran Ubaid sebagai pengumpul dana. Termasuk dana dari dirinya yang akhirnya bermuara di bendahara kelompok teror tersebut. "Saya tidak kenal, dan saya tidak tahu," jawabnya.


Sebelumnya, Luthfi Haidaroh alias Ubaid dijerat jaksa melalui enam dakwaan dengan ancaman maksimal hukuman mati. Terdakwa kasus teroris ini dituduh membantu sejumlah aksi teror di Indonesia. Ubaid juga diduga menjadi penghubung Dulmatin dengan Pemimpin Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Ustad Abu Bakar Baasyir. Ubaid diketahui dekat dengan Baasyir karena pernah bersama di Penjara Cipinang.

Ubaid juga didakwa berperan membantu mencari dana untuk pelatihan militer yang digelar di Aceh. Ubaid juga dikatakan telah menerima dana sekitar Rp 700 juta dari berbagai sumber. Diantaranya dari Abu Bakar Baasyir berjumlah sekitar Rp 125 juta ditambah US$ 5 ribu, dan dari Toyib Rp 170 juta.

Uang itu digunakan untuk membeli sejumlah senjata api untuk latihan militer di Aceh. Ubaid juga disebut pernah memberi uang sebesar Rp 115 juta kepada Abdullah Sonata untuk membeli senjata.

SANDY INDRA PRATAMA

Advertising
Advertising

Berita terkait

Titipkan Surat untuk Ganjar Lewat TKD di Solo, Abu Bakar Ba'asyir juga 2 Kali Surati Jokowi

30 November 2023

Titipkan Surat untuk Ganjar Lewat TKD di Solo, Abu Bakar Ba'asyir juga 2 Kali Surati Jokowi

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir menemui TKD Ganjar-Mahfud di Solo menyerahkan surat.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Ngruki, Amien Rais Kenang Masa Mahasiswa dan Aktivitas di HMI

26 November 2023

Kunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Ngruki, Amien Rais Kenang Masa Mahasiswa dan Aktivitas di HMI

Pertemuan Amien Rais dan Abu Bakar Ba'asyir berlangsung selama sekitar 1 jam di Gedung Darul Hikmah dalam suasana penuh keakraban.

Baca Selengkapnya

Abu Bakar Ba'asyir Datangi Kantor Gibran, Kirim Surat Nasihat untuk Para Capres

20 November 2023

Abu Bakar Ba'asyir Datangi Kantor Gibran, Kirim Surat Nasihat untuk Para Capres

Surat untuk capres nomor dua yaitu Prabowo Subianto, Abu Bakar Ba'asyir menyampaikan melalui Gibran. Namun ia tak bisa bertemu langsung.

Baca Selengkapnya

Abu Bakar Ba'asyir Suarakan Tolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023, Ini Profilnya

19 Maret 2023

Abu Bakar Ba'asyir Suarakan Tolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023, Ini Profilnya

Abu Bakar Ba'asyir menolak kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 yang diselenggarakan di Indonesia. Ini profil pendiri PP Al Mukmin.

Baca Selengkapnya

BNPT Ungkap 80 Persen Eks Napi Terorisme Masih Berkukuh pada Ideologinya

13 Februari 2023

BNPT Ungkap 80 Persen Eks Napi Terorisme Masih Berkukuh pada Ideologinya

Boy menyebut tim BNPT yang berkomunikasi dengan Baasyir menyampaikan Baasyir masih yakin dengan ideologinya.

Baca Selengkapnya

Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

15 September 2022

Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir menerima kunjungan pimpinan BNPT pada Rabu 14 September 2022

Baca Selengkapnya

Menteri Muhadjir Harap Pesantren Ngruki Bisa Rutin Gelar Upacara HUT RI

17 Agustus 2022

Menteri Muhadjir Harap Pesantren Ngruki Bisa Rutin Gelar Upacara HUT RI

Muhadjir mengajak para santri Ponpes Al Mukmin Ngruki untuk senantiasa mengimbangi dan memperkuat semangat keislaman dan keindonesiaan.

Baca Selengkapnya

Abu Bakar Baasyir Bicara Soal Hukum yang Diturunkan Tuhan Setelah Upacara Kemerdekaan

17 Agustus 2022

Abu Bakar Baasyir Bicara Soal Hukum yang Diturunkan Tuhan Setelah Upacara Kemerdekaan

Abu Bakar Baasyir mengatakan upacara memperngati kemerdekaan RI merupakan wujud syukur kepada Allah SWT.

Baca Selengkapnya

Abu Bakar Baasyir Ikut Upacara HUT RI di Ponpes Al Mukmin Ngruki

17 Agustus 2022

Abu Bakar Baasyir Ikut Upacara HUT RI di Ponpes Al Mukmin Ngruki

Abu Bakar Baasyir terlihat mengenakan baju putih, peci putih, sarung cokelat muda, berkaca mata dan menggenggam tongkat.

Baca Selengkapnya

Abu Bakar Ba'asyir Terima Bendera Merah Putih dari TNI, Ponpes Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan RI

16 Agustus 2022

Abu Bakar Ba'asyir Terima Bendera Merah Putih dari TNI, Ponpes Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan RI

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Abu Bakar Ba'asyir mendapat kunjungan dari Komandan Korem 074/Warastratama.

Baca Selengkapnya