Sultan HB X: Yang Perintahkan Lockdown Harus Beri Makan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta atau di rumah bernama Ndalem Cokronegaran pada Rabu, 17 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta atau di rumah bernama Ndalem Cokronegaran pada Rabu, 17 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau HB X angkat bicara soal wacana lockdown atau karantina wilayah dalam masa wabah Corona ini.

    Kalangan masyarakat bawah baik pedesaan maupun perkampungan di Yogyakarta pun telah melakukan secara sepihak lockdown dengan menutup akses keluar-masuk wilayahnya.

    “Kalau lockdown itu terjadi, yang memerintahkan lockdown itu harus memberi makan setiap orang di wilayahnya,” ujar Sultan HB X di Komplek Kantor Gubernur, Kepatihan, Yogyakarta, hari ini, Senin, 30 Maret 2020.

    Sultan HB X menuturkan, jika suatu wilayah memang memutuskan lockdown otomatis orang di dalam wilayah itu dibatasi geraknya. Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat harus ada pihak yang dipastikan bertanggungjawab memenuhi kebutuhan akibat lockdown. 

    “Jadi kalau lockdown itu terjadi, ekonomi daerah itu akan hancur, maka juga tidak kami lakukan (di DIY)."

    Menurut dia, wacana karantina wilayah atau lockdown sempat dibahas bersama Presiden Joko Widodo, terutama setelah muncul gelombang pemudik di masa wabah Corona ini.

    “Kalau saya tidak mempersoalkan pemudik. Wong mau ketemu saudara dan keluarganya mosok nggak boleh,” ujar Sultan HB X.

    Sultan berpendapat yang terpenting setelah terjadi gelombang pemudik adalah mereka memiliki kesadaran untuk disiplin dan mau diatur dalam upaya pencegahan penularan Corona.

    “Fakta di Yogya sampai hari ini, tidak ada penularan Corona secara lokal. Yang ada orang Yogya keluar daerah, lalu pulang bawa virus,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.