Menjelang Pengumuman Menteri, Jokowi Panggil Adian Napitupulu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan aktivis 98 Adian Napitupulu (kanan) bersama Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan aktivis 98 Adian Napitupulu (kanan) bersama Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat mengikuti diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama mantan aktivis 98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 29 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu, ke Istana Negara pada Kamis, 17 Oktober 2019 pagi. Pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini berlangsung tertutup.

    Tempo mencoba menghubungi Adian untuk meminta konfirmasi namun belum mendapat jawaban. Asisten Adian, Musyafaur Rahman, membenarkan adanya pertemuan tersebut. "Numpang ngopi," katanya lewat pesan singkat, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Jokowi pernah memanggil Adian ke Istana pada 13 Agustus lalu. Nama Adian santer diisukan bakal menjadi salah satu menteri di Kabinet Jokowi Jilid II.

    Jokowi sempat hadir dalam acara yang dibuat Adian, yakni Halal Bihalal bersama aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019. Saat itu ia memberi sinyal bahwa para aktivis 1998 memiliki potensi untuk menjadi menteri di kabinet mendatang.

    Jokowi mengatakan, dirinya banyak mendengar tentang aktivis '98 yang menjadi kepala daerah ataupun anggota parlemen, tapi belum ada pelopor reformasi itu yang menjadi menteri di kabinet.

    "Saya mendengar banyak aktivis '98 yang menjadi anggota DPR, kepala daerah, saya lihat di menteri belum. Bisa saja kenapa tidak, dengan kemampuan yang ada, bisa saja," ujar Jokowi waktu itu.

    Ketika Jokowi berkata demikian, sontak nama politikus PDIP Adian Napitupulu didengung-dengungkan oleh para aktivis '98 yang hadir dalam acara itu. "Adian, Adian," ujar mereka bersorak.

    Mendengar sorakan tersebut, Jokowi langsung merespon bahwa dirinya enggan membocorkan nama aktivis '98 yang dinilai cocok menjadi menteri di kabinet mendatang. "Saya tidak mau menyebut nama dulu, tadi ada yang bilang Bung Adian Napitupulu, Bung Adian, inisial pun saya enggak mau (sebut)," ujar Jokowi.

    Jokowi rencananya akan mengumumkan kabinet kerja jilid II pada 20 Oktober atau sehari setelah pelantikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.