Selasa, 24 September 2019

Tokoh Kristen Yogyakarta Minta Umat Tak Terprovokasi Abdul Somad

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Abdul Somad Batubara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ustadz Abdul Somad Batubara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Praswanto meminta umat Katolik atau Kristen tak terprovokasi ucapan Abdul Somad (UAS).

    "Sebagai umat (Kristen) kita biarkan saja. Kita maafkan karena dia tidak tahu. Umat Kristen tidak perlu terprovokasi dengan Somad," kata Bambang Praswanto, Ahad, 18 Agustus 2019. Sebab, kata dia, apa yang diucapkan Somad tak mewakili umat Islam.

    Bambang mengatakan tidak bisa menghalangi siapa saja yang kemudian membawa kasus itu ke ranah hukum. Sebab bisa saja perkara ini dilaporkan sebagai kasus penistaan agama.

    Secara pribadi, ia meminta ada penegakan hukum yang berlaku. Sebab, yang dilakukan Somad tersebut sudah memecah belah persatuan bangsa dan negara Indonesia.

    "Biar saja hukum pengadilan yang berlaku. Kita serahkan sesuai aturan karena kita yakin pengadilan akan profesional. Tindakan-tindakan pemecah belah ini seharusnya tidak ada di Indonesia untuk agama apapun," kata dia.

    Brigade Meo Nusa Tenggara Timur mengklaim telah melaporkan Abdul Somad ke Kepolisian Daerah NTT terkait video tentang salib dan patung yang dinilai telah menistakan agama Kristen. Belakangan, Polda NTT mengatakan belum ada laporan resmi. Sementara itu, Somad       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.